Penyebab Gagal Ginjal (Bagian 4)

Penyebab Gagal Ginjal dari Segi Bawaan

Berikut ini kita akan membahas tentang apa saja yang dapat menjadi penyebab gagal ginjal, ditinjau dari hal-hal yang berada di luar kendali kita :

Prematur

Penyebab Gagal Ginjal Bayi Prematur

Bayi prematur (lahir kurang dari 32 minggu kehamilan) beresiko memiliki penumpukan endapan kalsium di bagian nefron ginjal, yang dikenal dengan nefrokalsinosis. Hal ini mungkin disebabkan oleh menurunnya kemampuan menghambat proses pengumpalan kristal akibat beban kalsium yang disaring meningkat dan ekskresi sitrat berkurang. Bila tidak diatasi, bayi yang memiliki kondisi seperti ini memiliki resiko untuk menderita gangguan fungsi ginjal di kemudian hari dan menjadi cikal bakal penyebab gagal ginjal.

Keluarga Berpenyakit Ginjal

Jika ada anggota keluarga Anda yang menderita penyakit ginjal kronik, atau sedang menjalani dialisis atau transplantasi ginjal, maka Anda memiliki resiko mengalami penyakit ini. Salah satu jenis penyakit yang bersifat diturunkan adalah penyakit ginjal polikistik. Kista adalah suatu rongga yang berdinding epitel dan berisi cairan atau material yang semisolid. Polikistik berarti banyak kista. Pada keadaan ini dapat ditemukan kista-kista yang tersebar di kedua ginjal, baik di korteks maupun di medula. Selain oleh karena kelainan genetik, kista dapat disebabkan oleh berbagai keadaan atau penyakit. Jadi ginjal polikistik merupakan kelainan genetik yang paling sering didapatkan. Nama lain yang lebih dahulu dipakai adalah penyakit ginjal polikistik dewasa (adult polycystic kidney disease), oleh karena sebagian besar baru bermanifestasi pada usia di atas 30 tahun.

Kecelakaan atau Trauma

Kecelakaan, cedera, beberapa jenis operasi, juga dapat mengganggu atau merusak ginjal, sehingga dapat menjadi penyebab gagal ginjal tanpa kita sadari.

Saluran kemih (termasuk ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra) dapat mengalami perlukaan (trauma) karena luka tembus (tusuk), trauma tumpul, terapi penyinaran maupun pembedahan.

Trauma tumpul sering menyebabkan luka pada ginjal. Misalnya kecelakaan kendaraan bermotor, terjatuh atau trauma pada saat berolahraga. Luka tusuk dapat karena tikaman atau tembakan. Kerusakan yang terjadi bervariasi. Cedera ringan menyebabkan hematuria (adanya darah dalam urin) yang tampak sebagai air kemih yang berwarna kemerahan. Gejala lainnya adalah nyeri dan berkurangnya proses berkemih.

Beberapa trauma dapat menyebabkan nyeri tumpul, pembengkakan dan memar. Jika ginjal mengalami luka berat, bisa terjadi perdarahan hebat dan iar kemih bisa merembes ke jaringan sekitarnya. Jika ginjal sampai terpisah dari tangkainya yang mengandung vena dan arteri, maka bisa terjadi perdarahan hebat di dalam rongga perut, syok dan kematian.

Setiap cedera yang mempengaruhi proses yang terjadi di ginjal akan mempengaruhi proses pembuangan limbah metabolik. Mencegah kerusakan menetap pada saluran kemih dan mencegah kematian tergantung pada diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Lanjut Usia

Kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun keatas. Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi. Karena itu di dalam tubuh akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural disebut penyakit degeneratif yang menyebabkan lansia akan mengakhiri hidup dengan episode terminal.

Perubahan pada fungsi ginjal seiiring dengan penuaan meningkatkan kerentanan lansia untuk mengalami gangguan fungsi dan gagal ginjal, perubahan aliran darah ginjal, filtrasi glomerulus, dan kebersihan ginjal pada gagal ginjal meningkatkan resiko terjadinya perubahan terkait pengobatan.

Kejadian penyakit seperti kekakuan pembuluh darah, hipertensi, gagal jantung, diabetes dan keganasan tumor meningkat seiring dengan bertambahnya usia, menyebabkan lansia rentan terhadap penyakit ginjal yang diakibatkannya.

Manula dan gagal ginjal kronis terkait penyakit hipertensi, diabetes, penyakit degeneratif. Pada lansia banyak fungsi hemostasis ginjal yang berkurang, sehingga merupakan predisposisi untuk penyebab gagal ginjal. Ginjal yang sudah tua tetap memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan fungsi hemotasis, kecuali bila timbul beberapa penyakit yang dapat merusak ginjal.

Penurunan fungsi ginjal mulai terjadi pada saat seseorang mulai memasuki usia 30 tahun dan pada 60 tahun fungsi ginjal menurun sampai 50% yang diakibatkan karena berkurangnya jumlah nefron dan tidak adanya kemampuan untuk regenerasi. Beberapa hal yang berkaitan dengan faal ginjal pada lanjut usia antara lain :
1. Fungsi konsentrasi dan pengenceran menurun
2. Keseimbangan elektrolit dan asam basa lebih mudah terganggu bila dibandingkan dengan usia muda.
3. Ureum darah normal karena masukan protein terbatas dan produksi ureum yang menurun. Kreatinin darah normal karena produksi yang menurun serta massa otot yang berkurang. Maka yang paling tepat untuk menilai faal ginjal pada lansia adalah memeriksa creatinine clearance.
4. Renal Plasma Flow (RPF) dan Glomerular Filtration Rate (GFR) menurun sejak usia 30 tahun.

Pada usia lanjut terjadi penurunan GFR. Hal ini dapat disebabkan oleh total aliran darah ginjal dan pengurangan dari ukuran dan jumlah glomerulus. Pada beberapa penelitian yang menggunakan bermacam-macam metode, menunjukkan bahwa GFR tetap stabil setelah usia remaja hingga usia 30 – 35 tahun, kemudian menurun hingga 8 – 10 ml/menit/1,73 m2/dekade.

Pada lanjut usia, penyebab gagal ginjal kronik yang tersering adalah progressive renal sclerosis dan pielonefritis kronis.

Penyebab Gagal Ginjal – bersambung

Penyebab Gagal Ginjal (Bagian 3) | Penyebab Gagal Ginjal (Bagian 5)

This entry was posted in Penyakit Ginjal. Bookmark the permalink.