Mengapa Parkinson menjadi Lebih Buruk?

Parkinson menjadi lebih buruk karena jumlah sel yang mati bertambah, prosesnya dijelaskan dalam bagian ini. Terdapat 100 miliar neuron dalam otak. Untuk setiap sel saraf terdapat, mungkin, sel pendukung yang 10 kali lebih banyak, disebut sel glial, yang membawa oksigen dan senyawa kimia yang diperlukan ke sel-sel saraf. Semua sel dalam badan, termasuk otak, mempunyai bagian yang disebut organela. Organela sel termasuk nukleus, “otak” sel, yang berisi DNA sel (gen).

Neuron didesain untuk melakukan tugas khusus oleh gennya, tetapi mudah mati. Ada beberapa penyebab neuron mati: neuron mungkin dibunuh oleh penyebab infeksi seperti virus; mungkin dibunuh oleh racun seperti besi, kalsium, mangan, dan nitrogen oksida; atau dibunuh oleh kekurangan oksigen (atau terlalu banyak oksigen). Sel-sel saraf dapat juga “bunuh diri”: neuron dapat mengawali program bunuh diri yang sudah ada dalam semua sel-sel. Program ini, disebut apoptosis, dan sebagian dikendalikan oleh gen dan sebagian oleh faktor dari luar. Ini adalah salah satu teori populer seperti mengapa neuron mati, namun hasil penelitian mutakhir meninggalkan apoptosis sebagai penyebab kematian sel dalam parkinson.

Apakah sel dibunuh oleh infeksi atau racun, secara genetik mudah diserang, atau melakukan bunuh diri, para peneliti banyak yang memfokuskan pada mitokondria, “pembangkit tenaga” dari sel. Jumlah mitokondria bervariasi dari beberapa lusin sampai beberapa ribu, tergantung pada sel dan kebutuhannya akan energi. Mitokondria terutama mati karena kurang nutrisi atau kurang penggantian bagian-bagiannya. Karena mengambil energi dari molekul makanan, seperti lemak dan gula, mitokondria menggunakan oksigen untuk menghasilkan senyawa bahan bakar kimia dasar yang disebut ATP, “bensin” yang menyediakan daya untuk sebagian besar aktivitas sel. Terdapat pembawa yang disebut kompleks dalam mitokondria yang menggunakan oksigen yang terlarut dalam sel untuk mengambil energi dari lemak dan gula. Pembawa berbeda diperoleh dari beberapa vitamin B.

Pada manusia, 100% mitokondria Anda berasal dari ibu Anda, karena hanya mitokondria dan gennya yang diturunkan ke telur yang dibuahi. Gen mitokondria lebih stabil dan lebih tahan terhadap perubahan daripada gen dalam inti sel. Proses menghasilkan energi dalam sel, seperti proses dari menghasilkan energi untuk industri, mengakibatkan dihasilkannya produk racun, atau polutan. Seperti industri, sel harus menyingkirkan polutan sehingga lingkungannya, terutama lingkungan di dalam dan di luar mitokondria, tidak keracunan. Produk beracun yang dihasilkan di dalam mitokondria adalah jenis senyawa kimia reaktif yang disebut radikal bebas, dan mempunyai kemampuan untuk menyerang komponen sel normal.

Antioksidan adalah senyawa kimia yang “menetralkan” radikal bebas dan memainkan peran penting dalam melindungi mitokondria dan bagian sel yang lain. Antioksidan terdiri dari serangkaian enzim, masing-masing spesifik untuk radikal bebas spesifik. Kerja dari enzim dibantu oleh penambahan scavenger (pelahap) radikal bebas seperti Vitamin C dan E, glutation, dan Koenzim Q10. Bila pelahap radikal bebas gagal dan jumlah radikal bebas dalam sel bertambah, perubahan dalam protein seperti alfa sinuklein mungkin terjadi, menyebabkan senyawa ini berkumpul dan menggumpal, mengubah fungsinya dan mengakibatkan kematian. Kematian sel oleh apoptosis diperlukan untuk menghancurkan sel-sel yang mengancam integritas badan, seperti sel-sel yang terinfeksi virus. Belum jelas apakah proses ini relevan untuk kematian sel yang berkaitan dengan perkembangan parkinson.

Apakah Parkinson Adalah Penyakit yang Progresif? | Apakah Zat Besi Memperburuk Parkinson?

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.