Pencetus Gout

Kadar asam urat dalam darah dapat meningkat karena beberapa sebab, seperti adanya peningkatan metabolisme purin (overproduksi) atau penurunan pembuangan asam urat lewat urin (undersekresi). Overproduksi bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung purin. Underekskresi terutama karena sistem pembuangan tubuh tidak sempurna dalam membuang asam urat lewat air seni. Seseorang bisa mengalami overproduksi saja, underekskresi saja, atau gabungan keduanya.

A. Penyebab Hiperurisemia

01. Penyakit apa saja yang dapat memicu peningkatan asam urat?

Saat ini, banyak sekali ditemukan penyakit-penyakit yang secara genetik mengubah proses alami tubuh untuk memetabolisme asam urat. Kondisi hiperurisemia adalah salah satu faktor penyebab gout, tapi hiperurisemia tidak selalu menyebabkan gout. Pada tabel 2 bisa disimak secara apa saja penyebab hiperurisemia.

Tabel 2. Penyebab Hiperurisemia
1. Sumber : Genetik
Peningkatan produksi asam urat : Mutasi gen penyandi/defisiensi enzim hypoxantin-guanyl phosphorilbosyl transferase (HGPRT)
Penurunan ekskresi asam urat : Penurunan klirens urat

2. Sumber : Dapatan
a. Peningkatan produksi asam urat : Diet tinggi purin
Penurunan ekskresi asam urat : Gagal Ginjal
b. Peningkatan produksi asam urat : Obesitas (kegemukan) dan hipertrigliseridemia
Penurunan ekskresi asam urat : Hipertensi
c. Peningkatan produksi asam urat : Konsumsi alkohol
Penurunan ekskresi asam urat : Obat-obatan (diuretika tiazida, salisilat dosis rendah)

B. Gangguan Pembuangan Asam Urat

02. Bagaimana tubuh membuang asam urat, Dok?

Asam urat yang larut dalam darah akan dibuang keluar tubuh melalui ginjal. Dalam keadaan normal, ginjal akan mengeluarkan asam urat melalui kencing (urine). Oleh karena itu, jika darah mengandung banyak asam urat, urine pun mengandung banyak asam urat. Jika kita mengalami gangguan ginjal maka pembuangan asam urat keluar tubuh tidak berlangsung dengan baik.

Daya saring ginjal kita menurun pada kondisi tekanan darah tinggi (hipertensi), kekurangan cairan (dehidrasi), gagal ginjal kronis, penyakit ginjal polikistik, dan konsumsi alkohol.

Karena ginjal untuk membuang zat sisa dipermudah oleh adanya air dalam darah kita. Semakin banyak air, semakin mudah ginjal membuang zat sisa, termasuk asam urat. Oleh karena itu, sebaiknya kita segera membiasakan diri untuk memperbanyak minum.

03: Kondisi seperti apa yang membuat ginjal tidak bisa membuang asam urat, Dok?

Normalnya, darah dari seluruh tubuh akan disaring oleh ginjal. Apabila laju darah menurun ginjal menurun, kemampuan ginjal membuang asam urat juga menurun. Misalnya, pada kondisi gagal ginjal menahun atau kronis, dehidrasi atau kekurangan cairan, aktivitas fisik atau olahraga yang terlalu berat, dan pada peminum alkohol. Selain itu, keberadaan asam laktat dapat menurunkan kemampuan ginjal membuang asam urat karena kondisi darah lebih asam dari batas normal.

C. Asam Urat dan Hubungannya dengan Beberapa Penyakit

04: Ada yang bilang, hipertensi bisa menyebabkan hiperurisemia. Apa benar, Dok?

Hubungan antara hipertensi dan gout masih belum begitu jelas. Namun, banyak bukti penelitian yang menyebutkan bahwa hipertensi ditemukan pada sekitar sepertiga pasien gout. Adapun seperempat penderita hipertensi memiliki kadar asam urat yang tinggi dalam darahnya.

Ilustrasinya seperti ini, anggap pembuluh darah kita seperti selang. Dalam keadaan terisi air, saat ujung selang ditekan, air akan muncrat lebih jauh. Artinya tekanan air dalam selang menjadi tinggi. Seperti inilah kondisi pembuluh darah penderita hipertensi. Jika tekanan yang sangat tinggi ini terjadi di hampir seluruh tubuh, banyak organ yang terkena dampaknya. Contohnya, ginjal. Struktur mikroskopis dalam ginjal bisa rusak jika terus-terusan mendapat tekanan yang tinggi. Kondisi ini akhirnya menurunkan daya saring terhadap asam urat.

