Kanker Nasofaring

Definisi Kanker Nasofaring

Nasofaring adalah daerah tersembunyi yang terletak di belakang hiudng dan berhubungan dengan banyak daerah penting di otak dan leher. Bentuknya seperti kubus. Bagian depan nasofaring berbatasan dengan rongga hidung. Bagian atas berbatasan dengan dasar tengkorak, sedangkan bagian bawahnya langit-langit dan rongga mulut.

Lalu, apakah kanker nasofaring itu? Kanker nasofaring adalah keganasan sel yang tumbuh di rongga belakang hidung, di belakang langit-langit rongga mulut, dan sangat mudah menyebar ke mata, telinga, kelenjar leher, dan otak. Mengapa penyebaran keganasannya mengarah ke organ-organ tersebut? Karena letaknya memang dekat dengan hidung, telinga, dan lubang di dasar tengkorak tempat keluarnya saraf yang mengatur gerak bola mata, kelopak mata, dan lidah sebagai fungsi menelan.

Kanker nasofaring adalah kanker di daerah kepala dan leher yang paling banyak ditemukan di Indonesia ataupun Asia Tenggara. Kanker ini merupakan kanker nomor satu di bidang THT (Telinga – Hidung – Tenggorokan). Kanker nasofaring atau karsinoma nasofaring (KNF) dapat terjadi pada setiap kelompok usia. Paling sering menyerang orang-orang di kelompok usia 45 – 54 tahun. Sebaliknya, sangat jarang dijumpai pada kelompok usia di bawah 20 tahun. Jumlah penderita laki-laki lebih banyak darupada jumlah penderita perempuan. Perbandingannya antara 2 – 3 : 1.

Berdasarkan data diketahui bahwa kanker nasofaring merupakan keganasan tertinggi yang ditemukan di antara seluruh keganasan kepala hingga leher di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta (tercatat sekitar 28,53% atau 948 dari 3.344 kasus pada tahun 2000 – 2005). Kanker nasofaring termasuk kelompok lima besar tumor ganas yang sering dijumpai di Indonesia bersama dengan kanker payudara, kanker leher rahim / kanker serviks, kanker paru-paru, dan kanker kulit. Angka kejadiannya di Indonesia sekitar 4,7 per 100 ribu.

Yang menarik, etnis Tionghoa tercatat leih rentan terkena penyakit kanker nasofaring jika dibandingkan dengan etnis lain. Entah kenapa kanker nasofaring lebih banyak menyerang warga Tionghoa, baik yang tingga di negara asalnya maupun yang menetap di negara perantauannya. Penyebab pastinya sampai sekarang belum jelas benar. Akan tetapi, kemungkinan hal ini berkaitan dengan faktor genetis yang belum sepenuhnya bisa dipahami. Pada kenyataannya, kanker nasofaring memang lebih banyak dijumpai pada ras Mongoloid, yaitu penduduk China bagian Selatan, Hong Kong, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Sementara ras kulit putih jarang yang terkena penyakit ini.

Data lain menunjukkan bahwa sekitar 70% dari benjolan di leher bagian atas adalah kanker nasofaring. Sayangnya hampir semua orang tidak memedulikan fakta itu. Apa boleh buat? Pemahaman masyarakat tentang kanker nasofaring memang masih rendah. Maka sosialisasi perihal penyakit tersebut serta berbagai upaya pencegahan dan penyembuhan / pengobatannya wajib dilakukan secara lebih intensif oleh pihak-pihak terkait. Tujuannya agar lebih banyak kasus yang bisa dideteksi dini sehingga persentase kesembuhannya pun dapat meningkat.

Home | Penyebab Kanker Nasofaring

This entry was posted in Kanker Nasofaring. Bookmark the permalink.