Penyebab Serangan Jantung (Bagian 8)

L. Migrain dan Pengentalan Darah

Jangan sepelekan sakit kepala sebelah atau yang biasa kita sebut migrain. Orang yang menderita migrain cenderung terkena serangan jantung.

Serangan jantung pada orang yang menderita migrain hampir dua kali lipat jumlahnya dibanding orang yang tidak menderita sakit itu.

Ada hubungan langsung antara migrain dan masalah kardiovaskular termasuk masalah jantung dan stroke, terutama pada pasien perempuan. Adanya peningkatan jumlah penderita stroke pada mereka yang menderita migrain dengan gangguan penglihatan yang disebut aura. Pada kasus ini, jumlah penderita perempuan empat kali lebih besar daripada laki-laki.

Sangat jelas bahwa penderita migrain mayoritas adalah perempuan dan biasanya perempuan muda. Ini bisa menjadi tanda untuk menghindari serangan jantung. Penggunaan alat kontrasepsi oral juga harus diwaspadai karena bisa menyebabkan pengentalan darah, khususnya jika wanita itu merokok. Penderita migrain cenderung memiliki resiko klasik serangan jantung, stroke dan masalah kardiovaskular lain, seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Jangan pernah menganggap sepele keluhan migrain. Migrain bisa disebabkan oleh terjadinya pengentalan darah dalam tubuh Anda, yang disebut “Sindrom Darah Kental”.

Sindrom darah kental adalah serangkaian gejala yang muncul akibat kekentalan darah berlebihan. Akibat darah terlalu kental, aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tidak lancar. Pasokan oksigen ke sel-sel tubuh pun terhambat. Migrain adalah salah satu gejala karena pasokan oksigen ke otak tersendat.

Darah menjadi kental karena kekurangan cairan darah atau gangguan fungsi trombosit (zat yang berperan dalam pembekuan darah) sehingga trombosit tersebut mudah lekat satu sama lain. Bila seseorang memiliki kolesterol tinggi atau punya kebiasaan merokok, ditambah darah yang sudah kental sehingga darah semakin susah mengalir.

Kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah membuat penampang pembuluh darah menyempit. Adapun asap rokok akan merusak lapisan dinding pembuluh darah bagian dalam (endotel).

Endotel ini turut mengaktifkan sistem pembekuan darah. Apabila endotel rusak, trombosit akan mudah melekat satu sama lain. Hambatan-hambatan dalam pembuluh darah ini dikenal sebagai trombosis.

Trombosis bisa terjadi di seluruh pembuluh draah. Karena itu, dampaknya tergantung dari bagian pembuluh darah yang terhambat. Jika trombosis terjadi di pembuluh itak, maka akan terjadi stroke. Sementara jika terjadi pada pembuluh jantung akan menyebabkan serangan jantung. Pada kasus ini dokter biasanya memberikan obat Antikoagulan atau obat anti pengentalan darah seperti “Wafarin” atau “Heparin” untuk mengencerkan darah yang mengental dan menyumbat pembuluh darah.

Penyebab Serangan Jantung (Bagian 7)

This entry was posted in Penyakit Jantung. Bookmark the permalink.