Teori lain menyebutkan bahwa tekanan darah tinggi disebabkan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan ini disebabkan oleh adanya metabolit. Metabolit adalah zat yang secara normal terdapat dalam tubuh. Selain menguntungkan, metabolit juga punya efek merugikan. Vasopresin dan angiotensin adalah dua metabolit dalam tubuh yang mampu menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriksi). Ketika pembuluh darah menyempit, terutama yang terjadi pada penderita hipertensi kronis, laju filtrasi glomerulus juga berkurang. Akibatnya, terjadi penurunan klirens urat.

05: Apakah asam urat yang menumpuk di ginjal bisa dikeluarkan? Bagaimana caranya, Dok?

Hal yang perlu dilakukan pertama kali yaitu menjaga supaya kadar asam urat dalam darah tidak tinggi. Cara yang paling sederhana adalah banyak minum air putih. Namun, bukan berarti bebas makan durian atau jeroan lalu minum air putih banyak-banyak. Justru dengan tidak makan makanan yang tinggi purin, kerja ginjal bisa lebih ringan. Sekarang ini, banyak cara dilakukan untuk memperbaiki daya saring ginjal. Ada yang menggunakan obat, bahan herbal, bahkan dengan laser. Lebih baik Kang Asep memilih cara yang sudah terbukti secara luas, yakni dengan obat penurun asam urat. Namun, daripada mengobati, lebih baik mencegah. Cegah dengan mewaspadai makanan yang dikonsumsi. Untuk mengetahui ada tidaknya penumpukkan di ginjal, Kang asep bisa memeriksa kadar asam urat dalam urine.

06: Apakah gangguan fungsi ginjal bisa disebabkan oleh gout, Dok?

Sebenernya, tidak selalu seperti itu. Fungsi utama ginjal adalah membuang asam urat berlebih. Kalau kemampuan menyaring ginjal sudah tidak baik, zat-zat sisa metabolisme, termasuk asam urat bisa kembali lagi dalam darah. Semakin lama, semakin menumpuk. Jadilah hiperurisemia. Menariknya, beberapa kasus menyebutkan penderita gagal ginjal malah tidak mengalami gout sebanyak yang diperkirakan, meskipun terjadi peningkatan asam urat dalam darahnya. Fenomena ini menjelaskan bahwa gagal ginjal tidak selalu menyebabkan penderitanya mengalami gout. Hiperurisemia dan gout memang memiliki hubungan sebab akibat. Namun, ingat, Kang, hiperurisemia tidak selalu menyebabkan gout. Selain itu, kadar asam urat normal pun tidak selalu terbebas dari gout. Hanya sekitar 1% dari total penderita gagal ginjal ternyata mengalami gout. Adapun sekitar 30% penderita ginjal plikistik mengalami gout.

Penyakit ginjal polikistik adalah kelainan struktur ginjal. Pada penyakit ini, ginjal memiliki “kantung-kantung air”. Kantung-kantung air inilah yang mengganggu kemampuan filtrasi atau penyaringan ginjal. Akibatnya, asam urat tidak dapat dibuang melalui urine. Kelainan ini bersifat genetik dan merupakan penyakit keturunan. Sejak usia pra-remaja, penderitanya sudah menunjukkan tanda-tanda gangguan ginjal. Penderitanya akan cukup lama mengalami kondisi hiperurisemia yang menyebabkan pengendapan kristal MSUM di sendinya. Itulah sebabnya penderita gagal ginjal yang terjadi pada usia dewasa tidak serta merta mengalami gout. Berbeda dengan penderita gagal ginjal sejak usia muda akibat ginjal polikistik.

07: Selain melalui ginjal, asam urat bisa dibuang lewat mana lagi, Dok?

Sekitar 2/3 asam urat dibuang melalui ginjal, sedangkan sisanya dibuang melalui tinja. Oleh karenanya, pemeriksaan asam urat lebih akurat bila dilakukan melalui urine, bukan feses.

