Pencegahan Osteoporosis

Upaya Pencegahan Osteoporosis

Pencegahan osteoporosis dengan menerapkan pola hidup sehat jauh lebih murah biayanya daripada terkena gangguan osteoporosis. Pola hidup sehat itu antara lain cukup tidur, olahraga teratur (seperti jalan kaki, berenang, senam aerobik). Kita juga perlu menerapkan pola makanan yang sehat yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D, tinggi protein, rendah lemak, serta minum susu dengan kadar kalsium tinggi.

Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (sekitar umur 30 tahun). Minum 2 gelas susu dan vitamin D setiap hari dapat meningkatkan kepadatan tulang pada perempuan setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium. Sebaiknya semua perempuan minum tablet kaslium setiap hari. Dosis harian yang dianjurkan adalah 1.500 mg kalsium.

Olahraga beban (misalnya jalan kaki dan naik tangga) akan meningkatkan kepadatan tulang. Berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.

Susunan protein di tulang dipengaruhi oleh rangsangan hormon. Saat perempuan memasuki masa menopause, kadar hormon estrogennya menjadi rendah, akibatnya kemampuan mengikat kalsiumnya juga rendah. Karena itu dapat diberikan suplemen herbal yang mengandung fitoestrogen (estrogen dari tumbuhan).

Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada perempuan dan sering diminum bersamaan dengan progesteron. Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai 4 – 6 tahun setelah menopause; tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi resiko patah tulang. Raloksifen adalah obat menyerupai estrogen yang baru. Mungkin tidak seefektif estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang, tetapi tidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim. Untuk pencegahan osteoporosis, bisfosfonat (contohnya alendronat), dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon.

Pengobatan Osteoporosis | Pencegahan dan Pengobatan Osteoporosis dengan Vitamin dan Mineral

This entry was posted in Osteoporosis. Bookmark the permalink.