Menghadapi Migrain Lebih Baik di Tempat Kerja

Sebagaimana migrain bisa sangat mempengaruhi hubungan Anda dengan anggota keluarga, orang tercinta, dan teman-teman, nyeri sakit kepala juga dapat memiliki efek besar terhadap kemampuan Anda untuk bekerja dengan baik di tempat kerja. Faktanya, efek dari migrain di tempat kerja sangat besar, menghabiskan biaya ekonomi hingga miliaran dolar setiap tahun akibat hilangnya hari kerja dan pengangguran. Secara kasar, sekitar 10%-20% penderita migrain tidak bekerja terkait dengan sulitnya bekerja bagi mereka, dan presentase yang lebih tinggi terhadap jumlah pengangguran itu lebih besar dalam populasi umum di Amerika Serikat.

Orang-orang yang menderita migrain kronis seringkali mengalami kesulitan bernegosiasi dengan tuntutan di kantor, ketakutan kehilangan terlalu banyak hari kerja, kesulitan mempertahankan konsentrasi kerja dengan efisien atau merasa bahwa hubungan mereka dengan rekan kerja menjadi negatif akibat migrain. Anda juga mungkin menghindari acara sosial terkait pekerjaan atau konferensi karena serangan atau ketakutan terhadap serangan migrain. Selama episode migrain, Anda mungkin merasa bahwa kemampuan Anda untuk berinteraksi dengan rekan, pemimpin atau klien menjdi terganggu. Konsekuensi dari hal ini bahwa Anda merasa bahwa kinerja atau evaluasi kerja Anda sangat terpengaruh.

Sebenarnya, ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk meminimalisir risiko dari serangan migrain di tempat kerja, sekaligus cara untuk menurunkan tingkat stres Anda. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengidentifikasi pemicu di tempat kerja. Salah satu pemicu yang paling umum di tempat kerja adalah kurangnya pencahayaan. Cahaya harusnya cukup terang bagi Anda untuk dapat melihat dengan jelas, cahaya terang atau lampu fluorescent yang terlalu terang di atas kepala dapat menjadi masalah potensial. Anda mungkin perlu menggunakan lampu meja atau bahkan lampu lantai. Anda juga mungkin dapat mengamati cahaya terang dari layar komputer jika Anda bekerja menggunakan komputer, dan waspadai postur Anda jika memiliki tendensi untuk duduk dalam waktu yang lama. Perhatikan tekanan di bagian punggung atas atau leher, dan pastikan untuk beristirahat dan meregangkan tubuh beberapa kali setiap hari.

Jangka waktu istirahat singkat yang diambil setiap beberapa jam dapat sangat membantu untuk mengurangi tekanan pada otot dan stres emosi secara keseluruhan. Berjalan di sekitar kantor, ambil segelas air, atau mungkin mempraktikkan beberapa teknik pernapasan sederhana atau relaksasi. Anda dapat duduk di meja atau pergi ke tempat yang tenang dan mengambil napas dalam-dalam selama beberapa menit. Anda juga dapat mempraktikkan beberapa latihan peregangan yang mudah untuk meregangkan otot leher dan bahu.

Anda harus selalu menyediakan obat-obatan untuk berjaga-jaga jika terjadi migrain selama bekerja. Selalu bawa obat Anda ke kantor, atau ke manapun lokasi Anda bekerja. Pada saat awal serangan sakit kepala, beristirahat, berusaha untuk tenang atau pergi ke tempat yang tenang untuk beristirahat, jika memungkinkan. Waspadai rapat atau konferensi dalam waktu panjang, yang kemungkinan dapat menjadi sumber stres bagi Anda. Lakukan apa yang dapat Anda lakukan untuk rileks dan praktikkan beberapa teknik yang digambarkan dalam buku ini. Juga, tidak makan pada waktunya dapat menjadi pemicu, pastikan Anda makan tepat waktu dan tidak telat makan siang atau makan malam karena tuntutan kerja.

Akhirnya, Anda dapat mengecek pada perusahaan atau bagian sumber daya di kantor, untuk mengetahui mereka menyediakan akomodasi tertentu untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi Anda.

Keputusan untuk memberitahu perusahaan tempat Anda bekerja mengenai migrain yang Anda alami, adalah keputusan pribadi yang banyak menjadi pergulatan bagi penderita migrain. Jika Anda merasa bahwa kinerja Anda sangat penting dan fungsi kerja menjadi terganggu oleh seringnya serangan migrain, Anda mungkin perlu berbicara dengan seseorang di kantor mengenai hal tersebut. Seringkali penderita migrain merasa khawatir bahwa orang lain akan berpikir mereka hanya malas, tidak kompeten atau menyembunyikan masalah medis atau psikologis. Jika memang hal ini yang terjadi, sangat layak jika Anda tidak hanya memberitahukan, namun juga mendidik tempat kerja atau rekan kerja Anda mengenai migrain dan konsekuensinya, terutama dampaknya terhadap kinerja dalam pekerjaan.

