Pencegahan dan Pengobatan Gout dan Hiperurisemia

Oleh dokter sebelumnya, Kang Asep diberi dua macam obat dan berbagai macam pantangan. Ia tidak boleh makan ini dan itu, tidak boleh begini-begitu. Yang paling parah, Kang Asep harus bercerai dengan istri keduanya, rokok!

“Saya ini sudah terkena gout, nggak boleh makan ini-itu, disuruh berhenti merokok pula. Bagaimana saya bisa hidup?”, Kang Asep menggerutu. Seperti biasa , Dokter Joewono menanggapinya dengan tertawa. Mata teduhnya seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. “Kang Asep, Akang mau tiap tengah malam terbangun karena jempol kaki terasa ditarik-tarik sampai lepas?”

Kang Asep tersipu malu. Ia berpikir, ” Toh, dengan demikian, saya jadi tidak perlu repot beli berbagai makanan. Saya juga tidak perlu menghabiskan uang untuk beli rokok. Lah, lebih baik begitu daripada terkena gout!”

Nah, mumpung sudah terlanjur di depan dokter, Kang Asep meminta tip dan trik kepada dokter joewono tentang bagaimana seharusnya mencegah ataupun mengobati gout ini.

A. Terapi Gout dan Hiperurisemia

01 : Apa sajakah gejala gout dan apakah saya bisa menghindarinya?

Gout bisa muncul tanpa tanda-tanda. sesuai dengan empat tahap serangan gout, ada tahap interkritikal. Pada tahap ini, gout tidak memiliki gejala sama sekali. Untuk mencegahnya, Kang Asep perlu rutin mengecek kadar asam urat di laboratorium. Kang Asep juga harus menjaga pola makan, teratur berolahraga, dan banyak minum air putih.

02 : Dok, Memangnya kenapa saya harus meminum obat? Apa tujuannya?

Tujuan pengobatan gout ada dua, jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendeknya, Pemberian obat, Untuk mengurangi nyeri dan menghilangkan bengkak. Tujuan jangka panjangnya, obat untuk menstabilkan kadar asam urat dalam darah. Nah, pengobatan jangka pendek dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan antinyeri, seperti OAINS atau obat-obatan antiinflamasi nonsteroid ( inflamasi = radang). Untuk pengobatan jangka panjang, diberikan obat-obatan yang berfungsi menghambat kerja xanthineoxidase, misalnya IXO (inhibitor xanthine oxidase) atau obat yang dapat meningkatkan eksresi asam urat melalui urine, yakni urikosurik.

Ingat, Kang, sebenarnya obat adalah “racun” yang dosisnya di sesuaikan  supaya bermanfaat bagi tubuh. Supaya tidak berbahaya, Jumlah zat obat yang beredar dalam tubuh dan kecepatan pembuangannya harus diatur sedemikian rupa. Dengan demikian, obat dapat menjalankan fungsinya secara optimal dan tidak menimbulkan efek racun.

03 : Oleh dokter pertama, saya diberi indometasin dan allopurinol. Cukuplah obat tersebut?

Indometasin merupakan OAINS yang potensial dan bekerja cepat, yakni dalam 2 jam, untuk mengurangi nyeri. Dosisnya 150 – 300 mg per hari dalam dosis terbagi. Artinya, obat bisa diminum 2-3 kali sehari dengan total dosis 150 – 300 mg. Indometasin punya dua mekanisme kerja sekaligus, yakni mencegah “peperangan berlebihan” antara sel-sel radang dan asam urat serta mencegah terjadinya nyeri. Inilah yang membuat Indometasin lebih disukai daripada OAINS yang lain.

Adapun allopurinol adalah IXO yang bertugas menghambat perubahan purin menjadi asam urat. Dosis allopurinol adalah 50 – 300 mg per hari, tetapi tekadang bisa lebih. Mulanya, konsumsi obat dimulai dari dosis kecil, kemudian dinaikkan secara bertahap. Kenaikan secara bertahap dilakukan karena penurunan kadar asam urat yang terlalu mendadak dapat menyebabkan serangan gout akut.

Kombinasi dua obat ini cukup bagus sebagai terapi gout. OAINS, terutama indometasin, dalam jangka pendek bermanfaat untuk mengatasi nyeri. Adapun IXO berfungsi menurunkan kadar asam urat darah sehingga memperkecil kemungkinan munculnya serangan gout di kemudian hari.

04 : Adakah pilihan obat yang lain, Dok?

