Penyebab Serangan Jantung (Bagian 11)

O. Dengkuran

Meski kelihatannya remeh, mendengkur ternyata dapat menjadi pertanda buruk. Mendengkur atau ngorok merupakan ciri penyakit gangguan tidur yang disebut Sleep Apnea. Jika dibiarkan berlarut, dapat menyebabkan penyakit yang berbahaya dan merusak jantung.

Saat orang masuk dalam status tidur sekitar jam 3 pagi. Pada saat ini, ada sistem pengaman tubuh yang dilumpuhkan. Akibatnya, henti napas akan makin panjang. Dengan begitu, beban jantung akan semakin berat. Kalau tidak kuat maka dapat terkena serangan jantung pada saat tidur dan meninggal.

Gejala awal dari sleep apnea adalah mendengkur, sering buang air kecil di malam hari, mulut terasa asam karena asam lambung meningkat dan sering terbangun di malam hari karena tersedak akibat henti nafas.

Akibat yang paling ringan dari sleep apnea adalah turunnya produktivitas karena kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang buruk menyebabkan tidak segarnya tubuh saat bangun. Akibatnya konsentrasi akan menurun saat bekerja karena orang akan mengantuk sepanjang hari.

Sleep apnea, biasanya terjadi akibat menyempitnya jalan nafas. Di luar negeri penyebab utama penyempitan saluran napas biasanya kegemukan dan lemak yang menumpuk di seputar leher. Namun di Indonesia, penyempitan saluran napas bisa terjadi akibat bentuk rahang yang sempit dan bentuk leher yang pendek.

Seberapa parah gangguan ini dapat diketahui dari frekuensi henti napas yang terjadi per jam. Apnea Hypopnea Index bisa digunakan. Jika henti napas seseorang antara nol sampai lima per jam, itu masih normal. Bila 15-30 kali dalam satu jam, termasuk sedang. Dikatakan berat, jika ia sudah terhenti napasnya lebih dari 30 kali dalam satu jamnya.

Ciri dengkuran yang berbahaya adalah dengkuran yang terdengar keras lalu tiba-tiba terputus dan dilanjutkan kembali dengan hentakan napas. Saat terjadi situasi seperti itu seluruh organ tubuh kita akan bekerja lebih keras, termasuk jantung dan otak. Jantung akan bekerja keras memompa darah lebih banyak lagi untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Sementara itu, otak bekerja keras membuat kita tersadar dari tidur agar pernapasan yang terhenti dapat dilanjutkan kembali.

Dalam jangka pendek seseorang yang mendengkur seperti itu akan merasa mengantuk secara berlebihan pada siang hari saat tidak melakukan kegiatan yang melibatkan fisik. Selain itu, orang tersebut juga akan menjadi mudah lupa dan sulit untuk berkonsentrasi dengan baik. Jika dengkuran terjadi dalam jangka panjang orang tersebut akan mudah terserang penyakit berbahaya seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), stroke, dan jantung. Hal ini disebabkan karena jantung dan otak mereka akan mengalami kelelahan dan mudah rusak akibat sering dipaksa bekerja keras.

Mendengkur atau mengeluarkan suara getar saat tidur lelap memang sejak lama dicurigai para ahli berkaitan dengan gangguan kesehatan. Pendengkur berat memiliki kecenderungan yang signifikan mengalami serangan jantung atau stroke dibanding mereka yang tidak mendengkur.

Ada hubungan antara mendengkur dengan penyakit kardiovaskuler. Mendengkur sebenarnya gejala yang dapat dialami siapa saja pada berbagai tahap usia. Namun kebiasaan ini tercatat lebih banyak ditemukan pada sekitar 40% pria dewasa dan 24% wanita dewasa. Suara mendengkur adalah akibat terhalangnya aliran udara yang melalui saluran yang terletak di bagian belakang rongga mulut dan hidung. Pada saat otot di langit-langit dan uvula (bagian dari langit-langit yang membentang dari bagian atas hingga pangkal lidah dalam keadaan rileks, mereka dapat bergetar yang menghasilkan suara yang saat pendengkur bernafas.

Pendengkur berat memiliki kecenderungan 34% lebih besar mengalami serangan jantung dan 67% resiko lebih besar mengalami stroke. Mendengkur dengan suara keras disertai nafas yang terhenti dapat digunakan untuk mengidentifikasi resiko seseorang akan penyakit jantung dan stroke. Pasien yang dengkurannya tidak nyaring justru tidak mengalami peningkatan resiko. Khususnya bagi pria, kecenderungan untuk mendengkur juga menurun setelah mereka melewati usia 70 tahun.

Tidak ada obat untuk gangguan tidur ini, selain operasi untuk membuka saluran napas dengan alat yang disebut Continuous Positive Air Way Pressure (CPAP) dapat menyelesaikan masalah. Ini adalah alat yang memberikan dorongan untuk membuka saluran pernapasan yang menyempit.

CPAP mirip masker yang dilengkapi tabung kecil untuk memompa udara bertekanan positif ke dalam saluran pernapasan, bentuknya sangat fleksibel sehingga tidak mengganggu tidur. Untuk mencegah terjadinya sleep apnea datang kembali, CPAP ini sebaiknya digunakan selama tidur.

Mendengkur ternyata bisa cukup berbahaya. Karena pada saat mendengkur suplai oksigen ke seluruh tubuh terganggu akibat menyempitnya saluran nafas. Sehingga, apabila gangguan suplai oksigen tersebut berlangsung lama, saat tidur tubuh kita akan kekurangan oksigen.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari mendengkur adalah :
* Jika mendengkur dipicu oleh faktor berat badan yang berlebihan, maka berusahalah untuk mengurangi berat badan agar jalan napas menjadi lega.
* Bila mendengkur disebabkan karena adanya amandel, maka sebaiknya segera lakukan operasi amandel.
* Hindari minuman beralkohol karena alkohol menyebabkan penekanan pusat napas di otak.
* Berusahalah untuk berhenti merokok karena rokok juga dapat menyebabkan mendengkur.
* Hindari obat tidur, obat flu, obat penghilang rasa cemas, dan sejenisnya karena obat-obat tersebut juga dapat menimbulkan gangguan napas saat tidur.
* Jika kita memiliki alergi terhadap sesuatu, maka hindarilah faktor pemicunya. Karena ternyata alergi juga dapat memicu timbulnya dengkuran.
* Usahakan untuk tidak tidur terlentang. Karena pada saat tidur terlentang jalur pernapasan terhalang oleh otot di sekitar lidah yang jatuh ke belakang.

Penyebab Serang Jantung (Bagian 10)

This entry was posted in Penyakit Jantung. Bookmark the permalink.