Pengobatan Diabetes

Diabetes tipe 1 yang tidak punya insulin memang harus terus disuntik insulin. Pasien diabetes tipe 2 tidak selalu demikian. Insulin dipakai pada keadaan tertentu, misalnya jika ada komplikasi, akan menjalani pembedahan, atau demi pengaturan gula darah yang lebih optimal.

Suntikan insulin sama sekali tidak berbahaya, asalkan dipantau dengan baik. Suntikan insulin punya banyak keunggulan dibandingkan dengan tablet. Bukan saja pengaturan gula darah menjadi lebih baik, efek samping pun lebih sedikit.

Bagi diabetes tipe 1 memang sekali insulin, seumur hidup akan terus disuntik insulin. Untuk pasien diabetes tipe 2, mungkin saja suatu saat kembali beralih ke tablet tanpa suntik insulin.

Suntikan insulin tidak bisa menyembuhkan diabetes. Diabetes tidak semudah itu disembuhkan, tetapi Anda bisa mengendalikan atau mengalahkan diabetes lewat gaya hidup yang sehat, diet yang benar, berolahraga teratur, serta mengkonsumsi tablet atau suntikan insulin.

Insulin diberikan pada diabetes tipe 1. Pasien diabetes tipe 2 kadang juga butuh pemberian suntikan insulin untuk mengatasi komplikasi-komplikasi yang ada, atau supaya pengendalian gula darah menjadi lebih baik. Selama gula darah Anda terkontrol dengan baik, Anda tidak usah khawatir, komplikasi bisa dicegah, atau komplikasi yang sudah ada dapat diatasi.

Tablet diabetes mempunyai tujuan yang sama dengan insulin, yaitu mengatur gula darah. Tablet ada bermacam-macam cara kerjanya. Ada yang merangsang produksi insulin oleh pankreas, ada yang mengatur pembentukan gula di hati, ada yang menghambat penyerapan gula di usus, dan ada pula yang memperbaiki kinerja insulin.

Anda harus memeriksakan gula darah lebih sering kalau sedang terkena penyakit lain. Ketika demam oleh infeksi kuman atau virus, gula darah bisa semakin tinggi karena rangsangan hormon adrenalin. Orang stres pun akan naik gulanya. Pasien gagal ginjal gulanya sering drop, demikian juga pasien sakit liver yang kronis.

Walau diabetes sulit disembuhkan, tetapi obat harus selalu diminum. Memang pada awalnya pasien diabetes tidak akan mengalami apa-apa, karena komplikasi belum terjadi. Komplikasi akut seperti gula terlalu tinggi bisa mengakibatkan kejang, dehidrasi, bahkan koma. Komplikasi kronis bisa timbul beberapa tahun kemudian, seperti kena jantung, stroke, gagal ginjal, kerusakan mata, saraf, borok kaki, dan sebagainya. Semua komplikasi bisa berbahaya dan fatal. Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah supaya komplikasi tidak sampai terjadi.

Obat herbal atau obat tradisional tidak aman untuk diabetes. Kebiasaan minum obat herbal atau tradisional tidak mungkin bisa membuat gula darah stabil. Mungkin gula turun, tetapi sebentar turun banyak, sebentar lagi turun sedikit. Kadar gula darah yang berubah-ubah ini akan merusak pembuluh darah, HbA1c tidak mencapai target 6.5%, sehingga komplikasi pun akan timbul, termasuk jantung dan ginjal.

Semua obat memang bahan kimia. Obat herbal atau tradisional juga terdiri dari unsur kimia. Semua yang Anda konsumsi termasuk air (H2O) juga kimia. Yang paling alami dalam penanganan diabetes adalah diet yang benar dan berolahraga dengan teratur.

Suntikan insulin tidak sakit. Sekarang banyak jarum suntik dengan ukurannya yang lebih kecil, lebih tajam, dan alat suntiknya pun lebih mudah digunakan. Suntikan insulin bukan lagi suatu hal yang menakutkan.

Pada awalnya memang insulin membuat berat badan naik, tidak baik bagi pasien diabetes. Penelitian terakhir tentang insulin adalah, bahwa insulin temuan terbaru sekarang tidak menaikkan berat badan.

Insulin tidak mengganggu pembuluh darah atau jantung. Pemakaian insulin dengan benar membuat gula darah terkontrol baik, komplikasi pada jantung dan pembuluh darah dapat dicegah.

Tablet diabetes tidak semuanya sama. Cara kerja obat diabetes yang satu berbeda dengan yang lainnya. Ada obat yang bisa bikin gemuk, tetapi ada yang menurunkan berat badan. Ada yang memperbaiki kinerja insulin, ada pula yang merangsang pembentukan insulin, dan lain-lain. Pemilihan obat diabetes tergantung pada keadaan diabetes masing-masing.

Obat diabetes memang harus diminum terus. Namun, dosisnya bisa berubah-ubah, tergantung bagaimana keadaan gula darahnya. Kadang bisa ditambah obat lain, atau dikurangi supaya kontrol gula darah menjadi lebih baik.

Dosis insulin bisa berubah, tergantung tinggi rendahnya gula darah. Perhatikan pula cara kerja insulin itu, ada yang kerja panjang, sehari sekali suntik. Ada juga yang kerjanya lebih pendek, bisa 2-3 kali suntik dalam sehari.

Minum obat harus mengikuti aturan pakainya. Ada obat yang harus 2 kali atau 3 kali sehari. Tetapi ada juga obat yang bekerja 24 jam, jangan dipecah-pecah, melainkan diminum sekali sehari.

Obat generik atau obat murah bukan berarti obat dengan kualitas buruk. Yang penting adalah obat itu harus tepat untuk pengobatan diabetes Anda.

Dokter bisa mengubah dosis, atau menambah obat menjadi kombinasi dua atau tiga macam tablet, tergantung keadaan penyakitnya. Mungkin juga dikombinasikan dengan suntikan insulin.

Pencegahan Diabetes

This entry was posted in Diabetes. Bookmark the permalink.