Pengobatan Kanker Hati

Upaya Pengobatan Kanker Hati

Stadium Kanker Hati

Sebelum menyarankan opsi pengobatan kanker hati, biasanya perlu diketahui terlebih dahulu stadium-stadium kankernya. Untuk kanker hati ada empat tahap stadiumnya, yaitu :

* Stadium I : kanker hati bersifta lokal dan bisa diangkat / dioperasi. Tumor berukuran 2 cm atau kurang, terletak di daerah tunggal hati, dan bisa menerima tindakan pembedahan.

* Stadium II : kanker hati masih bersifat lokal dan dapat dioperasi. Pada tahap ini, kanker hadir pada satu atau lebih lokasi di hati, tetapi tidak menyebar ke kelenjar getah bening atau pembuluh darah yang berdekatan.

* Stadium III : pada tahap ini, kanker belum menyebar ke organ tubuh lainnya atau kelenjar getah bening. Biasanya ukuran tumor sudah lebih dari 2 cm.

* Stadium IV : pada tahap ini kanker hadir di lebih dari satu lobus hati, mungkin sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang berdekatan, organ lain (tapi bukan kantong empedu), dan struktur (seperti peritoneum), serta tumbuh ke dalam atau di sekitar pembuluh darah utama.

Pengobatan kanker hati berlainan untuk setiap pasien / penderita. Pendekatan pengobatan disesuaikan dengan kebutuhan penderita dan mempertimbangkan faktor-faktor ukuran tumor dan lokasi, stadium kanker, keadaan umum kesehatan penderita, serta usia kanker. Berikut adalah pilihan-pilihan pengobatan dan perawatan untuk penderita kanker hati :

Pembedahan

Pembedahan merupakan tindakan yang tingkat keberhasilannya cukup tinggi, terutama bagi penderita kanker yang ukuran tumor hatinya kecil (dibawah 5 cm). Sebaliknya, apabila tumornya sudah menyebar keluar liver (misalnya sudah sampai di kelenjar getah bening ataupun organ tubuh lainnya), pembedahan mungkin kurang efektif. Di bawah ini adalah jenis-jenis pembedahan yang umum untuk mengobati kanker hati :

* Hepatektomi parsial, yaitu pembedahan yang hanya mengangkat tumornya saja (sebagian dari hati).
* Hepatektomi total, yaitu operasi yang kompleks di mana seluruh hati / liver akan diangkat. Prosedur ini diikuti dengan transplantasi hati karena tubuh tidak dapat hidup tanpa hati.
* Transplantasi hati. Prosedur operasi ini melibatkan dua langkah. Organ hati / liver sehat akan diambil dari donor (orang yang mati otak) dan kemudian ditanamkan ke dalam tubuh untuk menggantikan organ hati / liver pasien yang rusak. Namun, transplantasi hati tergolong tindakan yang cukup mahal biasanya.

Akan tetapi, transplantasi hati memiliki berbagai macam efek samping. Berikut adalah efek samping utama dari tindakan transplantasi hati :

* Adanya resiko tinggi infeksi
* Terjadi perdarahan yang disebabkan oleh ketidakmampuan organ hati baru memproduksi protein pembekuan darah
* Terjadi pembekuan dalam pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke hati
* Penolakan hati hasil transplantasi (organ hati baru tidak diterima oleh tubuh)

Radioterapi

Radioterapi adalah penggunaan partikel X-ray untuk menghancurkan sel-sel kanker hati. Pasien kanker hati dapat menerima terapi radiasi melalui beberapa bentuk sebagai berikut :

* Radiasi eksternal, menggunakan perangkat eksternal (akselerator linier) untuk menghasilkan X-ray yang difokuskan pada tumor hati.
* Radiasi internal, yaitu partikel radioaktif dilekatkan dalam biji, kawat, jarum, atau kateter yang ditempatkan dalam jaringan tumor.
* Radi-labeled antibodi, menggunakan zat radioaktif yang melekat pada antibodi buatan untuk membunuh sel kanker.