Beberapa obat untuk mengatasi gout yang dapat dipilih antara lain sebagai berikut.
*Kolkisin
Kolkisin bertugas mencegah “peperangan” antara sel darah putih sebagai sel-sel kekebalan tubuh melawan kristal urat. Sebaiknya kolkisin diberikan lebih awal pada tahapan asimptomatik gout. Jika tidak diberikan kolkisin, tubuh dapat mengalami resistensi terhadap terapi gout. Resistensi ini artinya tubuh tidak mau lagi bereaksi sehingga obat-obatan untuk terapi gout tidak berefek.

Konsumsi obat lain, misalnya antimag simetidin atau antibiotik eritromisin, bisa meningkatkan risiko keracunan kolkisin. Obat tersebut dapat menurunkan pemecahan kolkisin.

*Oains (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid)
Selain sebagai antinyeri, OAINS juga mempunyai efek antiinflamasi. Artinya, OAINS bisa mengurangi bengkak pada gout. Contoh OAINS yaitu indometasin, naprokosen, natrium diklofenac, celecoxib, dan etodolac.

*Kortikosteroid
Kortikosteroid sistematik bisa digunakan jika kolkisin dan OAINS tidak menolong. Prednison dapat diberikan dan segera di “tappering off”. Artinya, dosisnya dikurangi sedikit demi sedikit dan pada akhirnya dihentikan dalam 7 hari. Kortikosteroid yang disuntikkan kedalam sendi (intraartikuler) cukup efektof pada gout akut. Namun, sebelumnya harus dipastikan bahwa peradangan sendi bukan diakibatkan oleh bakteri. Hal ini dilakukan karena kortikosteroid dapat membuat infeksi bakteri semakin hebat.

05 : Apa efek samping dari obat-obatan itu, Dok?

Berdasarkan kasus dan penelitian yang diketahui bahwa efek samping utama alopurinol dapat berupa reaksi alergi ringan ataupun berat. Contoh reaksi ringan antara lain gatal-gatal. Contoh reaksi berat antara lain sindrom Stevenes-johnson, yakni melepuhnya sebagian kulit badan. Namun, tenang saja Kang, angka kejadian reaksi alergi ini hanya 0.1%. Dosis allopurinol pada seseorang dengan gangguan ginjal harus dikurangi.

Penggunaan OAINS kadang perlu di barengi dengan pelindung mukosa lambung untuk mencegah pendarahan lambung. Perdarahan dapat terjadi karena lambung teriritasi oeleh asam lambung. Nah, mukosa lambung merupakan lapisan lendir tipis yang melindungilambung dari kerasnya asam lambung. Contoh pelindung mukosa lambung adalah sirup sukralfat.

Adapun kortikosteroid dapat membuat infeksi bakteri semakin hebat. Dengan demikian, tubuh atau sendi yang sedang terserang gout harus dipastikan terbebas dari bakteri.

Selain efek serangan diatas, masih banyak efek samping lainnya. Oleh karnanya, obat-obatan ini tidak boleh sembarang dikonsumsi. Penggunaannya perlu di konsultasikan dulu dengan dokter supaya tepat guna dan tepat sasaran sesuai kondisi tubuh.

06 : Dok, ada nggak obat-obatan yang berfungsi untuk mengurangi kadar asam urat?

Ada, Kang, yakni obat-obatan urikosurik yang meningkatkan pembuangan asam urat melalui urine. Contohnya, probenesid dan salisilat. Contoh salisilat yang mudah di dapatkan di pasaran adalah aspirin.

Inhibitor xanthine oxisade (IXO) seperti allopurinol bisa juga digunakan untuk meningkatkan pembuangan asam urat melalui urine. Perlu diingat, untuk menggunakan obat-obatan ini, Kang asep tidak boleh mengalami hiperekskresi sebelumnya. Hiperekskresi adalah pembuangan asam urat dalam urine melebihi 1000 mg per 24 jam. Kenapa? Karena pembuangan berlebih tersebut dapat memicu terbentuknya batu urat dalam saluran kencing.

07 : Tetanga saya menyarankan saya untuk memakai asam mefenamat. Nyerinya hilang sementara, tetapi bengkaknya masih meradang. Gimana sebaiknya, Dok?

Asam mefenamat memang tidak disarankan untuk gout dan hiperurisemia. Asam mefenamat termasuk dalam golongan OAINS yang mampu menghilangkan nyeri sekaligus bengkak. Namun, manfaatnya berbeda-beda pada tiap orang. Yang perlu di waspadai adalah jangan mengonsumsi asam mefenamat secara berlebih.

Zat sisa hasil metabolisme obat jenis ini dibuang melalui ginjal. Akibatnya, beban kerja ginjal juga semakin berat, terutama jika Kang Asep juga menderita nefropati gout, yakni gout yang menyerang ginjal.
Asam mfenamat memiliki sifat antinyeri dan antiradang. Namun, sifat antiradangnya sangat minim. Jadi, sebaiknya gunakan obat yang disarankan dokter untuk terapi gout.

