Pengertian Stroke (Bagian 2)

Apa itu Stroke? (2)

A. Kelainan Pembuluh Darah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, stroke memiliki berbagai penyebab, namun utamanya disebabkan adanya penyumbatan ataupun pecahnya pembuluh darah di otak.

Stroke karena penyumbatan pembuluh darah umumnya disumbang oleh penyakit degeneratif seperti diabetes, kolesterol, hipertensi, dan jantung koroner yang baru beresiko menimbulkan stroke pada usia tua.

Sedangkan stroke pada usia muda justru sebaliknya, banyak disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang disumbang oleh kelainan pembuluh darah yang sudah dimiliki sejak lahir seperti arteri vena malformasi (pembuluh ruwet menyerupai kumpulan cacing) dan anurisma (pembuluh darah menggelembung dan dinding pembuluh menipis).

Kedua kelainan ini baru muncul menimbulkan gangguan ketika penderitanya mulai beranjak dewasa (sekitar usia 20 hingga 30 tahunan). Ketika pembuluh darah pecah, darah dapat masuk ke dalam otak menyebabkan rusaknya sel-sel dan jaringan otak. Kebanyakan stroke akibat pecahnya pembuluh darah (hemoragik) berakibat fatal pada kematian.

Selain sebab yang diakibatkan kelainan pembuluh darah, stroke pada usia muda juga dapat disebabkan oleh kelainan katup jantung. Biasanya, sudah disertai gejala kelainan katup jantung seperti biru saat lahir, sering mengalami sesak, mudah lelah saat beraktifitas normal. Juga bisa disebabkan kelainan darah kental maupun polisitemia.

B. Skala Stroke

Stroke memang merupakan gangguan yang datang secara mendadak dan baru diketahui setelah terjadinya serangan, jika merupakan serangan stroke. Serangan stroke biasanya akan menimbulkan gejala yang khas seperti, lumpuh atau lemas separuh bagian tubuh (sisi kanan atau kiri), bicara jadi cadel (pelo), mulut mencong, dan kesemuanya terjadi secara tiba-tiba.

Selain gejala diatas, juga dapat disertai gejala klinis yang berat seperti kesadaran menurun, mual muntah hebat (muntah proyektil atau menyembur), ngorok, pingsan, dan kejang.

Berbeda dengan kelumpuhan disebabkan tumor, stroke menyebabkan kelumpuhan yang sangat agresif. Sedangkan, kelumpuhan disebabkan tumor kebanyakan progresif, perlu waktu dan tidak menimbulkan keluhan yang berat secara tiba-tiba.

Namun stroke memang tidak selalu mengakibatkan kelumpuhan. Manifestasi stroke bisa bermacam-macam tergantung lokasi penyumbatan atau pecah pembuluh darah. Jika terjadi pada otak bagian depan, maka dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan berpikir, kebijakan, penalaran, dan bahasa. Jika terjadi pada area temporal, dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan berbicara.

Gangguan pada otak bagian tengah dapat menyebabkan manifestasi gangguan sensorik dan gerak. Gangguan pada otak bagian belakang dapat memengaruhi kemampuan penglihatan dan pendengaran. Dan, jika terkena pada bagian otak kecil, menyebabkan gangguan keseimbangan.

Namun, dari sekian banyak manifestasi, gangguan berupa kelumpuhan separuh bagian tubuh dan mencong lebih dipahami awam sebagai gejala stroke.

Pada kasus mencong di wajah, ternyata bukan hanya milik stroke. Gejala ini mirip dengan gejala gangguan pada saraf ketujuh yang diduga disebabkan adanya infeksi virus atau cuaca dingin yang menimbulkan pembengkakan sehingga mengimpit saraf tersebut.

Selain mencong, gejala lumpuh pada anggota gerak juga bisa mirip dengan radang sendi bahu. Lemas dan baal pada sebagian badan juga bisa mirip dengan kelainan saraf leher.

C. Memahami Stroke

Otak akan berfungsi baik bila peredaran darah ke otak berlangsung baik. Otak memperoleh darah melalui dua sistem, yaitu sistem karotis dan sistem vertebrobasilaris.

Kedua pasang pembuluh darah bercabang-cabang menelusuri permukaan otak dan beranastomosis satu dengan lainnya. Untuk menjamin aliran darah ke otak, ada beberapa sistem kolateral antara karotis dan vertebrobasilaris.

Stroke terjadi jika aliran darah ke otak terputus. Stroke terjadi jika pasokan darah berhenti akibat tersumbatnya pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah,

Gangguan peredaran darah otak sedkita atau banyak akan menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki lagi.

Stroke dibagi menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemorragik. Stroke iskemik adalah tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke iskemik. Stroke iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis :

1. Stroke Trombotik : proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan.
2. Stroke Embolik : tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
3. Hipoperfusion Sistemik : berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.

Suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.

Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut emboli serebral (emboli = sumbatan, serebral = pembuluh darah otak) yang [aling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).

Emoli lemak jarang menyebabkan stroke. Emoli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.

Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.

Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi. Stroke hemoragik ada 2 jenis :

1. Hemoragik Intraserebral : perdarahan yang terjadi di dalam jaringan otak.

2. Hemoragik Subaraknoid : perdarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak).

D. Mekanisme Terjadinya Stroke

Berawal dari penumpukan lemak yang di dinding-dinding pembuluh darah, kemudian semakin lama semakin banyak dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Ketika volume darah meningkat maka dibutuhkan pipa atau saluran yang besar maka mau tidak mau karena pipa (pembuluh darah) sudah mengecil sehingga untuk menyeimbangkan semuanya jantung harus memompa sangat cepat supaya aliran yang menyebabkan pembuluh darah robek. Robekan tersebut mengeluarkan darah dan akhirnya terjadilah penyumbatan. Bila pembuluh darah jantung yang tersumbat makan akan terjadi penyakit jantung koroner. Bila pembuluh darah yang di otak yang tersumbat terjadilah stroke.

Pengertian Stroke (Bagian 1) | Stroke pada Usia Muda

This entry was posted in Stroke. Bookmark the permalink.