Modifikasi Gaya Hidup

Modifikasi Gaya Hidup Anda untuk Ginjal Sehat

A. Minum
Menambah masuknya cairan ke dalam tubuh adalah langkah pertama untuk tetap bebas dari sakit ginjal. Apabila kita buang air kecil berwarna agak kuning berarti kita kurang cairan (kurang minum), segeralah perbanyak minum air putih.

Namun bila sudah mengalami gangguan fungsi ginjal pembatasan konsumsi air harus dilakukan karena kemampuan pengeluaran urin menurun, supaya timbunan air di dalam tubuh dapat dihindari.

B. Kurangi garam oksalat
Mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran dalam jumlah yang besar akan banyak memberikan anda vitamin dan mineral. Namun, beberapa dari makanan ini juga dapat memberikan anda oksalat yang perlu dikurangi untuk mencegah pembentukan batu ginjal. Karenanya cobalah mengurangi bahan-bahan makanan yang mengandung oksalat seperti teh, cola, coklat, kacang, jeruk, dan bayam.

C. Kurangi mengkonsumsi produk susu
Sejauh ini, batu ginjal yang paling biasa adalah batu yang dibentuk oleh kalsium: kalsium oksalat atau kalsium fosfat. Bila Anda sering menggunakan produk-produk suplemen kalsium untuk menguatkan tulang kemungkinan besar Anda meningkatkan resiko pembentukan batu ginjal. Produk-produk yang berasal dari susu merupakan sumber kalsium terbesar. Batasi mentega dan keju, selain sumber kalsium, juga sumber lemak yang tidka baik untuk jantung Anda.

Produk susu khusus ginjal yang dijual di masyarakat sudah disesuaikan komposisinya supaya aman dikonsumsi oleh penderita gagal ginjal.

D. Kurangi produk daging
Penderita batu ginjal jenis asam urat biasanya banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi purin dalam protein hewani. Karenanya, bagi Anda yang beresiko tinggi untuk membentuk batu ginjal sebaiknya mengurangi asupan protein hewani.

E. Kebutuhan vitamin
Vitamin amat dibutuhkan untuk kesehatan ginjal. Berbagai jenis vitamin penting yang harus dikonsumsi adalah :

1. Vitamin A
Vitamin A sangat penting untuk kesehatan saluran kemih Anda. Bahan-bahan makanan yang kaya vitamin A termasuk ubi manis, labu, brokoli, dan wortel. Jumlah vitamin A yang direkomendasikan untuk seorang dewasa sehat adalah 5000 unit internasional. Namun jangan buru-buru mengkonsumsi suplemen vitamin A. Jika Anda mendapat vitamin A terlalu banyak, Anda dapat keracunan karena tubuh tidak bisa membuang kelebihannya, akan ditumpuk dibawah kulit berikatan dengan lemak sehingga kulit berwarna kejinggaan.

2. Vitamin B
Para ilmuwan menemukan bahwa vitamin B6 dapat menurunkan kadar oksalat dalam darah sehingga mengurangi resiko pembentukan batu ginjal. Magnesium juga mempunyai dampak negatif dalam pembentukan batu ginjal. Konsumsi vitamin B6 jangan melebihi 25 mg per hari.

Vitamin B12 digunakan untuk pematangan sel darah merah sehingga diperlukan dalam penanganan anemia yang kerap terjadi.

3. Vitamin C
Dengan berita-berita mengenai kehebatan vitamin C akhir-akhir ini, banyak orang mengira bahwa vitamin C adalah vitamin ajaib. Namun, vitamin C dalam dosis tinggi – lebih dari 3000 mg per hari – dapat menjadi masalah potensial bagi Anda yang mempunyai resiko batu ginjal. Hal itu disebabkan karena vitamin C diubah menjadi oksalat dalam tubuh. Karenanya, orang yang beresiko mempunyai batu ginjal sebaiknya menjauh dari suplemen vitamin C dosis tinggi.

F. Diet
Perencanaan menu makanan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi. Kebutuhan akan zat gizi ini berbeda-beda, tergantung stadium penyakit ginjal kronik yang Anda alami.

Secara umum, penderita penyakit ginjal kronik dianjurkan untuk :
* diet rendah garam (sodium), yang bermanfaat membantu mengendalikan tekanan darah dan mencegah tertimbunnya kelebihan cairan tubuh selain juga mengatur asupan cairan yang masuk.
* diet rendah fosfat (800-1000 mg/hari)
* diet protein yang berbeda jumlahnya (dalam gram protein per kilogram berat badan) antara stadium 1-4 dan stadium 5, juga antara terapi hemodialisis dan dialisis peritoneal

G. Olahraga
Olahraga bermanfaat membantu mengendalikan kadar gula darah, menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kelebihan berat badan. Selain dari segi fisik, olahraga juga berpengaruh positif terhadap kesehatan mental dan emosional. Lakukan olahraga secara rutin, misalnya jalan kaki selama >30 menit setiap hari.

* Sebaiknya, berolahragalah secara teratur. Frekuensi olahraga yang ideal berbeda-beda untuk setiap orang. Anda dapat mencoba olahraga teratur 3 atau 4 kali seminggu, sesuai kemampuan, yang penting teratur.
* Jika Anda belum biasa berolahraga, cobalah berolahraga dalam waktu singkat dahulu pada awalnya, misalnya 15 menit. Lama kelamaan, jika tubuh sudah lebih terbiasa, perbanyak waktu olahraga Anda menjadi 30 menit atau malah satu jam, sesuai kemampuan.
* Jangan berolahraga terlalu berlebihan atau memaksakan diri, jika dirasakan tubuh sudah tidak kuat lagi, segera berhenti.
* Olahraga tidak berarti Anda harus mengeluarkan uang dan meluangkan waktu untuk mengikuti sport club atau pergi ke gym misalnya. Anda bisa membiasakan diri utnuk berjalan kaki di pagi hari mengelilingi kompleks, atau mencoba mencuci mobil sendiri (yang sebelumnya biasanya dikerjakan supir / pembantu).

H. Menjaga berat badan dalam batas normal
Mengurangi kelebihan berat badan dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol / lemak darah. Sebagai pedoman, indeks massa tubuh (body mass index) normal yang dianjurkan : 18.5 sampai dengan 24.9 kg/m2. Indeks massa tubuh dihitung dengan membagi berat badan (dalam satuan kilogram) dengan kuadrat dari tinggi badan (dalam satuan meter).

I. Berhenti merokok
Merokok dapat mengakibatkan kerusakan pada dinding pembuluh darah sehingga kolesterol mudah tersangkut dan membentuk timbunan plak pada dinding pembuluh darah.

Endapan kolesterol menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan mengeras sehingga rongga pembuluh darah mengalami penyempitan.

Keadaan ini menyebabkan berkurangnya aliran darah yang menuju ginjal dan meningkatnya tekanan darah. Oleh karena itu, individu dengan penyakit ginjal kronik yang memiliki kebiasaan merokok sangat dianjurkan untuk sedapat mungkin berhenti merokok sama sekali.

Tips Ginjal Sehat

This entry was posted in Penyakit Ginjal. Bookmark the permalink.