Peran Masyarakat terhadap Obat Ilegal

Kita, sebagai bagian dari masyarakat, tentunya sangat prihatin atau kasus obat-obatan maupun ilegal yang beredar di pasaran. Suka tidak suka, peredaran obat palsu di Indonesia terus menjadi ancaman atau bahaya permanen. Apalagi, pada situasi sulit, resesi global, dan melambungnya biaya hidup, tidak dipungkiri harga murah menjadi salah satu faktor penentu dalam membeli barang, termasuk obat. Beberapa waktu lalu, kasus obat palsu sempat menghebohkan, bahkan berdasarkan laporan terakhir yang dikeluarkan United States Trade Representative (USTR), sebanyak 301 laporan di tahun 2008, diperkirakan 25% dari obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.

Meskipun demikian, kita jangan sampai menjadi korban dan mengonsumsi obat palsu. Sebagai contoh, untuk mengetahui seperti apakah obat palsu atau tidak, yaitu dengan sering memperhatikan kemasan obat dan makanan yang mencatumkan nomor izin atau nomor edar yang menyatakan bahwa sebuah produk tersebut telah lolos pengawasan BPOM.

Namun, yang menjadi permasalahan adalah apakah nomor izin yang tertera pada sebuah kemasan produk tersebut benar atau hanya nomor palsu untuk mengelabui konsumen ? Sebuah nomor izin edar yang tertera pada kemasan obat maupun makanan tidak menjamin produk tersebut apakah layak dikonsumsi atau tidak. Untuk mengatasi hal ini, seharusnya ada sebuah sistem atau media bagi konsumen agar dapat mengakses dengan sangat mudah untuk mengetahui informasi sebuah nomor izin edar sah atau tidak, sehingga mayarakat selaku konsumen dapat mengontrol legalitas produk yang beredar di lapangan secara langsung. Dengan adanya sistem ini, setiap konsumen yang ingin mengonsumsi sebuah produk yang masih meragukan dapat terlebih dahulu mengakses database informasi milik BPOM untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli legal atau tidak.

Seiring perkembangan teknologi, salah satu media yang paling tepat adalah menggunakan website BPOM maupun Departemen Kesehatan sehingga masyarakat dapat mengetahui legalitas suatu produk. Di sisi lain, dengan adanya sistem ini, mereka menjadi pengawas terdepan atas produk-produk ilegal yang beredar di pasaran. Jadi, apabila mereka ingin mengetahui apakah produk makanan maupun obat yang mereka beli terdaftar atau tidak, mereka cukup memasukkan nomor izin edar yang tertera pada kemasan produk tersebut ke database informasi nomor izin edar sehingga menghasilkan output berupa informasi yang menyatakan apakah produk tersebut terdaftar atau tidak.

Sistem tersebut menjadi dasar bagi para konsumen untuk melaporkan produk tersebut ke unit layanan konsumen BPOM. Selama ini, mereka hanya mempercayakan kelegalan sebuah produk dengan melihat nomor izin edar pada kemasan. Mereka tidak akan melaporkan sebelum terjadi hal yang merugikan bagi mereka. Bila mereka hanya membebankan tugas pengawasan ini kepada BPOM, tentu hasilnya akan kurang maksimal. Semoga BPOM dan Departemen Kesehatan selalu meng-update sistem online ini demi meningkatkan perlindungan atas hak-hak mereka untuk mendapatkan produk yang aman dan layak konsumsi.

Pengawasan dan Perlindungan Pemerintah terhadap Konsumen | Sehat tanpa Obat dengan Mengonsumsi Makanan Sehat

This entry was posted in Hidup Sehat Tanpa Obat. Bookmark the permalink.