Penyebab Serangan Jantung (Bagian 3)

D. Kebiasaan Merokok

Asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran. Terutama yang berwarna ‘cerah’ (colourfull) dan kurang terdapat pada buah atau sayuran yang berwarna putih.

Banyak pekerja yang beranggapan dengan merokok produktifitas kerja meningkat, ide-ide cemerlang bermunculan dan dapat mengatasi stres. Anggapan ini salah besar. Merokok justru menjadi salah satu faktor resiko bagi penyakit jantung dan pembuluh darah. Para perokok dapat terserang penyakit jantung koroner tiga kali lebih besar daripada yang tidak merokok. Perokok juga beresiko mengalami kematian mendadak dua kali lebih besar dari mereka yang tidak merokok. Jika Anda mengatakan “tidak” pada rokok, maka resiko Anda terkena penyakit janutung koroner akan berlurang setengahnya dalam waktu satu tahun dan akan hilang seiring berjalannya waktu. Asap rokok di tempat kerja tentunya sangat mengganggu rekan lainnya. Meskipun di kantor disediakan ruangan khusus untuk merokok, tetapi para perokok pasif masih terpapar asap rokok karena sirkulasi udara dari AC sentral.

Merokok merupakan penyebab utama dari asterosklerosis – penumpukan zat lemak dalam arteri. Aterosklerosis terjadi bila lapisan normal dari arteri memburuk, dinding arteri menebal dan deposit lemak dan plak menyumbat aliran darah melalui arteri. Dalam penyakit arteri koroner, arteri yang memasok darah ke jantung menjadi sangat menyempit, penurunan pasokan darah kaya oksigen ke jantung, terutama pada saat aktivitas meningkat. Ekstra kerja pada jantung dapat menyebabkan sakit dada (angina pectoris) dan gejala lainnya karena timbul ketidak seimbangan antara asupan dan kebutuhan oksigen pada otot jantung. Bila satu atau lebih arteri koroner benar-benar tersumbat, serangan jantung berupa cedera pada otot jantung dari yang ringan (injury) sampai kerusakan otot jantung menetap (infark) dapat terjadi.

Dalam penyakit arteri perifer, aterosklerosis mempengaruhi pembuluh darah arteri yang membawa darah ke lengan dan kaki. Akibatnya, pasien mungkin mengalami kram menyakitkan pada otot-otot kaki ketika berjalan serta membaik saat istirahat, suatu kondisi yang disebut dengan klaudikasio intermiten. Penyakit penyumbatan arteri perifer juga meningkatkan resiko stroke, jantung bahkan impotensi, karena pada dasarnya kondisi ini menandakan adanya gangguan atau penyakit pembuluh darah pada organ lainnya secara menyeluruh pada penderita tersebut tetapi dengan kadar yang mungkin berbeda.

Banyak orang menyangka bahwa rokok hanya berkaitan dengan penyakit paru dan pernafasan. Padahal rokok juga merupakan penyebab utama dari penyakit jantung. Merokok dan penggunaan tembakau merupakan faktor resiko yang signifikan untuk berbagai gangguan kronis.

Hubungan antara tembakau dengan rusaknya jantung telah lama diketahui kebenarannya bahwa tabiat merokok adalah penyumbang kepada penyakit jantung dan penyakit-penyakit saluran darah yang lain. Resiko kematian dari penyakit jantung adalah 2 hingga 3 lebih besar terhadap perokok dibandingkan dengan yang tidak merokok. Penyumbatan pembuluh darah arteri lebih sering terjadi pada perokok dibanding dengan yang tidak merokok. Menghisap rokok menjadi sebab utama kematian yang tiba-tiba, terutama sekali pada lelaki di bawah umur 50 tahun. Resiko bertambah setingkat demi setingkat pada perokok yang juga mengalami hipertensi atau darah tinggi dan resiko kedua-duanya adalah paling tinggi pada perokok. Wanita yang mengambil obat pencegah kehamilan yang juga kuat merokok, dapat menambah resiko serangan jantung hingga 20 kali.

Nikotin hampir pernah digunakan sebagai bahan pembuat racun serangga, tetapi efek sampingnya kepada manusia amat berbahaya. Nikotin mengandung racun berbahaya yang efeknya 10 kali lipat lebih berta dibanding anti insektisida seperti DDT, jika terhisap berulang-ulang. Oleh sebab itu badan kesehatan dunia tidak menyarankan untuk menggunakan nikotin buat racun serangga.

E. Minum Kopi Berlebihan

Kebiasaan minum kopi berlebih juga berbahaya bagi kesehatan jantung. Kebiasaan minum kopi lebih dari 4 cangkir dalam sehari diduga bisa memicu terjadinya penyakit jantung. Orang yang sering mengkonsumsi kopi lebih dari 4 cangkir dalam sehari memiliki resiko terkena penyakit jantung dua kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi atau hanya satu cangkir dalam sehari. Jantung para penggila kopi akan berdebar lebih kencang akibat zat stimulan yang disebut kafein. Akibatnya jantung akan bekerja lebih keras dalam memompa darah. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka akan terjadi tekanan darah tinggi dan pembengkakan pada jantung. Irama jantung pun akan berubah dan melemah. Jika dibiarkan tentu saja akan menyebabkan jantung berhenti berdenyut akibat kelelahan.

Penyebab Serangan Jantung (Bagian 2)

This entry was posted in Penyakit Jantung. Bookmark the permalink.