Ada beberapa hewan yang memang bisa membuang asam urat dalam bentuk pasta, misalnya burung dan cicak. Akan tetapi, hewan tersebut tidak dilengkapi kemampuan membuang asam urat melalui ginjal.

08: Apakah asam urat bisa dibuang melalui keringat, Dok?

Asam urat memang sebagian dikeluarkan lewat keringat. Namun, jumlahnya hanya sekitar 6,3% dari total asam urat dalam darah. Jumlah ini sangat sedikit. Jika seseorang berolahraga terlalu keras supaya banyak berkeringat untuk menyingkirkan asam urat, bukanlah solusi yang baik. Keringat berlebih dapat menyebabkan seseorang dehidrasi atau kurang cairan. Laju filtrasi glomerulus pun akan menurun. Jika laju filtrasi menurun, bisa dipastikan asam urat tidak dibuang dengan optimal oleh ginjal.

09: Adakah penyakit yang menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh?

Tentu ada. Penyakit atau kondisi yang bisa menghambat pengeluaran asam urat di antaranya gagal ginjal kronis, hipertensi atau tekanan darah tinggi, olahraga berat, kelaparan, peminum alkohol, diabetes melitus, dan pemakaian obat-obatan diuretik untuk memicu pengeluaran urine.

10: Apakah peminum alkohol cenderung menderita gout?

Tentu saja! Alkohol dapat menurunkan klirens urat pada ginjal sehingga asam urat tidak dapat dibuang dengan sempurna. Menariknya, para ilmuwan mengistilahkan hiperurisemia dan gout yang dipicu oleh alkohol sebagai “poor man’s gout”. Artinya, gout yang dialami oleh orang miskin. Istilah ini muncul karena beberapa jenis minuman beralkohol bisa dibeli dengan harga yang murah.

11: Tetangga saya mengidap kencing manis. Dia pun punya keluhan persis seperti yang saya alami. Kok bisa ya, Dok?

Diabetes melitus atau kencing manis adalah sebuah kumpulan keluhan yang disebabkan oleh kadar glukosa dalam darah diatas normal. Normalnya, kadar glukosa darah sekitar 40-150 mg/dL. Peningkatan kadar glukosa darah terjadi jika tubuh tidak dapat lagi merespon insulin. Resistensi insulin juga terjadi karena tubuh sudah jenuh oleh kandungan glukosa otot (glikogen) yang cukup banyak.

Penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin memicu kondisi hiperurisemia dan gout. Jadi, wajar tetangga Kang Asep bisa mengalami keluhan seperti yang Akang rasakan.

12: Apakah kandungan gula darah yang terlalu banyak juga bisa menyebabkan asam urat, Dok?

Tidak ada teori yang bisa menjelaskan, hal ini. Namun, banyak penelitian yang menunjukkan penderita diabetes melitus punya kadar asam urat yang tinggi dalam darahnya. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa resistensi terhadap insulin semakin memperparah kondisi hiperurisemia dan goutnya.

Darah yang banyak mengandung zat gula berwarna lebih pekat. Dibanding darah normal. Nah, kondisi ini membuat darah sulit mencapai organ tubuh. Akibatnya, jika penderita diabetes melitus mengalami luka di kaki, luka itu akan sulit sembuh. Bukan cuma di kaki saja, jantung dan organ tubuh lain pun demikian. Inilah sebabnya diabetes melitus disebut sindroma metabolik. Artinya, penyakit ini adalah kumpulan gejala dan keluhan yang dialami orang dengan gangguan metabolisme tubuh. Dengan kondisi darah yang demikian pekatnya, vitalitas tubuh penderita juga menurun. Inilah yang memperparah kondisi hiperurisemia dan goutnya. Disarankan berolahraga secara teratur untuk mencegah terjadinya sindroma metabolik.

13: Tadi, Dokter menyatakan bahwa olahraga bisa menyebabkan peningkatan asam urat. Tapi, sekarang saya disuruh oalhraga. Apa maksudnya, Dok?

Kalau dilakukan dengan benar, olahraga sangat bermanfaat bagi tubuh. Pertama-tama, harus ada pemanasan sebelum berolahraga. Ingat teori tentang asam laktat dan ATP (lihat BAB 2). Lalu, jenis olahraga harus disesuaikan juga dengan tingkat kemampuan tubuh. Kalau ingin menambah jadwal dan jenis olahraga, diberi kesempatan tubuh kita menyelesaikan dulu. Jangan langsung olahraga berat.