08 : Apa yang harus saya lakukan kalau nyeri itu datang tengah malam saat saya tidur nyenyak?

Minum antinyeri satu kali dosis. Bagian yang sakit bisa dikompres air es supaya nyerinya berkurang. Berdasarkan banyak penelitian, Terapi es ini terbukti cukup ampuh. Jadi, teknik ini patut dicoba.

09 : Mengapa setalah minum obat aspirin, nyeri gout semakin terasa?

Berdasarkan beberapa  buku disebutkan bahwa semua OAINS, termasuk aspirin, bisa mengurangi nyeri, bengkak, dan punya efek urikosurik. Namun, pada serangan gout akut, efek aspirin kurang memuaskan sehingga terkesan semakin nyeri.

Sebenarnya efek aspirin dan obat-obatan lain bergantung pada dosis yang diminum. Aspirin dosis tinggi berefek urikosurik, sementara dosis rendah malah mengahambat ekskresi asam urat melalui ginjal.

Untuk mereka yang punya gangguan ginjal, hiperurisemia, dan gout, sebaiknya tidak minum aspirin. Ini karena aspirin dapat menghambat eksresi asam urat sehingga mampu menimbulkan efek eksaserbasi dari penyakitnya.
*lever atau hati adalah organ terbesar dan terberat dalam tubuh. Hati berfungsi menetralisasi racun yang beredar dalam tubuh. Di dalam hati, zat sisa metabolisme dalam tubuh, termasuk purin yang tidak terpakai, akan diubah menjadi asam urat. Obat-obatan yang terlampau keras bisa merusak hati.
*Lambung dapat teriritasi oleh aspirin dan OAINS lainnya (gastritis erosiva). Iritasi lambung terjadi karena mukosa lambung yang tipis. Dengan demikian, asam lambung dengan mudah mengikis otot dan pembuluh darah akibatnya, lambung mengalami pendarahan.

Yang perlu di ingat adalah efek samping aspirin sama seperti OAINS lainnya, yakni membuat mukosa lambung menipis. Aspirin ini punya efek yang lebih berat di banding OAINS lainnya. Bila ingin mendapat manfaat urikosurik yang lebih besar dengan dosis tinggi berarti efek samping itu menjadi lebih nyata. Kondisi ini mengakibatkan lambung mudah berdarah karena iritasi asam lambung.. Salah satu tandanya adalah muntah yang berwarna kehitaman. Ini diakibatkan oleh darah yang bercampur dengan asam lambung. Selain itu, dosis tinggi memang tidak dianjurkan karena menyebabkan fungsi hati terganggu. Jadi kesimpulannya, batasi konsumsi aspirin.

Tabel 4. Penggolongan Makanan Yang Mengandung Purin

Golongan 1. Purin Rendah <50 mg/100 g bahan
– Sumber karbohidrat, kecuali havermut/oatmeal
– Buah dan sayur
– Telur dan susu
– Gula
Golongan 2. Purin sedang 50 – 150 mg/100 g bahan
– havermut/oatmeal dan semua olahan gandum
– ikan, Ayam, dan daging (selain golongan 3)
– kacang-kacangan kering
– tahu dan tempe
– sayur-sayuran: kembang kol, brokoli, bayam, asparagus, jamur, buncis, kangkung, daun singkong, daun pepaya
Golongan 3. Purin Tinggi 150 – 1.000 mg/100 g bahan
– otak dan jeroan: paru, jantung, hati, usus, babat, ginjal
– daging cincang, ekstrak daging, daging awetan, kaldu daging
– bebek, burung dara, sapi, kambing
– hewan laut: anchovy, udang, lobster, remis, tiram, kerang, dan cumi

B. Asupan Makanan dan Gaya Hidup

Tentu saja makanan yang dihindari adalah makanan yang mengandung banyak purin. Sebuah penelitian tahun 2004 menyarankan semua orang yang mempunyai bakathiperurisemia dan gout harus membatasi makan daging-dagingan, seperti daging sapi dan ayam. Selain itu jeroan dan seafood juga harus dijauhi. Penderita gout harus mengenali golongan makanan yang mengandung purin tinggi, sedang, dan rendah untuk mengontrol asupan purin dalam tubuh.
*Olahan cumi ini memang lezat, tetapi mengandung kadar purin yang tinggi sehingga tidak baik untuk penderita gout.

11 : Lalu, bagaimana cara saya mengatur pola makan supaya bisa mengurangi asam urat?

