Kandungan Nutrisi yang Memperberat Kegagalan Fungsi Ginjal

Saat salah satu organ penting tubuh kita mengalami gangguan serius, berbagai tata laksana dan pengaturan diet tentu menjadi prioritas untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut. Misalnya saja ginjal yang berperan penting menyaring racun. Bila fungsi ginjal terganggu, maka zat sisa termasuk racun yang harus dibuang melalui urin, akan menumpuk dan beredar bersama aliran darah. Sulitnya pengeluaran racun ini dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi tubuh lainnya, sehingga salah satu cara menghindari tertimbunnya racun adalah dengan mewaspadai jenis makanan dan asupan cairan yang dikonsumsi penderita.

Substansi atau zat apa saja yang cenderung sukar dikeluarkan oleh ginjal yang mengalami penurunan fungsi? Protein, kalium, natrium dan fosfor merupakan substansi makanan yang sukar dicerna oleh ginjal yang mengalami gangguan fungsi.

Apa yang akan terjadi bila penderita gagal ginjal kronik mengkonsumsi makanan dengan kadar prtotein yang dalam jumlah seperti orang pada umumnya, seperti pada daging, ikan, telur dan produk susu? Bila sisa metabolisme protein dalam tubuh yang diukur sebagai ‘blood urea nitrogen’ / BUN, didapatkan pada tingkat yang tinggi dalam darah, akan menyebabkan penderita merasa mual, muntah, kehilangan nafsu makan dan merasa letih.

Lain halnya dengan makanan tinggi kalium seperti alpukat, asparagus, buah bit, kacang polong kering, kentang, ubi, labu, tomat, pisang, melon, aprikot, buah-buahan yang dikeringkan / manisan, jeruk sitrun, pepaya, kacang-kacangan, coklat, jus, susu dan yoghurt, yang bila tertumpuk dalam tubuh penderita (kadar kalium darah diatas normal) dapat menyebabkan gangguan irama jantung hingga gangguan fatal yaitu jantung berhenti.

Kegagalan fungsi ginjal menyebabkan kelebihan garam atau natrium sukar dikeluarkan dari dalam tubuh, sehingga penderita sering merasa haus dan terjadi penimbunan cairan dalam tubuh. Beberapa makanan tinggi natrium yang hendaknya dihindari antara lain garam meja, semua bumbu dengan kandungan garam, daging olahan, makanan beku, makanan kaleng, acar, produk susu, keripik, dan kacang-kacangan. Perhatikanlah label kandungan makanan saat Anda ingin membeli makanan di swalayan.

Komponen lain yang dapat memperberat kerja ginjal yang telah menurun fungsinya adalah makanan tinggi fosfat yang terdapat dalam produk susu, kacang-kacangan, gandum, kacang polong kering, minuman bersoda dan coklat. Tingginya kadar fosfat dalam darah pada penderita gagal ginjal kronik dapat mempengaruhi kepadatan tulang, sehingga mudah patah. Oleh karena itu, penderita gagal ginjal kronik biasanya mengkonsumsi suplemen pengikat fosfat yaitu kalsium dan calcitriol.

Dari semua komponen kandungan makanan yang dapat memperberat kerja fungsi ginjal, tentu penderita juga harus memperhatikan asupan kalori, seperti karbohidrat, lemak, dan gula dalam jumlah yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan energi dalam tubuh.

Modifikasi Gaya Hidup

Saat salah satu organ penting tubuh kita mengalami gangguan serius,

berbagai tata laksana dan pengaturan diet tentu menjadi prioritas

untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut. Misalnya saja ginjal

yang berperan penting menyaring racun. Bila fungsi ginjal terganggu,

maka zat sisa termasuk racun yang harus dibuang melalui urin, akan

menumpuk dan beredar bersama aliran darah. Sulitnya pengeluaran racun

ini dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi tubuh lainnya,

sehingga salah satu cara menghindari tertimbunnya racun adalah dengan

mewaspadai jenis makanan dan asupan cairan yang dikonsumsi penderita.

Substansi atau zat apa saja yang cenderung sukar dikeluarkan oleh

ginjal yang mengalami penurunan fungsi? Protein, kalium, natrium dan

fosfor merupakan substansi makanan yang sukar dicerna oleh ginjal

yang mengalami gangguan fungsi.

Apa yang akan terjadi bila penderita gagal ginjal kronik mengkonsumsi

makanan dengan kadar prtotein yang dalam jumlah seperti orang pada

umumnya, seperti pada daging, ikan, telur dan produk susu? Bila sisa

metabolisme protein dalam tubuh yang diukur sebagai ‘blood urea

nitrogen’ / BUN, didapatkan pada tingkat yang tinggi dalam darah,

akan menyebabkan penderita merasa mual, muntah, kehilangan nafsu

makan dan merasa letih.

Lain halnya dengan makanan tinggi kalium seperti alpukat, asparagus,

buah bit, kacang polong kering, kentang, ubi, labu, tomat, pisang,

melon, aprikot, buah-buahan yang dikeringkan / manisan, jeruk sitrun,

pepaya, kacang-kacangan, coklat, jus, susu dan yoghurt, yang bila

tertumpuk dalam tubuh penderita (kadar kalium darah diatas normal)

dapat menyebabkan gangguan irama jantung hingga gangguan fatal yaitu

jantung berhenti.

Kegagalan fungsi ginjal menyebabkan kelebihan garam atau natrium

sukar dikeluarkan dari dalam tubuh, sehingga penderita sering merasa

haus dan terjadi penimbunan cairan dalam tubuh. Beberapa makanan

tinggi natrium yang hendaknya dihindari antara lain garam meja, semua

bumbu dengan kandungan garam, daging olahan, makanan beku, makanan

kaleng, acar, produk susu, keripik, dan kacang-kacangan. Perhatikanlah label kandungan makanan saat Anda ingin membeli makanan

di swalayan.

Komponen lain yang dapat memperberat kerja ginjal yang telah menurun

fungsinya adalah makanan tinggi fosfat yang terdapat dalam produk

susu, kacang-kacangan, gandum, kacang polong kering, minuman bersoda

dan coklat. Tingginya kadar fosfat dalam darah pada penderita gagal

ginjal kronik dapat mempengaruhi kepadatan tulang, sehingga mudah

patah. Oleh karena itu, penderita gagal ginjal kronik biasanya

mengkonsumsi suplemen pengikat fosfat yaitu kalsium dan calcitriol.

Dari semua komponen kandungan makanan yang dapat memperberat kerja

fungsi ginjal, tentu penderita juga harus memperhatikan asupan

kalori, seperti karbohidrat, lemak, dan gula dalam jumlah yang

seimbang untuk memenuhi kebutuhan energi dalam tubuh.

This entry was posted in Penyakit Ginjal. Bookmark the permalink.