Komplikasi Diabetes

Berbagai Komplikasi Diabetes yang Sering Terjadi

Jangan meremehkan diabetes. Diabetes yang tidak ditangani dengan baik pasti akan berakibat komplikasi di kemudian hari. Mengobati komplikasi yang sudah terjadi akan menghabiskan banyak biaya dan komplikasi pun tidak akan hilang. Mencegah komplikasi hanya bisa lewat pengendalian gula darah secara disiplin.

Komplikasi diabetes tergantung pada lamanya Anda mengidap diabetes, gula darah terkendali dengan baik atau tidak, dan apakah HbA1c sudah dibawab 6.5%. Juga ada pengaruh faktor berat badan, tekanan darah, lemak darah, diet, dan berolahraga. Semua organ tubuh dapat terkena komplikasi, seperti mata, paru, jantung, hati, ginjal, saluran cerna, saraf, kulit, luka borok di kaki, dan stroke.

Komplikasi pada mata akibat diabetes ada tiga macam. Yang pertama katarak, yaitu lensa menjadi keruh. Ini bisa diobati dengan operasi ganti lensa. Komplikasi kedua adalah glaukoma, yaitu tekanan bola mata yang tinggi. Ini juga bisa ditangani dengan obat dan pembedahan. Yang terakhir adalah retinopati, yaitu kerusakan pembuluh darah retina akibat kontrol gula darah yang buruk. Ini bisa dicegah dengan pengendalian gula yang baik, dan sebagian bisa diobati. Jadi, perlu pencegahan dini supaya tidak jadi buta.

Pengendalian gula yang baik bisa menghindari kerusakan ginjal. Penyebab kerusakan ginjal biasanya karena gula darah yang tidak terkontrol, tekanan darah yang tinggi, kelebihan lemak darah, atau kebiasaan merokok.

Pasien diabetes perlu minum obat atau suntik insulin untuk mengendalikan gula darahnya. Jika obat dihentikan atau minumnya tidak teratur, gula darah yang naik turun tidak karuan, tidak terkendali dengan baik, justru berakibat kerusakan dinding pembuluh darah termasuk saringan ginjal.

Jika tekanan darah bisa diturunkan sampai dibawah 130/85 mmHg, gula darah terkontrol baik dengan HbA1c tidak lebih dari 6.5%, diet dan olahraga dilakukan dengan disiplin, kemungkinan gagal ginjal bisa ditunda, bahkan dapat dihindari.

Pasien diabetes yang disertai dengan tekanan darah yang tinggi, lebih mudah mengalami komplikasi pada jantung, ginjal, otak, dan mata. Tekanan darah penderita diabetes harus dibawah 130/85 mmHg. Bila ada gangguan ginjal, dianjurkan tekanan darah lebih rendah lagi.

Pasien diabetes tidak harus minum obat kuat. Kunci utama pengobatan impotensi adalah kontrol diabetes yang baik, dengan diet yang benar, olahraga teratur, ditambah obat untuk memperbaiki aliran darah dan kerja saraf. Istri, keluarga, dan rekan kerja kerap kali perlu dilibatkan untuk membantu memberikan dukungan agar penyebab psikologis bisa dikurangi. Obat kuat yang beredar tanpa resep dokter bisa membahayakan.

Wanita dengan diabetes diperbolehkan hamil, selama gula darah terkontrol dengan baik, maka kesehatan ibu dan janin bisa terpelihara dengan baik. Komplikasi lantaran persalinan pun bisa dihindari.

Kecepatan sembuhnya luka bergantung pada bagaimana keadaan pembuluh darahnya. Jika saraf dan peredaran darah belum terganggu, daya tahan tubuhnya akan lebih baik, maka luka Anda akan sembuh lebih cepat.

Ada yang beranggapan bahwa pasien diabetes yang terkena sakit liver bakalan gawat, karena orang sakit liver harus makan gula, sedangkan dia ada sakit kencing manis. Sebenarnya pendapat ini keliru. Makanan kita sehari-hari, misalnya nasi, semuanya mengandung gula. Yang penting adalah mengatur jumlah dan jenis makanan, sesuaikan dengan jumlah kalori yang dibutuhkan, serta bagaimana kondisi dan komplikasi dari diabetes.

Umur sudah terlalu tua, diabetes tidak perlu diurus lagi. Pasien tua justru harus lebih diperhatikan. Selain nafsu makan berkurang dan badan terasa lemah, berta badan lebih banyak turun ketimbang jadi obesitas. Wanita tua sering terkena infeksi saluran kemih, sedang yang pria mengeluh masalah prostat. Komplikasi pada penderita diabetes yang sudah tua biasanya lebih banyak dan lebih berat.

Merokok bukan hanya bahaya bagi paru dan bisa menyebabkan kanker, tapi juga merusak dinding pembuluh darah, serta mengganggu peredaran darah jantung, otak, dan tungkai bawah. Merokok menaikkan tekanan darah. Merokok juga menyebabkan resistensi insulin, sehingga gula darah dapat meningkat. Karenanya, pasien diabetes harus berhenti merokok.

