Pencegahan dan Pengobatan Osteoporosis dengan Vitamin dan Mineral

Pencegahan dan Pengobatan Osteoporosis dengan Vitamin dan Mineral

Vitamin C

Peningkatan konsumsi vitamin C diperlukan untuk meminimalkan terjadinya rematik dan osteoporosis. Vitamin C diperlukan pada setiap tahap dalam sintesis kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat untuk pembentukan tulang yang kuat), dan tulang rawan (kartilago).

Sumber vitamin C: apel, avokad, belimbing manis, jambu biji, jeruk, kiwi, mangga, melon, nanas, pepaya, pir, pisang, semangka, stroberi, bayam merah, brokoli, buncis, jagung, kacang panjang, kapri manis, ketimun, kubis, labu kuning, lettuce, paprika, seledri, tomat, ubi jalar, wortel, merica manis, kantelop, kecambah, kol, kentang manis, kangkung, lada.

Zat besi

Pada umumnya pencegahan osteoporosis melalui makanan yang dianjurkan adalah meningkatkan konsumsi makanan yang merupakan sumber kalsium dan vitamin D. Namun, penelitian terkini menunjukkan bahwa zat besi dapat mencegah osteoporosis.

Dalam hal ini, zat besi berperan untuk mempertahankan kepadatan mineral tulang berkaitan dengan fungsinya pada sintesis kolagen (protein berserat pada jaringan ikat, tulang, tulang rawan), yang merupakan komponen kunci tulang. Zat besi berperan sebagai kofaktor (komponen nonprotein enzim) bagi enzim-enzim yang terlibat dalam sintesis kolagen.

Peneliti Harris dan kawan-kawan dari Departemen Ilmu Gizi Universitas Arizona dan Universitas Arkansas, Amerika Serikat, menemukan bahwa perempuan pascamenopause yang mengkonsumsi paling sedikit 18 mg zat besi setiap hari (dan kalsium antara 800 – 1.200 mg) memiliki kepadatan mineral tulang lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengkonsumsi zat besi di bawah 18 mg. Hal ini sejalan dengan penelitian selama 4 tahun yang dilakukan oleh Ilich-Ernst dan kawan-kawan, bahwa suplementasi kalsium terkait massa tulang danbesi (dalam bentuk ferritin) pada perempuan remaja. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 1998.

Dosis : Laki-laki membutuhkan 10 mg zat besi setiap hari; perempuan membutuhkan 15 mg; sedangkan perempuan hamil membutuhkan 30 mg zat besi.

Sumber zat besi: zat besi terdapat dalam berbagai jenis pangan, hewani dan nabati. Umumnya dalam bentuk biologis (bagian yang dapat dimanfaatkan tubuh), besi lebih banyak pada produk hewani. Bahan pangan yang kaya besi antara lain: daging merah, hati sapi (3,5 ons = 6,3 mg), daging sapi (3,5 ons = 3,5 mg), dan hati ayam (3,5 ons = 8,5 mg), tiram, kerang (3,5 ons = 22 mg), cokelat (1 ons = 1,8 mg), kacang merah (50 gr = 3,4 mg), biji mete (50 gram = 1,9 mg), kubis (1/2 mangkok = 1,7 mg), biji bunga matahari (1/2 mangkok = 1,7 mg), ubi jalar (1/2 mangkok = 1,7 mg), kentang, daun singkong, serta bayam (1/2 mangkok = 1,4 mg). Sumber zat besi lainnya adalah ceri, wortel, dan selada.

Boron

Semakin banyak bukti yang menyatakan bahwa boron sangat penting untuk mempertahankan kemudaan tulang dan mencegah osteoporosis. Boron bekerja sama dengan vitamin D, kalsium, dan fosfor membantu dalam mencegah agar tulang tidak kehilangan kalsium dan mineral yang lain.

Dosis: 1 – 2 gr per hari.
Sumber boron: apel, kacang-kacangan, dan sayuran hijau, almond, hazelnut, madu, kismis.

Seng (Zinc)

Mengkonsumsi makanan yang mengandung seng (zinc) dapat membantu metabolisme tulang. Seng memiliki peran yang cukup besar dalam berbagai aspek metabolisme, salah satunya metabolisme tulang dan otot.

Sumber seng: kuning telur, daging ayam, sapi, biji-bijian, roti, susu, kacang-kacangan, ikan.

Beras Ponni

Beras herbal Ponni juga dapat digunakan untuk mencegah osteoporosis karena mengandung kalsium (0,7% per 100 gr nasi) dan fosfor (3,2% per 100 gr nasi) cukup tinggi. Kandungan kalorinya juga rendah, yaitu 60 kal (beras biasa 154 kal)/100 gr; sehingga baik untuk penderita diabetes. Kombinasi keduanya sangat penting untuk mengatasi keropos tulang dan membantu pertumbuhan tulang dan gigi pada anak-anak.