Prinsipnya, kurangi asupan makanan yang tinggi purin. Namun, menghindari makanan yang mengandung purin hampir mustahil dilakukan karena sebagian besar bahan makanan berprotein justru mengandung banyak purin. Padahal, tubuh membutuhkan protein. Jadi yang bisa dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100 – 150 mg per hari.

Jika kadar asam urat darah lebih dari 7 mg/dl, sangat dianjurkan menjauhi makanan golongan 3 (lihat tabel 4). Selain itu, penderita gout juga harus membatasi makanan golongan kedua. Orang yang punya asam urat tinggi sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan dari golongan pertama.

12 : Kata orang tua, gout disebabkan oleh keracunan jamur. Apakah benar?

Pernyataan itu tidak seutuhnya betul. Hampir semua jamur yang bisa dimakan memiliki kandungan purin sedang, yakni sekitar 50 – 100 mg purin per 100 g bahan. Artinya, diperlukan banyak jamur untuk mencapai apa yang disebut “keracunan jamur”.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan purin sedang lebih memungkinksn terjadinya peningkatan kadar asam urat dibandingkan sedikit mengonsumsi makanan denga purin tinggi. Jadi, beberapa saat dalam kondisi baru saja terserang gout, hindari jamur sebagai menu makanan.

13 : Beradasarkan Tabel 4, berarti konsumsi susu bisa mengurangi asam urat?

Produk-produk dairy semacam sus, keju, dan mentega bisa mengurangi kemungkinan munculnya serangan gout. Hal ini didasarkan pada penelitian terhadap 40.000 pria dalam jangka waktu 12 tahun. Dari penelitian itu diketahui hanya 3,25% atau 1.300 kasus gout yang tetap kambuh. Kasus lainnya menunjukan perbaikan. Seperti dimuat New England Journal of Medicine, Dr. Hyon Choi dari Massachusetts General Hospital menyebutkan, konsumsi lima gelas susu rendah lemak (susu skim) sehari dapat menurunkan risiko serangan gout hingga 43%

14 : Saya biasa makan makanan manis agar tidak mudah lapar. Bagaimana dengan kebiasaan ini, Dok?

Konsumsi buah-buahan tidak menimbulkan masalah. Kalau makanan manis selain buah sebaiknya kita waspada karena tidak tau zat pemanis yang digunakan. Sebaiknya makanan manis dihindari. Namun, jangan sampai juga merasa kelaparan karena dapat memicu terbentuknya keton bodies. Keton bodies dapat memicu tingginya asam urat dalam darah. Oleh karena itu, kalau ingin makan yang manis-manis, silahkan konsumsi makanan di golongan satu, kecuali havermut.

15 : Mengapa havermouth masuk dalam pengecualiaan, Dok?

Havermouth atau havermut dikenal juga dengan nama oatmeal. Oatmeal biasanya digunakan sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Oatmeal bisa menurunkan kolesterol, tetapi tetap tidak seperti sumber karbohidrat yang lain. Oatmeal kurang efektif untuk menurunkan kadar asam urat darah.

16 : Orang tua saya punya ladang jagung. Menurut Dokter, apakah jagung lebih baik daripada sumber karbonhidrat lainnya? Setahu saya, jagung juga mengandung protein.

Jagung sama saja dengan sumber karbohidrat yang lain kok, Kang. Nilai kalori jagung setara dengan nasi. Sekitar 100 gram jagung setara dengan 100 gram nasi. Walaupun mengandung protein, tetapi kandungan protein dalam 100 gram jagung hanya 7 gram. Jumlah tersebut masih jauh dibanding kebutuhan protein tiap hari.
*Di Amerika, jagung yang kaya vitamin dijadikan makanan penggganti nasi.

17 : Vitamin apa yang bagus untuk gout, Dok?

Pada intinya semua vitamin bermanfaat bagi tubuh karena vitamin merupakan antioksidan sekaligus bertindak sebagai enzim yang dapat mempercepat proses metabolisme. Namun, ada empat macam vitamin yang lansung berpengaruh terhadap gout dan hiperurisemia, yakni vitamin C, B5, B6, dan E.

Vitamin C dapat meningkatkan ekskresi asam urat melalui urine. Vitamin B5 dapat meningkatkan  pemecahan asam urat sehingga dibuang. Vitamin B6 dapat meningkatkan penyerapan air yang kita minum. Adapun vitamin E, yang juga dibarengi vitamin C, merupakan antioksidan yang melindungi struktur dalam sendi dari “peperangan berlebihan”.

Tabel 5. Sumber Vitamin C, B5, B6, dan E
Vitamin C : Jeruk, stroberi, anggur, mangga, jambu biji, kiwi, sirsak, dan tomat
B5 : Kentang, Jeruk, stroberi
B6 : Ikan tuna, Ikan laut, pisang, dan kol
E : Jagung dan tomat

Sebagian besar jenis vitamin B terdapat pada madu dan nasi. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati. saat mencuci nasi. jangan terlalu banyak membilas beras agar tidak banyak vitamin B yang terbuang!

