Pemeriksaan Gout dan Hiperurisemia

Setelah dipikir-pikir, Kang Asep ingat bahwa dulu ibunya pernah mengeluh hal yang sama seperti dirinya. Ibunya, sering mengalami nyeri di jemari tangan dan kaki menjelang dini hari. Bahkan, pernah tiba-tiba ibunya terjatuh dan mengerang kesakitan seusai mengambil air wudhu untuk tahajud. Apakah itu  karena asam urat? Mungkin saja.

Kalaupun asam urat memang diturunkan , tidak ada gunanya menyalahkan ibu. Toh, ibu membesarkan kita bukan untuk mewarisi asam uratnya, tapi agar bisa bersikap lebih baik.

Dari pemeriksaan dokter Joewono terhadap Kang Asep, didapatkan tekanan darah Kang Asep dalam batas normal, 120/80 mmHg. Hanya suhu badannya sedikit naik, 37,8 (derajat) C. Status gizi Kang Asep cukup baik, dengan tinggi badan 168 cm dan berat badan 60 kg.

Dengan hati-hati dokter Joewono menyentuh sendi ibu jari kakinya yang membengkak. Tidak ada hujan tidak ada angin, Kang Asep berteriak sejadi-jadinya. “Sungguh nyeri, Dokter!”, teriak Kang Asep. Sang dokter meminta maaf dan tersenyum, sambil menyentuh bahu Kang Asep dia berbisik, ” Kita sudah menemukan Penyebabnya, Kang “.

Sepertinya Kang Asep terserang  gout. Dokter Memberi saran untuk dilakukan cek darah atau urine. Tak banyak bertanya lagi, Kang Asep pun segera memeriksakan darah dan urinenya.

Setelah menunggu beberapa waktu, hasil pemeriksaan pun selesai. Dari hasil pemeriksaan darah dan urine diketahui kadar asam urat dalam darah Kang Asep cukup tinggi, yaitu 10mg/dL!

” Sekarang, saya harus tahu sampai detail semua tentang asam urat”, kata kang asep dalam hati. Oleh karnanya, lalu banyak pertanyaan yang Kang Asep sampaikan ke Dokter Joewono.

01 : Pemeriksaan apa saja untuk mengetahui bahwa saya ini menderita asam urat?

Ada tiga macam pemeriksaan untuk mendiagnosis asam atau gout. Yakni pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan radiologis. Ketiga pemeriksaan ini adalah data bagi dokter untuk mengambil kesimpulan apakah seorang menderita gout atau tidak.

A. Pemeriksaan Fisik

02 : Nyeri yang bagaimana yang menjadi ciri khas gout?

Rasa nyeri pada penderita asam urat diderita secara tiba-tiba dan lokasinya spesifik. Rasa nyeri ini pun sering muncul pada tengah malam, menjelang dini hari.

03 : Nyeri yang bagaimana yang menjadi ciri khas gout?

Bengkak adalah salah satu ciri saja dari proses radang. Pada dasarnya, yang dinamakan radang atau inflamasi adalah proses radang yang terjadi pada jaringan tubuh kita. Coba amati bengkak yang Kang Asep alami sekarang. Dari situ sudah bisa menceritakan ciri-ciri umum proses radang atau inflamasi. Bengkak merah, Nyeri, dan sulit digerakkan adalah empat tanda umum dari proses radang, termasuk radang pada penyakit gout.

Bengkak adalah respon kekebalan tubuh untuk melawan benda asing yang masuk. Bengkak bisa terjadi di mana saja.

Nyeri khas gout : mendadak, muncul tanpa terbentur atau terkilir, lokasi yang khas. Apalagi kalau Anda punya riwayat keluarga asam urat, nyeri Anda bisa dicurigai sebagai gout.

Untuk membedakan gout dengan penyakit lain, yang paling mudah diamati adalah waktu, sebab, dan lokasi bengkak tersebut. Kita patut curiga menderita gout bila mengalami radang dengan memenuhi tiga kriteria berikut, yaitu
* mendadak
* muncul tanpa trauma, seperti terbentur atau terkilir,
* lokasinya spesifik pada sendi-sendi yang sering kali terserang gout.

Yang dapat dimasukkan sebagai kriteria lain dalam mendukung diagnosis gout adalah usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Pada rentang usia sekitar 30-45 tahun, laki-laki, dan ada keluarga yang menderita faktor tambahan. Apalagi bengkak yang disertai dengan riwayat peningkatan kadar asam urat atau hiperurisemia sebelumnya, juga bisa dicurigai sebagai gout.

04 : Dok, bisakah disebut gout bila tidak mengalami nyeri sendi?

