Penyebab Serangan Jantung (Bagian 5)

H. Kuman pada Gigi Berlubang ke Jantung

Salah satu masalah serius yang mungkin timbul akibat gigi berlubang adalah gangguan jantung. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Kuman yang bersarang pada gigi yang berlubang bisa menembus ke pembuluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung.

Penelitian menunjukkan, bakteri yang terikut aliran darah bisa memproduksi sejenis enzim yang mempercepat proses pengakuan dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menjadi tidak elastis (ateroskeloris).

Bakteri dari gigi yang masuk ke pembuluh darah bisa menyebabkan terbentuknya bekuan darah sehingga mengeraskan dinding pembuluh darah jantung (aterosklerosis). Bakteri dapat juga melekat pada lapisan (plak) lemak di pembuluh darah jantung dan mempertebal plak. Semua itu, menghambat aliran darah serta penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung, sehingga jantung tidak berfungsi semestinya.

Gejala awal dapat berupa nyeri dada, meliputi rasa seperti terbakar, tertekan, dan beban berat di dada kiri, yang dapat meluas ke lengan kiri, leher, dagu, dan bahu. Nyeri dada juga terasa di bangian tengah dada selama beberapa menit. Setelah kejadian biasanya diikuti rasa mual, muntah, pusing, keringat dingin, tungkai serta lengan menjadi dingin, napas terengah-engah, dan sesak napas.

Angina berkepanjangan akan menjurus ke serangan jantung (infark miokard). Namun sering kali penyakit jantung koroner berlangsung tanpa adanya gejala, ia tidak menimbulkan masalah sampai keadaannya sudah parah. Atau kondisi lain terutama pada usia agak lanjut keluhan angina (nyeri dada saat beraktifitas) tidak disadari dan dianggap sakit dada biasa, kadang tampak bekas kerikan, padahl itu adalah angina yang memberat sampai pada akhirnya dibawa ke emergensi di rumah sakit terdekat pada kondisi Serangan Koroner Akut (SKA). Pada orangtua (apalagi yang telah mempunyai faktor resiko jantung) bila timbul sakit atau tanpa nyeri dada yang disertai sesak nafas yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya, harus secepatnya dibawa ke rumah sakit karena hampir pasti ini adalah serangan jantung (SKA) yang perlu penanganan secepatnya.

Kemungkinan lain, reaksi peradangan yang disebabkan oleh penyakit gigi meningkatkan pembentukan plak yang memacu penebalan dinding pembuluh darah. Penelitian menunjukkan, orang dengan penyakit gigi mempunyai resiko dua kali lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Sikat gigi tidak hanya membantu menjaga kebersihan mulut dan gigi. Rajin menyikat gigi dua kali sehari bisa mencegah seseorang terkena serangan jantung. Para ilmuwan mengatakan bahwa orang yang malas menjaga kebersihan gigi dan mulutnya memiliki kesempatan lebih tinggi menderita kerusakan jantung.

Hal ini memperkuat bukti bahwa penyakit gusi membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan pada jantung. Namun penelitian ini bukan merupakan yang pertama kali mengungkapkan keterkaitan antara penyakit jantung dengan kebiasaan menyikat gigi.

Peneliti menemukan bakteri yang masuk dari mulut ke dalam aliran darah akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Ini akan membuat dinding pembuluh darah meradang dan menyempit atau membuat penumpukan lemak di arteri sehingga menyebabkan penyempitan lebih lanjut.

Studi lain menemukan bahwa orang yang tidak pernah atau jarang menyikat gigi memiliki kemungkinan sebesar 70% untuk menderita penyakit jantung dibandingkan orang yang rajin menyikat gigi dua kali sehari. Kondisi ini akan diperburuk jika seseorang jika seseorang memiliki obesitas, merokok atau pola hidupnya tidak sehat.

Pada studi sebelumnya, peneliti menemukan bahwa kesehatan gigi dan gusi yang buruk bisa memunculkan 700 jenis bakteri masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini tentu saja dapat meningkatkan resiko serangan jantung tanpa melihat apakah orang itu sehat atau tidak.

Rajin menggosok gigi dua kali sehari merupakan suatu hal yang penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi serta membuat organ-organ lainnya tetap sehat.

Penyebab Serangan Jantung (Bagian 4)

This entry was posted in Penyakit Jantung. Bookmark the permalink.