Penyebab Serangan Jantung (Bagian 4)

F. Minum Alkohol Berlebihan

Hasil penelitian membuktikan meminum minuman beralkohol mempunyai dampak signifikan terhadap jantung manusia. Penelitian di Jepang terhadap zat adiktif tersebut, respondennya para peminum 10 jenis alkohol dengan kandungan 40%, ia berikan kepada orang biasa yang sehat yang berusia 20-30 tahun selama 2 jam, bagi kelompok pertama (bukan peminum alkohol), dan bagi kelopok kedua (peminum alkohol). Dan ternyata, kerja jantung jadi berdebar kencang pada kelompok peminum alkohol.

Terhadap kelompok peminum alkohol, setelah berselang 60 menit (1 jam), kandungan alkohol bertambah menjadi 74 mikro gram/ml akibatnya terjadi penambahan pemompaan darah sebesar 90 – 96 mililiter/kali. Dan penambahn waktu kecepatan kontraksi jantung 44-52 detik/siklus. Dampak kardiovaskuler tersebut akan bertambah sampai pada jam kedua sampai 29,9% sampai 32,3%. Tetapi efek kardiovaskulernya mulai menurun setelah 2 jam pertama padahal jumlah alkohol dalam darah bertambah sampai 111 mikro gram, kondisi lain dengan peningkatan kadar alkohol yang sangat cepat atua drastis timbul dampak lain yaitu terjadi disfungsi organ perut bagian kiri setelah 30 menit. Hal ini terjadi ketika keadaan alkohol dalam darah telah mencapai 50 mg/ 100ml.

Sebagai zat adiktif, penggunaan alkohol bisa membuat kondisi jantung kritis secara terus menerus seperti mesin kendaraan yang diam tetapi dengan putaran mesin yang tetap tinggi. Hal ini diawali dengan berdebarnya detak jantung dan sampai pada tahapan berikutnya, sakit; penurunan stamina tubuh pada kerja pompa darah, kemudian pembengkakan jantung, munculnya disfungsi jantung. Berdasarkan hal tersebut, penggunaan alkohol yang lama (Alcohol abuse) dengan dosis yang cenderung bertambah (adiktif) bukan hanya mempengaruhi jalan pikiran seseorang saja, melainkan juga berdampak kepada jantung yang sangat berbahaya.

G. Stres dan Depresi

Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta dan kota besar lainnya yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat  menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah.

Penyakit jantung sebenarnya tidak mengenal gender. Namun pada wanita karir yang juga mengurus keluarga di rumah, ternyata lebih beresiko mengalami gangguan jantung. Wanita pekerja yang juga mengurus keluarga besar yang terdiri dari tiga generasi dapat mengalami kenaikan resiko stroke dan serangan jantung koroner sebesar tiga kali lipat. Ini karena tanggung jawabnya juga lebih banyak, selain mengurus pekerjaan, mereka juga harus mengurus suami, anak dan mertua sekaligus. Akibatnya stres dan tekanan darah meningkat, yang berujung pada serangan jantung dan stroke yang mendadak.

Oleh karena itu bagi kaum wanita bekerja di rumah sebagai freelancer adalah alternatif pilihan yang tepat. Bicarakan dengan suami, jika belum memungkinkan, sebaiknya cari asisten rumah tangga yang mampu mengurus masalah keluarga dengan baik, sehingga konsentrasi Anda tidak terpecah dan tidak rentan terhadap stres.

Hati-hati, stres yang berlarut-larut membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Hal ini tentu membuat jantung bekerja lebih berat dan pada akhirnya akan meningkatkan resiko penyakit jantung. Tingkah laku yang serba terburu-buru dan serba cepat marah juga memicu timbulnya penyakit tersebut.

Ada kaitan antara kecemasan dan gangguan pada jantung Anda. Mereka yang memiliki gangguan kecemasan, sebagian besar memiliki sakit jantung dan pembuluh darah yang tidak stabil, yang berarti aliran darah yang buruk di jantung.

Peningkatan hormon akibat kecemasan mungkin menjadi salah satu faktor penentu yang paling signifikan dalam gangguan jantung. Penjelasan rincinya sebagai berikut :
* Kecemasan akan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Resiko terhadap penyakit jantung dan stroke pun akan meningkat pula.
* Tingkat pernafasan pun meningkat tajam.
* Saluran cerna akan melepaskan gula dalam jumlah besar.
* Pupil mata melebar untuk mendeteksi gerakan halus.
* Dampak lain yang tidak diinginkan dari tekanan emosi termasuk berkeringat, kekeringan mulut, sakit dada, mual, keinginan untuk kencing, dan banyak dampak lain yang tentunya keluhan ini individu sifatnya.

Penyebab Serangan Jantung (Bagian 3)

This entry was posted in Penyakit Jantung. Bookmark the permalink.