14: Saya masih agak kurang paham tentang hubungan antara diabetes melitus dan gout. Mohon dijelaskan lagi, Dok?

Diabetes melitus adalah sebuah kumpulan keluhan yang disebabkan oleh kada glukosa dalam darah diatas normal. Darah yang begitu kental menyebabkan alirannya tidak lancar. Artinya, proses ekskresi asam urat melalui kencing tidak lancar. Glukosa yang terlalu banyak dalam darah menyebabkan tubuh kelelahan sehingga metabolisme tubuh tidak sempurna. Pemecahan yang tidak sempurna ini meninggalkan banyak sekali radikal bebas yang dapat memperburuk proses penyembuhan gout.

15: Arti diuretik itu apa, Dok? Mengapa bisa meningkatkan asam urat?

Diuretik adalah obat-obatan yang dapat memicu pengeluaran cairan tubuh melalui urine. Beberapa diuretik jenis tertentu malah menurunkan klirens asam urat sehingga menyebabkan hiperurisemia. Contohnya, furosemide dan golongan thiazide. Beberapa pengguna obat tersebut dilaporkan mengalami batu urat di ginjal dan kandungan kemihnya.

D. Produksi Asam Urat dalam Tubuh

16: Enzim HGPRT (hypoxantin-guanyl phosporil-bosyl transferas) ini ada hubungannya dengan purin sebagai bahan dari asam urat. Purin adalah salah satu penyusun rantai DNA dan RNA bersama-sama dengan pirimidin. Enzim HGPRT bertugas mengubah purin menjadi nukleotida purin supaya bisa digunakan kembali sebagai penyusun DNA dan RNA. Sesederhananya seperti ini, Kang. Kalau kita makan daging maka purin yang terkandung dalam daging akan dirombak dan disusun lagi menjadi protein-protein tubuh. Inilah cara tubuh memperoleh gizi dari daging. Proses pengubahan purin ini melibatkan enzim HGPRT. Jika tubuh kekurangan atau mengalami defisiensi enzim ini, jumlah purin dalam tubuh akan menumpuk. Purin yang t”idak terpakai” ini pada akhirnya diubah menjadi asam urat dalam jumlah besar. Akhirnya diubah menjadi asam urat dalam jumlah besar. Akhirnya, kita masuk dalam kondisi hiperurisemia. Kekurangan enzim HGPRT ini sifatnya genetik. Artinya, terdapat mutasi pada gen yang mengode enzim HGPRT sehingga enzim ini dihasilkan dalam jumlah sedikit.

17: Bagaimana siklus asam urat dalam tubuh kita?

Bahan dasar asam urat adalah purin. Apabila jumlah purin dalam tubuh terlalu banyak, kelebihannya akan diubah menjadi asam urat. Proses pengubahan purin menjadi asam urat ini melibatkan enzim yang disebut xantin oxidase. Enzim inilah yang bertugas membuang kelebihan purin dalam bentuk asam urat. Bila telah terbentuk asam urat, tubuh secara otomatis mengeluarkannya melalui urine.

Energi yang menjadi Gout

Kita makan untuk mendapatkan energi. Secara ilmiah, energi disebut ATP (adenosin trifosfat). Unsur pembentuk ATP, adenosine, adalah salah satu jenis purin. Artinya, ATP berpotensi menimbulkan hiperurisemia.

ATP memiliki masa berlaku, yaitu tiga kali kesempatan untuk menghasilkan energi. Normalnya, ATP yang sudah digunakan berubah menjadi ADP (adenosin difosfat). Kalau digunakan lagi, ADP menjadi ADM (adenoin monofosfat. Peningkatan menggunakan ATP akan membentuk AMP dan berlanjut membentuk IMP. IMP (inosin monofosfat) adalah bentuk terakhir. IMP inilah yang masuk dalam metabolisme purin. Bentuk tunggal IMP adalah sumber purin. mau tidak mau, purin dimetabolisme menjadi asam urat sehingga berpotensi menimbulkan kondisi hiperurisemia.

