Hubungan antara Alergi dan Asma

Alergi dan asma adalah dua kondisi medis yang berbeda, walaupun kenyataannya asma sering hidup berdampingan dengan alergi, khususnya pada anak-anak dan remaja.

Alergi melibatkan sistem imun kita, yang juga memainkan peranan penting dalam asma. Alergi merupakan respon imun yang sangat khusus terhadap agen tertentu, yang disebut alergen. Contoh alergen termasuk berbagai macam agen, seperti, bulu kucing, kecoak, jamur, kacang tanah, penisilin, dan ragweed (penghasil polen). Kebanyakan orang senang bermain dengan kucing atau makan kacang tanah, minum penisilin untuk mengatasi infeksi tenggorokan, atau menghirup polen pada akhir musim panas di Northeast dan tanpa menderita sakit sama sekali. Hal ini terjadi karena mereka tidak alergi terhadap alergen tersebut. Pajanan terhadap alergen tidak membahayakan orang yang tidak alergi terhadap alergen tertentu. Orang yang alergi terhadap kucing atau kacang tanah, di sisi lain akan mengembangkan satu atau lebih gejala asma atas pajanan terhadap kucing dan kacang. Gejala alergi dapat meningkat dari organ tubuh yang berbeda termasuk kulit (hives), membran mata (konjungtivitis), hidung (rinitis), usus (kram, mual, muntah, diare), sebagaimana paru (mengi).

Asma merupakan kata yang berasal dari Yunani, yang artinya sulit bernapas, suatu penyakit yang memiliki target organ paru. Seorang penderita asma dapat mengalami gejala intermiten dan bervariasi seperti batuk, produksi mukus, mengi, dan sesak napas. Bagian dari manajemen asma modern mencakup identifikasi pemicu gejala asma pada individu, dengan konsekuensi penghindaran pemicu pada tingkat yang mungkin. Pemicu adalah stimulasi untuk pengembangan gejala asma. Beberapa pemicu akan memprovokasi gejala asma pada sebagian besar penderita asma dan dianggap universal, sedangkan pemicu lainnya lebih personal atau khusus. Udara dingin dan infeksi pernapasan merupakan dua contoh pemicu asma universal. Maksudnya, bahwa sebagian besar penderita asma, jika terekspos udara dingin cukup lama, akan merasakan munculnya beberapa gejala asma. Mereka mungkin, ketika menderita infeksi pernapasan yang signifikan, juga mulai merasakan batuk dan mengi yang meningkat pada malam hari, misalnya. Sekarang, bawa penderita asma dan ekspos mereka dengan kucing atau regweed. Bila mereka tidak memiliki alergi terhadap kucing atau ragweed, tidak akan ada gejala pernapasan sama sekali, sedangkan penderita asma yang alergi terhadap kucing atau ragweed, akan, jika pajanan cukup kuat akan berkembang gejala asma. Pertama kali, mereka mungkin merasakan mata gatal, diikuti dengan hidung meler, dan mungkin juga mengi dan batuk. Alergen bukan penyebab asma tapi pemicu (pemicu alergi) untuk simptomatologi asma. Pajanan untuk mengetahui alergen pada seseorang yang menderita asma dan alergi dapat menjadi pemicu gejala asma.

Meskipun asma berbeda dari alergi, diagnosa ganda bukanlah hal biasa, khususnya pada anak-anak dan remaja. Penelitian yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa antara 60% dan 80% anak-anak penderita asma juga memiliki alergi. Seseorang dari usia berapapun dengan alergi yang signifikan lebih mungkin menderita asma dibandingkan tanpa gejala alergi sama sekali. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang alergi terhadap kacang tanah atau ikan sejak ia toddler (usia 12 sampai 36 bulan), misalnya, tidak otomatis juga memiliki asma. Orang dewasa yang alergi terhadap antibiotik sulfa sama halnya, tidak pasti menderita asma. Pertimbangkan kasus berikut ini, seorang remaja putri berusia 17 tahun, penderita asma dan alergi terhadap pohon polen. Setiap musim semi, saat pohon polen berbunga, ia mengalami batuk, dada terasa sesak, dan mengi yang memerlukan peningkatan dan pengaturan obat hirup asmanya. Keduanya, anak laki-laki dan remaja putri tersebut memiliki alergi, tetapi tidak keduanya memiliki asma. Mereka, masing-masing memiliki diagnosis alergi saja, sedangkan remaja putri berusia 17 tahun itu memiliki diganosis ganda, asma dan alergi, dengan alergen spesifik (pohon polen) yang berperan sebagai salah satu dari pemicu asmanya yang teridentifikasi. Asmanya tidak disebabkan oleh alerginya tetapi gejala asmanya jelas dipicu dan dieksaserbasi oleh pohon polen tiap musim semi.

Penyebab Asma | Mencegah Asma

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.