Tidak semua jenis vitamin B baik untuk asam urat. hanya yang saya sebutkan tadi saja, yakni B5 dan B6. Vitamin B lainnya, misalnya B3 dapat menyebabkan hiperurisemia. Kenapa? Karena niasin dapat “berkompetisi” dengan gout saat di buang keluar tubuh. Itu artinya,  terlalu banyak niasin mebuat tubuh lebih memilih untuk membuang  niasin yang dianggapnya memiliki kadar berlebih. Sebagai konsekuensinya, asam urat akan menumpuk dalam darah.

Dalam jumlah kecil, niasin tidak mudah diserap oleh tubuh. Namun, tidak dianjurkan mengonsumsi niasin dengan dosis lebih dari 50 mg per hari, yang setara dengan 60 buah jagung!

19 : Buah-buahan dan sayur-sayuran seperti apa yang harus saya hindari, Dok?

Banyak sekali zat gizi dalam tubuh . Misalnya, fruktosa atau gula buah yang mudah diserap oleh tubuh, sejumlah vitamin dan mineral, antioksidan, dan juga antikanker.

Buah yang perlu dihindari seperti durian karena mengandung banyak purin dan alkohol. Demikian pula denga avokad. Avokad mengandung niasin dan lemak yang tinggi. Yang perlu digaris bawahi adalah lemak dan protein nabati yang terdapat dalam buah-buahan jauh lebih bersahabat daripada lemak dan protein hewani.

Ada juga jenis buah yang tidak perlu dihindari sepenuhnya, hanya saja konsumsi per harinya perlu dikontrol. Contohnya, buah-buahan yang tinggi fruktosa, seperti jeruk, apel, air kelapa, nanas. Demikian juga dengan sayuran yang mengandung purin sedang, seperti brokoli, bayam, kangkung, kol, kacang-kacangan, asparagus, buncis, kembang kol, daun singkong, taoge, dan jamur.
*Avokad dan durian merupakan contoh buah yang harus dihindari jika ingin mencegah asam urat.

20 : Apakah boleh mengonsumsi cuka apel, Dok?

Sampai saat ini, masih belum ada literatul ilmiah yang menyebutkan bahwa cuka apel bagus untuk gout. Namun, cukup banyak yang membuktikan bahwa cuka apel bermanfaat untuk meredakan serangan gout. Cuka apel bersifat asam sehingga harus berhati-hati dalam mengonsumsinya. Dua efek samping asam cuka apel yang umum terjadi adalah rusaknya lapisan pelindung (email) gigi dan teriritasinya kerongkonan. Untuk meredakan gout, sebagian cuka apel harus melewati proses pencernaan di lambung dan usus, sedangkan sebagian lainnya akan diuraikan lalu dibuang. Dengan demikian, Kang Asep akan membutuhkan dosis cuka apel yang banyak untuk mendapat manfaatnya. Hasilnya , efek samping cuka apel akan lebih dominan.
*Larutan Cuka Apel
Bahan :
– Cuka apel ——> 2 sdm
– Madu ———-> 2 sdm
– Air hangat ——> 250 ml
Cara membuat :
Campur semua bahan. Aduk rata. Siap untuk dikonsumsi

Cuka apel juga membuat kondisi usus lebih asam dari kondisi normalnya. Hal ini mengakibatkan bakteri E. Coli di usus besar tidak dapat tumbuh. Padahal bakteri ini bermanfaat untuk membusukkan sisa-sisa makanan yang menghasilkan vitamin K. Oleh karena itu, Kang Asep harus berhati-hati dalam mengonsumsi cuka apel. cuka apel perlu dilarutkan dahulu sebelum diminum.

21 : Tetanga saya pernah mengatakan bahwa rasa manis madu malah memburuk gout, apakah benar, Dok?

Yang jelas, madu itu salah satu bahan alami yang paling banyak khasiatnya. Meskipun banyak kandungan glukosa dan fruktosa, madu mudah diserap dan larut dalam darah. Dengan demikian, kandungan tersebut mudah dimanfaatkan oleh organ tubuh. Lagipula, dari penelitian pada januari 2004 diketahui bahwa madu mempunyai kemampuan menghalangi “peperangan berlebih” yang diakibatkan sel-sel radang. Meskipun tidak secepat kolkisin dan cuka apel, madu tetap berkhasiat meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh. Artinya, radikal bebas yang bisa memancing produksi asam urat berlebihan bisa ditekan.
*Madu asli mempunyai berbagai macam zat yang bermanfaat bagi tubuh.

