Penyebab Gagal Ginjal (Bagian 3)

Penyebab Gagal Ginjal dari Segi Konsumsi

Ini merupakan lanjutan dari post sebelumnya dan merupakan bagian terakhir dari penyebab gagal ginjal dari segi konsumsi :

Kandungan Protein Tinggi

Sebenarnya sah-sah saja jika kita mengkonsumsi protein dalam jumlah tinggi, yang menjadi masalah adalah ketika ginjal kita memang telah mengalami gangguan atau kebocoran sejak awal. Protein dalam jumlah tinggi akan semakin merusak ginjal atau membuat kerja ginjal menjadi semakin berat. Dengan kata lain menjadi penyebab gagal ginjal.

Seperti yang kita ketahui, protein diperlukan untuk berbagai macam kegunaan, mulai dari pembentukan enzim untuk fungsi pencernaan, fungsi kontrol gula darah atau tekanan darah, pembentukan sel baru dalam tubuh untuk menggantikan sel yang rusak atau mati dan berbagai fungsi dasar tubuh lainnya.

Protein merupakan sumber nutrisi utama bagi tubuh manusia. Bagi anak yang masih dalam pertumbuhan, protein merupakan bahan baku bagi tumbuh kembang badan. Bagi orang dewasa, protein berguna untuk mempertahankan kerja organ dalam tubuh. Bahkan pada lansia, protein tetap menjadi kebutuhan dasar yang utama bagi metabolisme tubuh. Bagi para olahragawan, protein merupakan nutrisi vital pembentukan otot.

Ginjal manusia ada 2 buah dan di dalamnya terdapat jutaan nefron yang bekerja seperti filter (seperti saringan bila kita memasak). Nefron ini akan membuang zat hasil metabolisme yang memiliki ukuran kecil sehingga bisa melalui celah saringan nefron tersebut. Protein dapat mempengaruhi ginjal melalui 2 cara :

1. Protein dalam tubuh akan dimetabolisme dan membentuk ureum. Ureum adalah senyawa buangan dalam ukuran kecil yang akan keluar melalui ginjal. Pada ginjal yang mengalami gangguan, ureum akan bertahan (tidak dapat dibuang), inilah yang menjadi bahaya karena dapat meracuni tubuh.

2. Protein sendiri dapat merusak ginjal apabila ginjal mengalami kebocoran dari awalnya. Pada ginjal sehat, protein tidak akan dapat melalui saringan nefron karena ukurannya yang besar. Bila protein dapat melewati nefron yang bocor, maka dapat mengakibatkan kerusakan jaringan ginjal di luar nefron.

Oleh sebab itu asupan protein yang dianjurkan tidak lebih dari 4 gram/kg berat badan per hari. Namun, jika Anda sudah mengalami gangguan ginjal, diet tinggi protein tidak dianjurkan untuk dilakukan.

Kandungan Garam Tinggi

Penyebab Gagal Ginjal Fast Food

Masyarakat Indonesia menyukai makanan yang agak asin, bahkan boleh dibilang, sangat suka dengan makanan asin. Mulai dari hidangan seperti daging, sayur, sup dan sambal. Kalau rasa asinnya tidak menggigit, maka rasanya hambar dan tidak enak.

Sebenarnya, kandungan garam tinggi berpengaruh pada orang dengan kondisi ginjal terganggu, dapat menjadi penyebab gagal ginjal. Walau memang kurang baik juga jika dikonsumsi oleh orang dengan kondisi ginjal normal.

Kegemaran dan kebiasaan masyarakat mengkonsumsi fast food (makanan cepat saji) juga menyebabkan semakin tingginya asupan natrium dan garam karena kadar garamnya mencapai dua kali lipat dari batas normal yang dianjurkan yaitu sebesar < 2,4 gram.

Para ahli penyakit ginjal telah mengetahui dampak asupan tinggi natrium pada tekanan darah, gagal jantung kongestif dan gangguan keseimbangan cairan tubuh pada pasien penyakit gagal ginjal kronik. Variasi konsumsi garam berpengaruh langsung pada albuminuria (keluarnya albumin dari ginjal dalam urin). Asupan garam yang tinggi memperburuk albuminuria dan mengubah pola hidup pasien akan memberikan pengaruh penting bagi keberhasilan manajemen penyakit ginjal kronik, khususnya pembatasan asupan garam.