Kalsium

Tulang-tulang Anda tidak hanya berfungsi sebagai kerangka bagi tubuh, tetapi juga sebagai “gudang” mineral tubuh. Jika diet Anda kekurangan kalsium dalam waktu yang lama, tulang Anda menjadi keropos dan rapuh – kondisi yang dikenal sebagai osteoporosis. Berat dan tinggi tubuh Anda benar-benar menciut dan tulang Anda mudah patah.

Masalah lebih buruk dialami perempuan, yang memang memiliki massa tulang lebih kecil dibandingkan laki-laki, yang berarti cadangan kalsium dan mineral lainnya juga lebih sedikit. Selain itu, setelah menopause, perempuan tidak lagi menghasilkan cukup estrogen, suatu hormon yang mempertahankan kalsium tubuh. Ditambah lagi kehamilan, menyusui, diet penurunan berat badan yang tidak tepat, kurang olahraga, minuman ringan berkarbonasi, dan harapan hidup yang lebih lama, perempuan dapat kehilangan 30% massa kalsiumnya antara usia 50 dan 70 tahun.

Dosis: Perempuan yang berusia lebih dari 20 tahun: 1.000 – 1.500 mg per hari. Perempuan remaja dan perempuan hamil: 1.200 mg per hari. Laki-laki: 800 mg.

Sumber kalsium: 4 cangkir susu tanpa lemak (memberikan kalsium sekiatr 1.200 miligram); 1 sdm molasses 140 mg; setangkai besar brokoli 200 miligram. Sumber kalsium dari pangan: semangka, keju, susu, susu kedelai, kubis, kacang-kacangan seperti almond, wijen, beras ponni, kale, brokoli, tahu, tempe, sarden (termasuk sarden kaleng), salmon (termasuk salmon kaleng), collard greens, buah ara (kering). Jika Anda sudah banyak mengkonsumsi makanan tersebut, mungkin Anda tidak membutuhkan suplemen lagi. Hindari dolomite dan suplemen tulang yang mungkin mengandung timbal dan kontaminan lain.

Fosfor

Fosfor merupakan unsur pembentuk tulang yang dibutuhkan tubuh, penting bagi reproduksi sel, mengubah karbohidrat menjadi energi, dan menstabilkan keseimbangan asam-basa darah. Pada orang dewasa kandungan fosfor 1,5 pon dan sebesar 80% digunakan untuk tulang dan gigi.

Dosis: orang dewasa 1.000 miligram.

Sumber fosfor: daging, ayam, ikan, produk susu, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, sayuran, dan buah-buahan.

Magnesium

Enzim-enzim di dalam tubuh yang memetabolisme energi membutuhkan magnesium untuk melakukan tugasnya. Jadi, magnesium ditemukan di dalam semua sel tubuh. Itulah alasan mengapa defisiensi magnesium dapat membuat Anda merasa lelah sepanjang waktu. Mineral ini membantu saraf mengirimkan sinyalnya secara efisien.

Dengan membantu mengatur pemasukan dan pengeluaran kalsium dari sel pembuluh darah, magnesium membantu mengendalikan tekanan darah. Dan mungkin memiliki peranan penting pula dalam mencegah osteoporosis.

Dosis: menurut saran RDA 300 – 400 mg per hari.

Sumber magnesium: secangkir biji labu atau setengah cangkir tahu (mengandung 300 – 400 mg magnesium). Jika Anda sedang menjalankan diet rendah kalori, pertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen karena biasanya aman. Suplemen terbaik adalah magnesium glukonat, magnesium oksida, dan magnesium klorida. Sumber pangan lainnya adalah kacang kedelai, almond, kacang kering, kacang lima, tiram, biji-bijian, tahu, gandum lengkap.

Vitamin D

Apa yang dilakukan vitamin D terhadap tulang? Usus membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium, bahan penting yang membentuk tulang yang kuat. Beberapa alasan mengapa lansia rentan terhadap kondisi penipisan tulang yang dinamakan osteoporosis adalah karena kurang mengkonsumsi makanan yang kandungan vitamin D dan kalsium, sistem pencernaan yang sudah tua sehingga semakin tidak efisien dalam menyerap nutrien, dan kebiasaan mereka yang cenderung banyak menghindari sinar matahari. Terlalu banyak sinar matahari juga memberikan pengaruh buruk. Jadi berjemurlah selama 10 – 15 menit, dua kali seminggu.

Jangan mengkonsumsi suplemen vitamin D yang mengandung lebih dari 400 – 600 IU. Berhati-hatilah juga karena banyak suplemen kalsium yang mengandung vitamin D. Vitamin D yang berlebihan akan menyebabkan banyak kalsium masuk ke dalam darah, dan hal ini dapat menyebabkan batu ginjal, nyeri perut, mual, dan muntah, serta buang air kecil berlebihan. Vitamin D dari sumber makanan, suplemen standar, dan sedikit sinar matahari saja sudah memadai.

Sumber vitamin D: produk susu yang diperkaya, salmon, sarden, ikan herring, telur, hati ayam, yogurt tanpa lemak, keju tanpa lemak.

Pencegahan Osteoporosis | Pencegahan dan Pengobatan Osteoporosis dengan Jus Sayuran dan Buah

This entry was posted in Osteoporosis. Bookmark the permalink.