22 : Bagaimana bila kita mengonsumsi madu, Dok?

Selama ini, belum pernah dilaporkan seseorang yang tiba-tiba mengalami serangan gout setelah mengonsumsi madu. Diperkirakan, ada zat lain dalam madu yang dapat menyeimbangkan reaksi-reaksi dalam tubuh.

Yang perlu diwaspadai kalau madu itu madu aspal alias asli palsu. Sekarang ini banyak beredar madu yang diola sekadarnya dan ditambah pemanis buatan. Oleh karenanya, telitilah sebelum membeli.

23 : Tetangga saya minum kopi setiap pagi hingga dua cangkir. Menurutnya, kopi bisa mencegah gout. Apakah ini benar, Dok?

Pernyataan itu ada benarnya juga. Pernah dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara jumlah kafein yang diminum dan peningkatan asam urat dalam darah. Dalam hal ini peserta penelitiannya dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok minum teh dan yang lain minum kopi. Ternyata, baik teh maupun kopi, tidak mempengaruhi peningkatan asam urat.

pada orang-orang yang minum kopi sekitar 4-5 cangkir per hari, kadar asam urat bisa turun sekitar 5 mg/dl. Setelah efek kopi berkafein dan tidak berkafein dibandingkan, tetap diperoleh manfaat yang sama. Sepertinya, ada sesuatu dalam kopi selain kafein yang bisa menurunkan kadar asam urat dalam darah. Penurunan kadar asam urat ini tidak terjadi pada peminum teh seberapa banyak pun mereka minum.

Disaat yang sama, kopi punya efek yang besar dalam mencetuskan sindroma metabolik. Kafein dalam kopi dapat meningkatkan pemecahan cadangan lemak dalam tubuh. Ini artinya, banyak lemak bebas yang melayang-layang dalam pembuluh darah. Akibatnya, risiko terjadinya peningkatan tekanan darah dan kolesterol menjadi tinggi. Kafein juga dapat meningkatkan jumlah urine yang dibuang tubuh sekaligus membuat pembuluh darah menyempit. Hal ini meningkatkan kepekatan dalam darah sehingga hipertensi mudah sekali muncul. Jadi, kita tetap harus berhati-hati jika mengonsumsi kopi dalam jumlah banya.

24 : Apakah teh punya manfaat yang sama dengan kopi?

Teh tidak punya manfaat seperti kopi. Hanya saja, teh dengan segala manfaatnya, bisa menyehatkan tubuh. Teh mengandung banyak sekali antioksidan yang diperlukan untuk menangkal radikal bebas. Efek dari radikal bebas ini adalah membuat sel-sel tubuh kita cepat tua lalu mati. Ini berarti tubuh mendapatkan manfaat yang baik saat mengonsumsi teh.

25 : Apakah minum soda atau soft drink dalam jumlah banyak juga bisa mengurangi asam urat?

Kalau Akang ingin tubuh mudah mengeluarkan asam urat, pilihlah terapi baking soda, bukan minum soda. Bukan juga minum-minuman bersoda atau minuman berkarbonasi karena minuman tersebut seringkali mengandung pemanis yang mirip fruktosa. Jauhi soft drink ya, Kang.

26 : Bagaimana caranya membuat tubuh agar tidak asam, Dok?

Yang pertama, kita harus mengatur konsumsi makanan yang dapat meningkatkan keasaman urine, seperti jeruk, cranberry, tomat, dan nanas. Kalau dikonsumsi terlalu banyak, buah-buahan tersebut cukup asam dan bisa memperburuk serangan gout. Selain itu, perbanyak minum air putih untuk memudahkan pembuangan asam urat dan zat berbahaya lain lewat urine. Sebaiknya, dalam sehari, kita minum 8 gelas air putih. Ini yang disebut terapi air putih. Air putih ini tidak bisa diwakili oleh makanan yang berkuah ataupun buah-buahan. Terapi ini dapat mencegah terbentuknya batu urat dalam saluran kencing. Banyak yang telah membuktikan bahwa segala macam jenis penyakit berhubungan dengan metabolisme, termasuk kolesterol dan asam urat, bisa diperingan dengan terapi ini. Namun, jika punya hipertensi atau gangguan ginjal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
*Konsumsi air putih yang cukup dapat membantu tubuh membersihkan zat berbahaya.

27 : Selain terapi air putih, disebutkan juga terapi baking soda. Apakah yang dimaksud dengan terapi baking soda, Dok?

Baking soda atau bahasa kerennya natrium bikarbonas adalah soda kue untuk membuat kue menggembang. Soda kue ini juga bermanfaat dalam terapi gout.