Kinerja ATP dapat berlebihan sehingga menjadi IMP karena beberapa faktor, salah satunya yaitu prnyakit jantung infark miokard. Pada penyakit ini, terjadi sumbatan di pembuluh darah jantung sehingga banyak sel jantung kelelahan. Penyebabnya bisa karena kurang nutrisi. Akhirnya, jantung pun bekerja lebih lemah. selain, itu serangan epilepsi atau status epileptikus juga bisa membuat otot-otot tubuh penderitanya mengalami kontraksi berlebihan alias kejang. Hal ini menyebabkan banyak sel otot bekerja terlalu keras. Faktor lainnya yaitu pada penghisap asap rokok. Perokok pasif dan aktif yang menghisap asap rokok tidak mendapat cukup oksigen untuk menghasilkan ATP lagi. Semua faktor tersebut dapat menyebabkan ATP dipecah hingga kebentuk IMP yang pada akhirnya menyebabkan serangan gout.

18: Mengapa tubuh bisa berlebihan membentuk asam urat?

Asam urat terbentuk secara berlebihan karena adanya pemicunya. Misalnya, karena konsumsi sumber purin dalam jumlah besar atau karena tubuh yang tidak dapat mengubah purin menjadi nukleotida purin.

19: Bisakah tubuh diperintahkan untuk tidak menghasilkan asam urat?

Tubuh secara alami menghasilkan asam urat sebagai zat sisa. Dilihat dari teori pembentukan asam urat, seharusnya kita bisa memerintahkan tubuh untuk tidak lagi memproduksi asam urat. Caranya yaitu dengan obat-obatan yang mampu menghambat kerja enzim xantin oxidase supaya tidak mengubah purin menjadi asam urat atau lebih mengaktifkan kerja enzim HGPRT agar purin diubah kembali menjadi nukleotida purin untuk menyusun DNA. Nyatanya, tidak ada obat atau zat apa pun yang benar-benar dapat menghalangi terbentuknya asam urat. Tetap akan ada sekian persen asam urat yang terbentuk meski kita berusaha keras menghentikan pembentukannya. Oleh karena itu, solusinya memang hanya dengan mengatur dan menyeimbangkan kadar asam urat dalam darah, bukan menghilangkan.

E. Bahaya Obesitas

20: Dalam tabel 2 disebutkan kegemukan bisa meningkatkan produksi asam urat. Kok bisa begitu, Dok?

Obesitas atau kegemukan adalah kondisi tubuh yang memiliki jumlah cadangan lemak yang lebih banyak dibanding kebutuhannya. Trigliserida dan kolesterol adalah beberapa jenis lemak dalam tubuh kita. Trigliserida banyak terdapat pada tubuh orang gemuk dan tidak dimiliki oleh orang kurus. Adapun kolesterol terdapat baik pada orang kurus maupun gemuk. Kondisi tubuh dengan kadar lemak tinggi disebut hipertrigliseridemia.

Banyak struktur organ dalam tubuh orang gemuk yang diselimuti lemak. Jika jantung, hati, dan pembuluh darah diselimuti dan terdesak lemak, tentu akan membahayakan laju metabolisme. Orang dengan kondisi kegemukan mempunyai kecenderungan mengalami peningkatan kadar asam urat dalam darah. Sampai saat ini, belum ada teori yang bisa menjelaskan mengapa penderita obesitas memiliki kadar asam urat darah yang tinggi. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat pada penderita obesitas lebih tinggi dari normal. Oleh karena itu, jagalah agar jangan sampai mengalami kegemukan dengan rutin berolahraga dan memerhatiakn asupan sehari-hari.

21: Bagaimana caranya mengetahui bahwa saya ini termasuk gemuk apa tidak?

Untuk mengetahui gemuk atau tidak, dengan cara menghitung indeks masa tubuh atau body mass index (BMI). Kita harus mengetahui berat dan tinggi badan. Kemudian, berat badan dalam ukuran kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam ukuran meter. Hasilnya disebut BMI. Rumusnya seperti ini:

BMI = Berat badan (kg) : Tinggi badan(pangkat dua) (m)
misalnya, berat badan 67 kg, dengan tinggi badan 1,72 m maka:
BMI    = 67 : 1,72(pangkat dua)
= 22,65
Ketentuannya sebagai berikut:
< 18,5        = sangat kurus
18,5 – 24,9        = normal
25 – 29,9        = berat badan lebih
> 30        = obesitas

Berkenalan dengan Asam Urat | Para Penderita Gout

This entry was posted in Asam Urat. Bookmark the permalink.