Banyak tempat kerja sekarang mulai memahami migrain, dan sebagian besar bersedia untuk mengakomodasi para pegawai yang mengalami migrain. Para warg Amerika Serikat melalui Disabilities Act yang disetujui oleh Kongres AS tahun 1990, menyatakan bahw atempat kerja harus memberikan “akomodasi yang sesuai” untuk seorang pekerja untuk memiliki waktu kerja yang fleksibel atau paruh waktu, memperbolehkan perubahan pencahayaan atau temperatur. Jika hal itu tidak mengganggu lingkungan kerja dari pegawai yang lain, atau memperbolehkan pekerja mengambil waktu istirahat atau tidak masuk, jika diperlukan.

Namun, seringkali migrain dianggap sebagai “penyakit yang tak tampak”, yaitu masalah medis yang tidak dapat “dilihat” secara objektif oleh orang lain, terkadang Anda perlu mendidik tempat kerja Anda mengenai migrain. Hal ini mungkin berarti memberikan informasi bahwa migrain adalah penyakit neurologis yang sah. Sebuah laporan atau surat dari dokter dan materi tertulis mengenai migrain mungkin bisa berguna. Anda dan pimpinan di tempat kerja mungkin akan lebih lega setelah hal ini didiskusikan. Di masa depan, Anda mungkin tidak akan merasa malu lagi ketika tidak masuk kerja, atau tidak lagi khawatir karena dianggap sebagai karyawan yang tak lagi ambisius.

Berbicara dengan pimpinan di tempat kerja dapat menjadi sangat sulit dan penuh tekanan. Jika supervisor Anda memahami migrain, maka akan lebih mudah bagi Anda mendiskusikannya. Ketika berdiskusi dengan pimpinan, maka lakukan secara langsung dan jujur. Periksa alasan-alasan Anda mengapa ingin berbicara dengan pimpinan. Jika Anda merasa tidak puas dengan beberapa aspek dari pekerjaan Anda, hati-hati untuk tidak menggunakan sakit kepala Anda sebagai cara untuk menghindari pekerjaan. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Anda mungkin perlu membawa surat dari neurolog atau membuat materi bacaan mengenai migrain yang sesuai. Bersama-sama, Anda dapat mencapai kesepakatan terhadap akomodasi apa yang dapat diberikan untuk lingkungan kerja yang lebih baik.

Anda tidak dapat dipecat karena mengalami migrain. Migrain adalah gangguan medis yang sah, dan penderita migrain dilindungi oleh American Disabilities Act (ADA) yang diresmikan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1990. ADA “menghalangi diskriminasi terhadap individu yang memenuhi kualifikasi yang difabel”. Agar dapat terlindungi oleh ADA, maka Anda harus bisa menunjukkan bahwa Anda “difabel” dan “memenuhi kualifikasi” untuk menjalankan fungsi kerja dengan atau tanpa akomodasi yang sesuai. ADA mendefinisikan difabel sebagai “kekurangan fisik atau mental, yang secara subtansial membatasi satu atau lebih aktivitas dalam kehidupan sebagai individu, catatan sebagai penurunan kondisi, atau yang dianggap memiliki seperti sebuah penurunan kondisi”.

Sebagai seorang penderita migrain, Anda mungkin mengalami sendiri berbagai batasan akibat serangan migrain dapat membebani Anda, termasuk penurunan kemampuan untuk berkomunikasi, berpikir, berkonsentrasi, atau melakukan sesuai secara efektif dan memadai. Namun, mengalami migrain bukan berarti secara otomatis membuat seseorang dapat diklasifikasikan sebagai seseorang yang difabel. Harus dilakukan pemeriksaan tingkat keparahan dari migrain dan dampaknya terhadap kehidupan penderita; dan jika diterima sebagai kriteria dari difabel, pekerja harus tetap dapat melakukan fungsi kerja dengan akomodasi yang disesuaikan dari tempatnya bekerja. Migrain sangat beragam dari setiap orang, dan setiap kasus difabel terhdap migrain harus dievaluasi secara individu. Pemeriksaan harus berasal dari dua sisi yaitu tingkat keparahan dan potensi akomodasi untuk pekerja oleh tempatnya bekerja.

Menipu Melalui Migrain | Obat-obatan Komplementer dan Alternatif untuk Migrain

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.