Penyebab Serangan Jantung (Bagian 2)

C. Kurang Gerak akibat Sering Berkomputer

Penyakit tidak selalu datang karena pola makan yang buruk, melainkan juga bisa disebabkan oleh sikap keseharian kita dalam beraktifitas. Di antaranya kebiasaan duduk berlama-lama di depan komputer yang ditengarai bisa menyebabkan stroke.

Anda tergolong maniak komputer? Pasti setiap hari Anda betah berjam- jam duduk di depan komputer. Apalagi, sekarang ini banyak sekali ragam website yang mengajak para internet mania meluncur dalam business work from home, belum lagi chatting di facebook. Begitu sukanya, mungkin Anda bisa melupakan segalanya, karena menikmati kegiatan Anda bersama keyboard dan mouse. Waspadalah, tanpa Anda sadari jantung Anda menjadi kelelahan dan stres akibat ketegangan. Stroke pun bisa datang tiba-tiba.

Tahukah Anda hanya karena duduk terus tanpa jeda dapat menyebabkan pembekuan darah besar-besaran pada pembuluh darah vena di kaki (atau disebut DVT = Deep Vein Thrombosis). Ternyata terjadinya DVT semakin meningkat pada pemakai internet yang tanpa henti lebih dari 7 jam akan menimbulkan DVT juga yang disebut dengan I (Internet) Trombosis, bisa berakibat fatal bila gumpalan darah tersebut menyebar ke paru, mekanismenya seperti DVT yang terjadi dalam penerbangan jarak jauh (12 jam) dengan posisi kaki tertekuk yang disebut dengan ‘economic class syndrome’, penyebab lain akibat trombositnya mudah dempet dan menggumpal yang disebut dengan “Trombophilia”. Seringkali fatal karena gumpalan (emboli) tersebut lepas dan nyangkut di pembuluh darah (Arteri) paru sehingga fungsi paru jadi terganggu sampai kolaps.

Pada tingkat tertentu, DVT bisa menyebabkan pembuluh darah vena pecah. Darah pun akan mengalir ke segala arah, termasuk organ vital. Akibat ringan yang ditimbulkan berupa pegal-pegal, sedangkan dampak terparah dalam bentuk serangan stroke atau serangan jantung. Perlu dipahami bahwa cara kerja pembuluh darah arteri berbeda dengan pembuluh darah vena. Pembuluh darah arteri mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan pembuluh darah vena (pembuluh darah balik) mengalirkan darah dari seluruh organ tubuh kembali ke jantung dan paru. Di kedua organ penting ini, jantung dan paru, darah mengalami oksigenasi (pembuatan oksigen) yang memang mutlak dibutuhkan oleh jaringan tubuh.

Pembuluh vena yang terbungkus oleh otot-otot paha dan tungkai bawah, berperan besar dalam terbentuknya bekuan darah. Pembuluh vena dalam ini, memiliki saluran berdinding kenyal yang disekat-sekat oleh katup-katup, sehingga darah yang dipompa dari kaki menuju jantung tidak turun ke tungkai bawah, tetapi bila ada kelemahan katup sekat vena darah kembali tuurn ke bawah lagi sehingga menimbulkan tungkai bawah bengkak sampai timbulnya gumpalan darah akibat darahnya tidak lancar balik ke jantung tetapi justru berhenti di tungkai. Kemudahan Thrombosis yang terjadi mengikuti hukum Virchow, yaitu terbentuknya endapan darah merah yang menjadi thrombosis dipengaruhi tiga faktor yaitu, pembuluh darah balik, aliran darah dan kekentalan darah yang ada di pembuluh darah tersebut.

Jika kita sedang duduk di kursi sambil mengoperasikan komputer, maka posisi aliran darah di pembuluh darah vena melawan gravitasi. Walaupun sudah dilengkapi katup-katup, tetap saja aliran darah di pembuluh vena ini jalannya melambat karena sifat darah itu kental. Namun,  jika aliran yang perlahan ini masih diperlambat lagi oleh kondisi kaki yang tidak lentur atau kaku yang disebabkan kita terlalu lama duduk sambil berinternet, sudah pasti laju aliran darah akan bertambah pelan. Akibatnya, darah di tempat itu bisa menggumpal. Bahayanya, jika bekuan darah yang mula-mula menempel di dinding pembuluh darah vena itu justru labil atau mudah lepas.

Jika sumbatan hanya terjadi di pembuluh darah balik bagian atas kaki atau pinggul, paling-paling hanya menimbulkan rasa nyeri, panas atau pegal-pegal. Lagi pula, sifatnya pun sementara, artinya akan hilang dalam beberapa jam, sehingga tidak menimbulkan masalah yang serius. Akan tetapi, jika sumbatan atau gumpalan darah tadi masuk ke bagian organ vital, seperti ke salah satu pembuluh arteri paru-paru atau pembuluh darah di otak. Akan terjadi emboli paru (pembuluh darah di paru-paru tersumbat akibat bekuan darah) atau sumbatan darah di pembuluh otak, maka bisa terjadi gangguan pada paru serta sifatnya dapat fatal bila tidak terdeteksi dan terobati dengan baik dan stroke jika terjadi sumbatan di pembuluh darah otak.

Jadi berhati-hatilah bagi mereka yang selalu bekerja dengan komputer dan harus duduk berjam-jam lamanya di depan komputer (melebihi 7 jam), kondisi ini harus diimbangi dengan kebiasaan berolahraga. Biasakan juga memantau faktor resiko jantung serta pembuluh darah lainnya sehingga bisa meminimalkan resiko terjadinya penyumbatan.

Sebenarnya ada cara sederhana untuk mengantisipasi terjadi penyumbatan gumpalan darah vena atau Deep Vein Thrombosis (DVT). Misalnya, saat mengetik, otot-otot kaki diaktifkan dengan menggerak-gerakkan perlahan-lahan. Atau taruhlah kedua kaki Anda di kursi yang ditempatkan dengan posisi sejajar kaki kita, sehingga posisi kedua kaki tidak menggantung terlalu lama.

Penyebab Serangan Jantung

This entry was posted in Penyakit Jantung. Bookmark the permalink.