Seseorang yang menderita sindroma metabolik dengan karakteristik masalah perut yang gemuk, rendahnya kadar kolesterol baik (high density lipoprotein / HDL), peningkatan kadar trigliserida dan tekanan darah serta peningkatan kadar gula darah diduga juga dipengaruhi oleh asupan garam yang tinggi. Dengan mengurangi asupan garam, dari penelitian terbukti dapat menurunkan sejumlah pasien darah tinggi dari 23,8% menjadi 8,2%. Hal ini membuktikan bahwa garam merupakan faktor penyebab peningkatan tekanan darah yang berkaitan dengan sindroma metabolik.

Pasien penyakit ginjal kronik dianjurkan untuk membatasi asupan garam sebesar < 2,4 gram/hari, sehingga dapat mengurangi masuknya cairan berlebih ke cairan ekstraselular dan menurunkan tekanan darah. Pembatasan asupan garam dengan penurunan volume cairan ekstraselular dapat meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik stadium terminal.

Bacalah label makanan terlebih dahulu, guna mengetahui seberapa banyak kandungan garam yang terkandung di dalam makanan tersebut. Berikut ini langkah-langkah untuk menurunkan asupan natrium, diantaranya :

* Hindari penggunaan garam pada waktu makan atau memasak
* Hindari penyedap masakan yang asin (penyedap masakan, saus, kaldu)
* Pilih buah atau sayuran segar dan makanan rendah garam (< 140 mg per sajian) untuk makanan kaleng dan olahan
* Hindari makanan yang mengandung garam tinggi : sup, ham, sosis, makanan cepat saji

Kandungan Fosfor Tinggi

Umumnya, pasien dengan penyakit ginjal harus membatasi makanan dengan kandungan komponen tertentu, salah satunya adalah kandungan mineral tinggi yaitu fosfor, karena sukar dikeluarkan oleh ginjal dan akhirnya menjadi penyebab gagal ginjal. Makanan cepat saji ternyata banyak mengandung fosfor yang dapat membahayakan pasien.

Kadar fosfor di dalam darah yang tinggi kurang baik bagi kesehatan, karena dapat memicu terjadinya penyakit jantung, penyakit tulang bahkan kematian pada pasien dengan penyakit ginjal. Inilah sebabnya mengapa pasien dengan penyakit ginjal harus menghindari makanan tinggi fosfor yang banyak terkandung dalam daging, produk susu, biji-bijian dan kacang-kacangan. Peneliti telah banyak menemukan bahwa makanan buatan pabrik kini banyak ditambahkan fosfor, seperti sodium fosfat atau pirofosfat, dan sangatlah sukar bagi masyarakat luas mengetahui keberadaan zat tambahan tersebut apakah terdapat dalam produk makanan yang dikonsumsinya atau tidak.

Kalori, lemak dan natrium diperlukan dalam nutrisi tetapi fosfor tidak. Namun sukar bagi pasien penyakit ginjal untuk mengetahui berapa banyak fosfor yang mereka konsumsi. Sebagai contoh, kami menemukan bahan makanan ayam sering menjadi daftar makanan yang aman untuk dikonsumsi, namun masakan ayam dari restoran cepat saji sering mengandung tambahan fosfor.

Kadar fosfor dalam makanan seringkali diabaikan, dan dengan menambah kadar fosfor dalam makanan kita sehari-hari dapat membuat jumlah yang berlebih dalam tubuh dan berdampak kurang baik walaupun bagi individu tanpa kelainan ginjal. Oleh karenanya, kadar fosfor perlu dibatasi dan dikurangi terutama pada penderita penyakit ginjal.

Penyebab Gagal Ginjal – bersambung

Penyebab Gagal Ginjal (Bagian 2) | Penyebab Gagal Ginjal (Bagian 4)

Masyarakat Indonesia menyukai makanan yang agak asin, bahkan boleh 

dibilang, sangat suka dengan makanan asin. Mulai dari hidangan

seperti daging, sayur, sup dan sambal. Kalau rasa asinnya tidak

menggigit, maka rasanya hambar dan tidak enak.

Sebenarnya, kandungan garam tinggi berpengaruh pada orang dengan kondisi ginjal terganggu, walau memang kurang baik juga jika dikonsumsi oleh orang dengan kondisi ginjal normal.

This entry was posted in Penyakit Ginjal. Bookmark the permalink.