Bisa. Seperti telah di jelaskan sebelumnya, gout punya banyak tahap asimptomatik dan interkritikal. Pada tahap ini, seseorang tidak akan merasa menderita gout karna memang tidak ada gejala sama sekali. Namun, seiring semakin bertumpuknya asam urat dalam cairan sendi, semakin besar peluang seseorang menderita gout stadium lanjut yang dapat merusak stuktur di persendian. Contohnya saja kalau sudah mulai terbentuk tofus pada stadium gout kronis. Sifat tofus ini secara perlahan merusak dan menggerogoti sendi sehingga bisa saja muncul gout tanpa didahului rasa nteri.

B. Pemeriksaan Laboratoris

05 : Apakah saya harus periksa kadar asam urat dalam darah ?

Sebenarnya dari beberapa hasil pemeriksaan ciri khas gout, baik dari keluhan (symptoms) dan tanda penyakit memeriksakan diri ke laboratorium. Namun, apabila ingin mengetahui ada atau tidaknya hiperurisemia maka sebaiknya periksa darah di laboratorium. Dengan mengetahui kadar asam urat dalam darah, kita dapat mencegah gout sebelum terserang. Kalaupun telah terserang, pengobatannya pun akan menjadi lebih fokus. Apabila seseorang memeriksan kadar asam uratnya pada saat sakit, ada kemungkinan kadar asam  uratnya dalam batas normal. Mengapa? Karena asam urat sudah terlanjur menumpuk dalam sendi. dalam kondisi ini, justru yang harus di periksakan adalah kadar asam urat dalam cairan sendi bukan asam urat dalam darah.

# Cek darah rutin tiap enam bulan untuk mengetahui lebih dini, terutama bagi mereka yang punya riwayat asam urat maupun sindroma metabolik lainnya dalam dirinya/keluarganya.

C. Pemeriksaan Rutin Penting Untuk Mencegah Serangan Gout

06 : Apa yang di maksud dengan pemeriksaan untuk terapi pencegahan, Dok? ”

Kita sudah paham kalau gout terjadi karena asam urat yang terlalu banyak dalam darah sehingga merembes masuk ke cairan sendi. Maka, sebelum merembes, kita harus membuang asam urat yang berlebihan itu keluar dari tubuh. Ini yang dimaksud terapi pencegahan. Inilah pentingnya memeriksakan diri meski belum terserang gout.

07 : Berapa biaya laboratorium untuk pemeriksaan gout ini ?

Masing-masing laboratorium mungkin mempunyai harga berbeda. Biaya periksa kadar asam urat dalam darah sekitar Rp50.000,00 hingga Rp100.000,00. Selain pemeriksaan kadar asam urat dalam darah ada kemungkinan di perlukan pemeriksaan lainnya, tergantung dari kondisi seseorang (penderita) saat itu. Selain pemeriksaan kadar asam urat darah, juga bisa di periksa BUN (blood urea nitrogen), serum kreatinin, dan urine tampung 24 jam untuk mengetahui kadar asam urat dan kreatinin dalam urine. Kadar asam urat dalam darah dan urine berguna untuk terapi pencegahan. Adapun urine tampung 24 jam penting untuk mengetahui seseorang termasuk yang banyak membuang asam urat (hiperekskresi) atau bukan. Dengan demikian, terapi yang diberikan dapat dilakukan lebih cepat dan tidak malah memicu terbentuknya batu urat dalam ginjal akibat terlalu berlebih dalam membuang asam urat lewat urine.

Ingat, pilihlah laboratorium yang sudah terstandar baku jangan asal pilih laboratorium yang “murmer”. alias murah meriah, tapi nggak akurat. Hasil laboratorium akan lebih baik bila di konsultasikan dengan dokter agar tidak terjadi salah mendiagnosis.

asam urat __________ 0,6 g
ion bikarbonat ______  1,2 g
kratinin ____________ 2,7 g
ion potasium_________3,2 g
ion klorida __________6,6 g
Urea _____________ 25,5 g

zat yang terkandung dalam urine, dalam sehari, normalnya seseorang mengeluarkan sebenyak 1,4 – 1,5 liter. Dari jumlah ini, asam urat hanya terdapat 0,6 gram, sedangkan kreatinin 2,7 gram.

D. Kadar Asam Urat Yang Normal

08 : Bagaimana cara mengetahui bahwa saya kena asam urat dari hasil pemeriksaan laboratorium, Dok?

Normalnya, kadar normal asam urat dalam serum darah adalah 7,0 mg/dl pada laki-laki dan 5,7 mg/dl pada perempuan. Kadar asam urat dalam urine 24 jam adalah 1000 mg/dl. Bila berada di atas batas tersebut, disebut hiperekskresi. kondisi hiperekskresi ini sering disebabkan overproduksi dari asam urat dalam darah, yakni tubuh terlalu berlebihan dalam memproduksi asam urat.

09 : Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan BUN dan kreatinin? Apa kedua kompenan tersebut harus diperiksakan juga?

Blood urea nitrogen (BUN) dan kreatin perlu di periksa juga. BUN menujukkan kemampuan ginjal membuang nitrogen keluar dari tubuh. Nitrogen dalam hal ini berbentuk urea, sedangkan urea dibentuk dalam hati dan dibuang keluar oleh ginjal.

