Penyebab Kanker Nasofaring

Faktor Penyebab Kanker Nasofaring

Penyebab kanker nasofaring belum dapat diketahui dengan pasti. Sejauh ini penyebabnya masih bersifat multifaktoral; dan infeksi virus Epstein Barr dituding sebagai biang keladi utama. Infeksi dari virus Epstein Barr pada kenyataannya memegang peranan penting dalam memicu timbulnya kanker nasofaring. Virus ini dapat masuk dan menetap di dalam nasofaring selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala. Namun, virus Epstein Barr juga terdapat pada penyakit lain; jadi tidak hanya terdapat pada kanker nasofaring.

Virus Epstein Barr sebenarnya banyak terdapat di mana-mana, bahkan di udara bebas. Hanya saja tidak semua akan menjadi kanker. Virus ini akan tetap ‘tidur’ di nasofaring – tidak akan tumbuh menjadi kanker – jika tidak dipicu oleh faktor-faktor tertentu. Berikut adalah hal-hal yang bisa menjadi faktor pemicu datangnya serangan kanker nasofaring :

* Terlalu banyak mengkonsumsi ikan asin.
Sebuah penelitian di Hong Kong pada tahun 1986 menyebutkan bahwa sebagian besar penderita kanker nasofaring yang usianya di bawah 35 tahun telah banyak mengkonsumsi ikan asin sejak usianya belum genap 10 tahun.

* Terlalu sering menyantap makanan yang diawetkan.
Makanan yang diduga bisa mempengaruhi atau memicu kanker nasofaring adalah makanan yang diawetkan, baik diawetkannya melalui cara diasinkan, difermentasi, maupun diasapi (misalnya makanan kalengan, tauco, terasi, dan daging asap) serta makanan yang dibakar. Mengapa? Karena makanan-makanan tersebut mengandung senyawa nitrosamin yang merupakan karsinogenik (senyawa penyebab kanker). Pada ikan asin, zat nitrosamin dihasilkan karena dalam proses pengasinan dan penjemurannya, sinar matahari bereaksi dengan nitrit pada daging ikan sehingga membentuk senyawa nitrosamin.

* Terlalu sering menyantap makanan panas atau makanan yang bersifat merangsang selaput lendir.

* Sering terpapar zat karsinogen.
Zat karsinogen ini misalnya cat, gas kimia, pembakaran dupa, obat nyamuk bakar, dan hidup di lingkungan penuh asap dengan ventilasi rumah yang kurang baik.

* Radang menahun di daerah nasofaring.

* Kebiasaan merokok.

* Kebiasaan menghisap candu.

* Kebiasaan mengkonsumsi minuman alkohol.

* Ras dan keturunan / genetik.
Orang-orang Tionghoa, baik di daerah asal maupun di perantauan, terbukti lebih rentan terkena penyakit ini jika dibandingkan dengan etnis lainnya.

* Gaya hidup yang tidak sehat.
Misalnya sering terkena polusi, kurang aktivitas fisik / kurang berolah raga, kurang istirahat, serta kurang konsumsi buah dan sayur.

* Kondisi dan lingkungan hidup yang tinggi tingkat stresnya.

* Sirkulasi asap dapur yang buruk.
Jika ventilasi di dapur buruk, otomatis sirkulasi asapnya tidak lancar. Kondisi ini merangsang nasofaring orang yang memasak (berada di dapur) untuk berproduksi lebih.

* Sering menghirup asap dupa dan menyan.

* Sering mencium-cium unggas.

Kanker Nasofaring | Gejala Kanker Nasofaring

This entry was posted in Kanker Nasofaring. Bookmark the permalink.