Kontrol Gula Darah pada Penderita Diabetes

Jangan meremehkan diabetes. Diabetes yang tidak ditangani dengan baik

pasti akan berakibat komplikasi di kemudian hari. Mengobati

komplikasi yang sudah terjadi akan menghabiskan banyak biaya dan

komplikasi pun tidak akan hilang. Mencegah komplikasi hanya bisa

lewat pengendalian gula darah secara disiplin.

Komplikasi diabetes tergantung pada lamanya Anda mengidap diabetes,

gula darah terkendali dengan baik atau tidak, dan apakah HbA1c sudah

dibawab 6.5%. Juga ada pengaruh faktor berat badan, tekanan darah,

lemak darah, diet, dan berolahraga. Semua organ tubuh dapat terkena

komplikasi, seperti mata, paru, jantung, hati, ginjal, saluran cerna,

saraf, kulit, luka borok di kaki, dan stroke.

Komplikasi pada mata akibat diabetes ada tiga macam. Yang pertama

katarak, yaitu lensa menjadi keruh. Ini bisa diobati dengan operasi

ganti lensa. Komplikasi kedua adalah glaukoma, yaitu tekanan bola

mata yang tinggi. Ini juga bisa ditangani dengan obat dan pembedahan.

Yang terakhir adalah retinopati, yaitu kerusakan pembuluh darah

retina akibat kontrol gula darah yang buruk. Ini bisa dicegah dengan

pengendalian gula yang baik, dan sebagian bisa diobati. Jadi, perlu

pencegahan dini supaya tidak jadi buta.

Pengendalian gula yang baik bisa menghindari kerusakan ginjal.

Penyebab kerusakan ginjal biasanya karena gula darah yang tidak

terkontrol, tekanan darah yang tinggi, kelebihan lemak darah, atau

kebiasaan merokok.

Pasien diabetes perlu minum obat atau suntik insulin untuk

mengendalikan gula darahnya. Jika obat dihentikan atau minumnya tidak

teratur, gula darah yang naik turun tidak karuan, tidak terkendali

dengan baik, justru berakibat kerusakan dinding pembuluh darah

termasuk saringan ginjal.

Jika tekanan darah bisa diturunkan sampai dibawah 130/85 mmHg, gula

darah terkontrol baik dengan HbA1c tidak lebih dari 6.5%, diet dan

olahraga dilakukan dengan disiplin, kemungkinan gagal ginjal bisa

ditunda, bahkan dapat dihindari.

Pasien diabetes yang disertai dengan tekanan darah yang tinggi, lebih

mudah mengalami komplikasi pada jantung, ginjal, otak, dan mata.

Tekanan darah penderita diabetes harus dibawah 130/85 mmHg. Bila ada

gangguan ginjal, dianjurkan tekanan darah lebih rendah lagi.

Pasien diabetes tidak harus minum obat kuat. Kunci utama pengobatan

impotensi adalah kontrol diabetes yang baik, dengan diet yang benar,

olahraga teratur, ditambah obat untuk memperbaiki aliran darah dan

kerja saraf. Istri, keluarga, dan rekan kerja kerap kali perlu

dilibatkan untuk membantu memberikan dukungan agar penyebab

psikologis bisa dikurangi. Obat kuat yang beredar tanpa resep dokter

bisa membahayakan.

Wanita dengan diabetes diperbolehkan hamil, selama gula darah

terkontrol dengan baik, maka kesehatan ibu dan janin bisa terpelihara

dengan baik. Komplikasi lantaran persalinan pun bisa dihindari.

Kecepatan sembuhnya luka bergantung pada bagaimana keadaan pembuluh

darahnya. Jika saraf dan peredaran darah belum terganggu, daya tahan

tubuhnya akan lebih baik, maka luka Anda akan sembuh lebih cepat.

Ada yang beranggapan bahwa pasien diabetes yang terkena sakit liver

bakalan gawat, karena orang sakit liver harus makan gula, sedangkan

dia ada sakit kencing manis. Sebenarnya pendapat ini keliru. Makanan

kita sehari-hari, misalnya nasi, semuanya mengandung gula. Yang

penting adalah mengatur jumlah dan jenis makanan, sesuaikan dengan

jumlah kalori yang dibutuhkan, serta bagaimana kondisi dan komplikasi

dari diabetes.

Umur sudah terlalu tua, diabetes tidak perlu diurus lagi. Pasien tua

justru harus lebih diperhatikan. Selain nafsu makan berkurang dan

badan terasa lemah, berta badan lebih banyak turun ketimbang jadi

obesitas. Wanita tua sering terkena infeksi saluran kemih, sedang

yang pria mengeluh masalah prostat. Komplikasi pada penderita

diabetes yang sudah tua biasanya lebih banyak dan lebih berat.

Merokok bukan hanya bahaya bagi paru dan bisa menyebabkan kanker,

tapi juga merusak dinding pembuluh darah, serta mengganggu peredaran

darah jantung, otak, dan tungkai bawah. Merokok menaikkan tekanan

darah. Merokok juga menyebabkan resistensi insulin, sehingga gula

darah dapat meningkat. Karenanya, pasien diabetes harus berhenti

merokok.

This entry was posted in Diabetes. Bookmark the permalink.