Kreatinin adalah semacam zat kimia dalam tubuh yang menujukkan adanya kerusakan pada sel-sel tubuh. Kadarnya dalam darah menujukkaan berapa besar kerusakan sel-sel tubuh. kadar kreatinin dalam urine menujukkan seberapa besar kreatinin yang dibuang keluar tubuh.

Pemeriksaan BUN maupun serum kreatinin digunakan untuk melihat kerja ginjal seseorang masih berfungsi baik atau tidak.

E. Pemeriksaan Laboratorium Untuk Diagnosis Pasti

10 : Apakah ada pemeriksaan laboratorium yang dapat mendiagnosis secara pasti penyakit gout, Dok?

Diagnosis Penyakit gout secara pasti dilakukan dengan pemeriksaan cairan sendi. Cairan pada sendi penderita yang mengalami radang diambil beberapa mililiter untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan akan tampak radang tersebut disebabkan kadar asam urat atau bukan. Misalnya terjadi penumpukan kristal urat, seperti kristal kalsium. Selain itu juga akan terdeteksi ada atau tidaknya infeksi bakteri dalam sendi sehingga diketahui perlu atau tidaknya antibiotik dalam mengatasi radang tersebut.

*Analisis cairan sendi, golden standard, untuk menyatakan seseorang menderita gout atau tidak. Pemeriksaan ini tidak sakit karena seperti suntik biasa. Setelah cairan sendi diambil, obat-obatan dimasukkan kedalam sendi.

F. Hasil Laboratorium Yang Normal Belum Tentu Anda Bebas Dari Gout

11 : Hasil Ppemeriksaan asam urat saya normal. Tapi kenapa masih nyeri, Dok?

Di atas telah dijelaskan bahwa asam urat yang tinggi dalam darah atau hiperurisemia tidak selalu menyebabkan gout. Sebaliknya, kadar asam urat dalam darah yang normal juga tidak selamanya bebas dari gout, terutama jika seseorang pernah kena serangan gout minimal satu kali dan ada keluarga yang menderita asam urat. Pemeriksaan yang pasti untuk menegakkan diagnosis gout adalah melalui analisis cairan sendi.

G. Pemeriksaan Dengan Foto Sinar X

12 : Apakah sendi-sendi saya perlu di foto atau di rontgen?

Pemeriksaan sendi dengan foto sinar X atau rontgen, sebenarnya tidak harus. Kecuali kalau seseprang penderita sudah mengalami deformatis atau perubahan bentuk dari sendinya. Kemungkinan besar sudah terjadi kerusakan pada stuktur sendi. Disinilah perlunya foto rontgen, yakni pada stadium gout kronis atau sudah ada tofus atau podagra. Pada hasil foto akan tampak punch out lession atau lesi yang berbentuk seperti bekas pukulan pada tulang yang mengalami deformitas. Pemeriksaan foto rontgen ini bertujuan untuk menilai seberapa besar kerusakan yang di timbulkan oleh tofus tadi. Dengan demikian, dapat direncanakan perbaikan pada struktur sendi dan tulang tersebut.

H. Berat Badan Dan Serangan Gout

13 : Apa berat badan saya mempengaruhi berat atau tidaknya gout?

Dari pembahasan sebelumnya, disebutkan ada tiga sebab mengapa berat badan mempengaruhi berat atau tidaknya gout. Yang pertama, semakin berat seseorang,semakin besar gaya beban tubuhnya sehingga semakin tinggi daya rembesan asam urat dari plasma darah ke dalam ruang antarsendi. Yang kedua, beban tubuh menjadi berat akibat berat badan yang berlebih sehingga memudahkan terjadinya luka-luka kecil pada stuktur persendian dan menarik sel-sel kekebalan sehingga sendi mudah terjadi radang. Sementara dalam ruang antar sendi terlalu banyak terisi benda asing berupa asam urat. Dengan demikian, sel-sel radang itu semakin agresif dalam “bertindak”. Yang ketiga, berat badan berlebih dan tidak proporsional akan cenderung terkena sindroma metabolik, seperti diabetes melitus, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Nah, sindroma metabolik inilah yang menjadi faktor risiko terjadinnya hiperurisemia.

14 : Kalau saya menguruskan badan, apakah masih mungkin terserang gout?

Kemungkinan terserang gout bisa diperkecil bila dilakukan pengurusan badan. Kondisi seseorang yang kurus berkebalikan dengan kondisi gemuk yang menampakkan ciri sindroma metabolik. Dengan demikian, Kemungkinan munculnya serangan gout bisa diperkecil. Cara menurunkan berat badan yang baik dilakukan dengan mengatur pola dan menu makan serta olahraga. Namun jagalah berat badan ideal, jangan terlalu kurus karena dapat menyebabkan kurang gizi.

Gejala Gout | Penyakit yang Menyerupai Gout

This entry was posted in Asam Urat. Bookmark the permalink.