Larutan baking soda dapat diminum sebelum tidur malam, saat bangun tidur, dan tiap 2 – 4 jam saat perut tidak seberapa penuh makanan. Larutan ini dapat dikonsumsi maksimal 7 kali dalam sehari selama 2 minggu. Hal ini bisa membuat indometasin dan OAINS lainnya lebih efektif dan berpeluang menurunkan resiko gout.

Baking soda bisa meningkatkan tekanan darah karena mengandung natrium yang mampu menarik air. Dengan demikian, pemakian baking soda, hentikan konsumsi garam dapur dan pantaulah tekanan darah. Jika ada tanda-tanda pusing, nyeri, kepala, mual, atau jantung berdebar, hentikan terapi baking soda dan segera berkonsultasi dengan dokter terdekat.
*Larutan Baking Soda
Bahan :
– baking soda ——> 1/2 sdt
– Air Hangat ——–> 250 ml
Cara Membuat :
Campur semua bahan. Aduk rata. Siap untuk di konsumsi.

28 : Memang terapi baking soda bisa berhasil, Dok?

Insya Allah bisa, Kang. Dari 8.000 pria yang sudah mencoba, sebanyak 5.000 di antaranya mengatakan bahwa kondisinya membaik. Mengapa demikian? Tingkat keasaman darah kita normalnya 7,35-7,45. Perubahan sedikit saja dari pH darah bisa berpengaruh pada berbagai metabolisme zat dalam tubuh, termasuk asam urat.

Asam urat bersifat asam, tetapi termasuk asam lemah. Asam urat yang ada di cairan sendi tidak akan mencetuskan serangan serangan gout sebelum mengendap menjadi kristal dan dimakan oleh sel-sel kekebalan tubuh. Dengan adanya baking soda, pH darah kita menjadi naik, yakni menjadi sedikit lebih basa. Kenaikan pH yang sangat tipis ini membuat asam urat tidak mengendap menjadi kristal, tetapi larut kembali menjadi darah. Dengan demikian, asam urat mudah diekskresi melalui ginjal.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar OAINS juga bersifat asam lemah. Dengan adanya baking soda akan meningkatkan kelarutan OAINS sehingga peran OAINS untuk mengatasi gout lebih efektif.

29 : Benarkah buah ceri bisa mengurangi asam urat?

Selain sebagai antioksidan, antosianosida dalam buah ceri cukup efektif untuk menurunkan asam urat. Zat kimia alami ini membantu melarutkan asam urat dalam darah sehingga mudah diekskresi melalui urine. Sebaiknya, pilih buah ceri yang masih segar, buang bijinya, lalu makan langsung atau dibuat jus. Hindari jus ceri dan buah lainnya yang sudah dikemas. Dikhawatirkan bahan pengawet dalam produk itu bisa merusak antosianosida. Selain itu suplemen yang diekstrak dari buah ceri juga bisa menjadi pilihan. Sekitar 5.000 orang di Inggris terbiasa mengonsumsi jus ceri untuk mengurangi radang pada sendi karena gout..
*Ceri bisa mengurangi risiko hiperurisemia dan gout.

30 : Lalu, bagaimana dengan vitamin C, Dok? Benarkah vitamin C dapat memperingan gout?

Lebih tepatnya, vitamin C memperingan keadaan hiperurisemia. Vitamin C dapat meningkatkan ekskresi asam urat melalui urine sehingga meringankan keadaan hiperurisemia. Sebuah penelitian tahun 2009 menujukan bahwa pria yang mengonsumsi vitamin C lebih dari 1.500 mg per hari memiliki kadar asam urat yang lebih rendah. Demikian pula dengan risiko terkena hiperurisemianya, yakni 45% lebih kecil dari pada mereka yang mengonsumsi kurang dari 250 mg per hari. Namun, disaat yang sama, vitamin C dapat meningkatkan risiko terjadinya batu urat pada ginjal dan slauran kencing. Jadi, aturlah konsumsi vitamin C.

31 : Apakah merokok dapat memperburuk gout?

Betul. Rokok mengandung beribu-ribu bahan kimia yang dapat membuat pembuluh darah menyempit atau istilahnya vasokonstriksi. Hal ini menyebabkan kelancaran peredaran darah terganggu sehinga suplai oksigen dan nutrisi tidak optimal. Kekurangan oksigen dan nutrisi menyebabkan metabolisme tubuh terganggu. Baik perokok aktif maupun pasif mempunyai resiko yang sama besarnya terhadap gangguan pada pembulu darahnya. Menurunnya aliran darah pada kondisi yang khusus diakibatkan rokok dapat meningkatkan risiko hiperurisemia dan gout. Ini disebabkan proses pembuangan asam urat dari peredaran darah menjadi terganggu.
*Merokok meningkatkan risiko rusaknya pembuluh darah dan mengganggu proses eksresi asam urat.

