Mengurangi Resiko Jantung Rusak (Bagian 1)

Tahukah Anda bahwa gangguan kardiovaskuler (penyakit jantung) bertanggung jawab terhadap hampir dua kali lebih banyak kematian dibandingkan semua jenis penyakit kanker? Penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian utama di kota-kota besar seperti Jakarta, dengan jumlah pasien yang setiap tahun meningkat. Akan tetapi walaupun penyakit itu mematikan, bukan berarti tidak bisa dicegah kedatangannya, masih ada berbagai cara untuk mencegah gangguan penyakit jantung yang mematikan, salah satunya adalah dengan pola hidup sehat.

Menghindari faktor resiko adalah hal yang paling penting agar penyakit ini tidak semakin parah dan merusak jantung Anda. Perawatan terbaik adalah ketika mulai satu jam pada awal gejala terdeteksi. Kondisi jantung masih dapat diperbaiki jika ditangani lebih awal. Bagi Anda yang berusia 20-50 tahun dan memiliki resiko terkena penyakit jantung, berikut ini 10 cara mengurangi resiko mengalami serangan jantung atau stroke.

A. Meminimalkan Resiko

Penyakit jantung dan stroke bisa dicegah jika Anda tahu resiko dan bagaimana cara menurunkannya. Bicarakan dengan dokter tentang kesehatan jantung Anda dan faktor-faktor apa saja yang meningkatkan peluang munculnya penyakit jantung. Untuk mengurangi resiko penyakit ini, Anda bisa melakukan diet, olahraga rutin dan menerapkan pola hidup sehat. Sedang aspek umur, jenis kelamin dan keturunan tidak dapat menghindarkan Anda dari resiko penyakit jantung, namun dengan menyadari pentingnya kesehatan adalah cara terbaik untuk meminimalkan resiko penyakit ini.

B. Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Wanita dengan kelebihan lemak di tubuh, khususnya di sekitar pinggang, memiliki resiko mengalami sakit jantung. Selain itu, kelebihan berat badan akan meningkatkan resiko Anda mengalami banyak masalah kesehatan, termasuk penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, trigliserida tinggi, dan diabetes. Konsultasilah dengan ahli gizi dan kesehatan yang telah berlisensi profesional, rencanakan diet untuk membantu menurunkan berat badan Anda.

C. Rajin Menggerakkan Tubuh

Selain diet sehat, lakukan juga aktivitas fisik secara teratur. Gerakan tubuh seperti halnya olahraga teratur selain membantu membakar kalori juga membantu mempertahankan berat badan Anda tetap ideal. Bermanfaat untuk pergerakan organ-organ penting tubuh Anda seperti otot, tulang, otak dan jantung. Luangkan waktu setidaknya 30 menit setiap hari untuk berolahraga, berjalan-jalan, naik sepeda atau melakukan hobi berkebun.

D. Kurangi Stres

Stres yang kronis dapat merusak kesehatan Anda. Munculnya stres mendorong Anda untuk makan berlebihan, tidur tidak teratur, minum minuman beralkohol dan merokok. Jika ingin sehat, maka Anda harus mendisiplinkan diri untuk dapat menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi seimbang, olahraga untuk meredakan stres dan dapatkan dukungan emosional dari keluarga, kerabat dan teman-teman dekat Anda. Segala aspek kehidupan Anda yang berubah lebih baik ini akan mengurangi kecenderungan Anda mengalami stres.

E. Berhenti Merokok

Merokok adalah penyebab kematian terbesar di seluruh dunia yang tidak bisa dicegah. Merokok meningkatkan resiko penyakit dan kematian akibat serangan jantung, stroke dan lainnya. Jika Anda berhenti merokok, maka resiko penyakit jantung dan stroke akan berkurang, resiko penyakit jantung bawaan secara bertahap akan berhenti dalam waktu satu hingga dua tahun. Segeralah mengeraskan hati dan mendisiplinkan diri untuk segera berhenti merokok demi kesehatan Anda.

F. Menurunkan Kolesterol

Banyak orang tidak sadar memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Inilah salah satu penyebab serangan jantung dan stroke. Segeralah melakukan uji darah untuk menentukan tingkat kolesterol Anda. Jika kadar kolesterol Anda sangat tinggi, segera konsultasikan dengan dokter untuk merencanakan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol serta program pelatihan yang membantu Anda menjaga berat badan dan tubuh Anda tetap sehat.

G. Rutin Memonitor Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi (hipertensi) membuat jantung Anda bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini tentu saja menimbulkan resiko jantung dan pembuluh darah Anda terkena cedera. Hipertensi ini meningkatkan resiko terkena serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kerusakan mata, gagal jantung serta ateroskeloris (timbunan lemak dalam arteri).

Resiko inipun berbahaya selama kehamilan terutama pada trisemester terakhir, karena membuat Anda dan bayi Anda dalam bahaya. Lakukan olah raga teratur, kelola stres Anda secara baik dan konsultasikan dengan dokter tentang segala usaha yang akan membantu menurunkan tekanan darah Anda dan mengurangi resiko penyakit jantung.

Penyebab Serangan Jantung (Bagian 12)

This entry was posted in Penyakit Jantung. Bookmark the permalink.