Sementara itu, efek samping radioterapi meliputi :

* kelelahan kronis
* iritasi kulit (kulit menjadi merah, kering, atau lembut di daerah paparan)
* kehilangan nafsu makan
* mudah terkena infeksi

Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi untuk kanker hati dapat diberikan dalam bentuk pil, intravena infus, ataupun disuntikkan langsung ke lokasi tumor (disebut kemo regional). Keuntungan kemoterapi regional adalah memperkecil efek samping kemoterapi pada sel-sel sehat. Adapun efek samping kemoterapi adalah : mudah terinfeksi, mudah memar / berdarah, lemah dan lesu, kerontokan rambut, sariawan dan gusi berdarah, mual, muntah, serta kehilangan nafsu makan.

Berikut ini adalah jenis-jenis obat kemoterapi untuk kanker hati yang umum digunakan :

* Gemcitabine, Oxaliplatin, Mitomycin (biasa dipakai di Eropa)
* Gemcitabine, Bevacizumab, Fluororacil (biasa dipakai di Amerika Serikat)
* Epirubicin, Gemcitabine, Mitomycin (biasa dipakai di Jepang)
* Fluororacil, Pirarubicin, Oxaliplatin (biasa dipakai di Cina)

Ada beberapa jenis kemoterapi regional. Di antaranya :

* Hepatic Artery Chemoembolization
Perawatan ini menggunakan obat antikanker yang disuntikkan ke dalam arteri hati untuk memblokir aliran darah yang masuk ke hati / liver. Penyumbatan ini bisa bersifat sementara atau permanen, dan memungkinkan obat untuk membunuh sel kanker dengan cara menghentikan pasokan darah kaya oksigen dan nutrisi ke tumor. Namun, pendekatan ini tidak merusak bagian hati lainnya yang terus menerima darah dari vena portal. Efek samping yang paling umum dari metode ini adalah mual, muntah, demam, sakit perut, kelelahan, infeksi atau masalah dengan perangkat pompa (yang digunakan).

* Hepatic Arterial Infusion
Merupakan pilihan pengobatan di mana agen-agen kemoterapi diinfuskan dalam arteri hati. Obat secara periodik dimasukkan melalui kateter.

* Isolated Liver Perfusion
Metode ini masih dalam uji klinis. Tujuannya adalah untuk mengekspos hati dengan kemoterapi dosis tinggi di mana pasokan darah ke hati untuk sementara dihentikan. Treatment ini memerlukan operasi kompleks, yakni kateter dimasukkan ke dalam arteri hati, portal vena, dan vena hati.

* Injeksi perkutaneus dengan Ethanol
Adalah prosedur inovatif dengan tingkat kematian rendah di mana kanker hati dibunuh oleh ethanol (alkohol). Zat ini diinjeksikan ke dalam tumor. Alkohol menghancurkan tumor dengan mendehidrasi sel kanker dan mengubah struktur protein selular. Efek samping yang paling umum dari perawatan ini adalah demam dan rasa sakit yang disebabkan oleh kebocoran alkohol pada permukaan hati dan ke rongga perut.

* Embolisasi Portal Vena
Adalah pendekatan perawatan di mana pasokan portal vena darah tersumbat. Perawatan ini memiliki dua manfaat, yaitu secara substansial mengurangi satu bagian dari hati (di mana biasanya tumor terletak); menyebabkan organ hati yang tersisa untuk tumbuh. Metode embolisasi ini adalah langkah pra-operasi untuk pasien yang membutuhkan operasi, tetapi ukuran tumornya terlalu besar untuk diangkat.

Target Terapi

Kanker hati tergolong cukup resistan terhadap kebanyakan obat-obatan kemoterapi. Untuk mengatasinya, sebenarnya telah dikembangkan obat baru (target terapi). Namun, obat ini masih sangat mahal harganya dan masih perlu dipelajari efektivitasnya dalam mengobati kanker hati, terutama kanker hati stadium lanjut.

Namun, ada yang namanya terapi biologis. Terapi ini juga disebut immunotherapy, yaitu jenis perawatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan pertahanan alami tubuh. Perawatan ini lebih ditujukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar dapat melawan sel-sel kanker dan mengurangi efek samping yang disebabkan oleh pengobatan kanker hati (misalnya efek samping kemoterapi), serta mempercepat pemulihan pasca operasi.

Pencegahan Kanker Hati | Testimoni

This entry was posted in Kanker Hati. Bookmark the permalink.