32 : Benarkah olahraga bisa mencegah timbulnya gout?

Benar, olahraga dapat mencegah terbentuknya kondisi hiperurisemia. Olahraga memungkinkan peredaran darah tubuh semakin lancar sehingga pembuangan asam urat melalui urine semakin mudah. Peredarah darah yang lancar memungkinkan jaringan disekitar sandi mendapat nutrisi yang cukup. Dengan demikian, penyembuhan luka-luka kecil menjadi optimal. Otot-otot yang terlatih dapat menyangga tubuh dengan efektif. Selain itu, struktur sendi tidak mudah cedera sehingga dapat mencegah serangan gout di kemudian hari.

C. Penanganan Gout

33 : Jika saya biarkan, apakah gout bisa hilang sendiri tanpa diobati?

Mau menunggu sampai kapan, Kang? Tubuh kita memang punya daya sembuh yang luar biasa. Namun, tidak selamanya kita bisa mengandalkan sel-sel kekebalan tubuh. Kadang kala, kerja sel-sel tersebut kebablasan sehingga malah terjadi peradangan di jempol kaki. Lagipula, bila kita diam saja, pola makan tidak teratur, olahraga tidak terprogram, peluang munculnya gout akan lebih besar. Yang lebih berbahaya, penderita gout bisa mengalami komplikasi. Dengan demikian, kita harus proaktif,. Yang disebut terapi bukan hanya obat, tetapi juga pola makan dan program olahraga. Kondisi hiperurisemia harus diobati, serangan gout yang dapat kambuh di kemudian hari harus dicegah.

34 : Bagaimana dengan tofus? Adakah cara efektif untuk menyembuhkannya?

Ada tiga tahap dalam menyembuhkan tofus, yakni operasi pengangkatan tofus, memperbaiki struktur sendi, dan penurunan kadar asam urat.

Tofus ibarat endapan keras yang tidak mudah hancur. Oleh karena strukturnya terlokalisasi dengan baik maka tofus bisa diambil dengan cara operasi. Adapun struktur sendi yang rusak karena digerogoti tofus dapat diperbaiki oleh dokter spesialis bedah tulang.

Selanjutnya, diperlukan terapi diet dan obat-obatan untuk menstabilkan kadar asam urat darah. penurunan kadar asam urat sampai 5,0 mg/dl diperlukan agar tofus dapat diserap tubuh kembali..

35 : Apakah operasi memberikan efek untuk gout, Dok?

Secara umum, operasi atau bedah bisa mencetuskan serangan gout. Bukan operasinya yang menjadi sebab, tetapi obat-obatan yang digunakan dalam pembiusannya. obat bius propofol bisa menurunkan kadar asam urat secara drastis dari 4,7 mg/dl hingga 3,7 mg/dl, yakni sekitar 21% penurunan dalam 3 jam, dan 4,7 mg/dl. sekitar 36% penurunan dalam satu hari. Nah, penurunan yang tiba-tiba inilah yang bisa mencetuskan serangan gout. Ini terjadi terutama bila pembiusan dengan propofol untuk operasi yang memakan waktu berjam-jam . Namun, sekarang ini sudah dilakukkan prosedur tetap bahwa setiap orang yang akan dioperasi harus melakukan beberapa tes, termasuk kadar asam urat darah. Dokter Anestesi akan memilih metode pembiusan yang cocok dengan kondisi pensiannya saat itu.

Tabel 6. Kadar Asam Urat Dalam Darah Setelah Pembiusan :
Anestesi                            jam
0        1        2        3        24
Propofol                4,7        4,2        4,1        3,7        3,0
Sevofluran                4,9        4,7        4,6        4,7        4,0

36 : Adakah metode pengobatan yang memungkinkan saya dan keluarga saya bebas selamanya dari gout?

Selama ini, penelitian membuktikan belum ada seseorang pun yang bisa bebas  seratus persen dari gout. Bukan berarti gout tidak bisa disembuhkan. Hanya saja, standart kesembuhan gout memang tidak sama denga penyakit lain. Bisa saja saat tidak diserang gout, seseorang mengalami kondisi hiperurisemia. Jadi, untuk dapat mempertahankan keadaan  normal, pola makan dan aktivits perlu dikontrol. Dalam melakukan hal ini dibutuhkan pelatihan ekstra.

Penyakit yang Menyerupai Gout | Diet, Olahraga, dan Aktivitas Lain Untuk Menangani Gout dan Hiperurisemia

This entry was posted in Asam Urat. Bookmark the permalink.