Penyebab Serangan Jantung (Bagian 7)

K. Kolesterol dan Aterosklerosis

Rusaknya jantung akibat gangguan kolesterol tidak hanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut. Mereka yang berusia sekitar 20 tahun juga perlu memperhatikan kadar kolesterolnya, karena jika sudah berada di level tak sehat akan merusak arteri dan jantung mereka.

Tingginya kadar kolesterol dalam darah pada usia yang relatif muda akan meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari.

Kita biasanya tidak terlalu khawatir mengenai resiko penyakit jantung hingga mencapai usia paruh baya sebab jarang sekali serangan jantung terjadi pada orang yang masih muda.

Namun, orang-orang yang berusia muda, juga harus mewaspadai tingginya kadar kolesterol, karena jika arteri koroner sudah rusak, maka yang akan terjadi adalah masalah jantung atau stroke di kemudian hari.

Mereka yang memiliki kadar tinggi kolesterol jahat (low density lipoprotein) saat masih muda, akan memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit jantung saat mereka memasuki usia paruh baya, tak peduli seberapa tinggi kadar kolesterol pada usia itu.

Ini bukan berarti menganjurkan agar orang-orang muda harus meminum obat untuk menurunkan tingkat kolesterol mereka, tapi yang lebih penting mereka harus rajin berolahraga dan memperhatikan apa yang mereka makan.

Diet dan olahraga lebih penting ketimbang obat penurun kolesterol pada orang muda, karena sejauh ini belum ada data yang cukup mengenai efektivitas dan keamanan dari terapi obat untuk penurun kolesterol ini.

Tekanan darah tinggi yang terjadi pada orang berusia muda, memicu tingginya resiko penyakit jantung koroner saat mereka tua.

Setiap orang yang berusia 20 atau lebih untuk melakukan tes kadar kolesterol sekali setiap lima tahun. Mereka yang kadar kolesterol totalnya tercatat 200 miligram per desiliter darah, akan memiliki resiko terkena penyakit jantung koroner.

Kolesterol dapat menyebabkan Arterosklerosis atau arteroma. Arteroma adalah penyebab utama dari penyakit jantung koroner. Arteroma merupakan penumpukan dari lemak, terutama dari kolesterol yang dikenal sebagai plak (plaque), terbentuk pada dinding arteri-arteri. Ini membuat pembuluh darah mereka menyempit serta akan mengurangi aliran darah. Ketika plak retak, maka gumpalan darah terbentuk pada daerah yang retak akibat penumpukan trombosit (bahan pembeku darah), aliran darah ke bagian otot jantung terhambat (berhenti). Kondisi inilah yang terjadi pada serangan jantung. Seluruh proses ini kemungkinan besar terjadi pada orang yang mempunyai kadar kolesterol yang tinggi.

Gen Anda mempunyai sebagian tanggung jawab terhadap penentuan kadar kolesterol dalam darah Anda. Beberapa keluarga mempunyai gen yang meningkatkan lemak darah. Kondisi ini disebut Hyperlipidemia keluarga (Familial Hyperlipidemia). Bagaimanapun juga makanan memainkan peran yang penting pada kadar kolesterol. Lebih banyak lemak – terutama lemak hewani – yang Anda makan, maka lebih tinggi kadar kolesterol dalam darah Anda, maka akan lebih besar resiko Anda mendapat penyakit jantung koroner. Jadi usahakan mengurangi lemak hewan dalam makanan terutama bagi yang memiliki gen rentan kolesterol.

Kolesterol adalah molekul sejenis lipid yang ditemukan dalam aliran darah dan sel tubuh. Kolesterol diproduksi oleh hati dan dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh, seperti membantu pembentukan sel baru dna hormon. Namun, jangan sampai berlebih. Kelebihan kolesterol dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam darah yang dapat menyumbat pembuluh darah. Pada akhirnya, jantung dan otak akan kekurangan pasokan darah yang dapat menimbulkan resiko serangan jantung dan stroke. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah disebut hiperkolesterolemia.

Ada beberapa jenis kolesterol :
1. Low Density Lipoprotein (LDL) Disebut juga kolesterol jahat. LDL mengandung 75% kolesterol dan hanya sedikit protein. LDL berperan untuk mengalirkan kolesterol ke seluruh tubuh. Kadar LDL yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak di dinding arteri.

2. High Density Lipoprotein (HDL)
Dikenal sebagai kolesterol baik. HDL mengandung banyak protein dan mengalirkan 20-30% kolesterol ke seluruh tubuh. HDL berperan untuk membuang kelebihan kolesterol dari sel dan dinding arteri serta membawa kolesterol kembali ke hati untuk dibuang.

3. Trigliserida
Berperan dalam penyimpanan lemak dan berpengaruh dalam pembentukan lipoprotein kaya kolesterol. Lipoprotein kaya kolesterol inilah yang menyebabkan kolesterol tinggi serta meningkatkan pembentukan gumpalan darah.

Penyebab Serangan Jantung (Bagian ke 6)

This entry was posted in Penyakit Jantung. Bookmark the permalink.