Perdarahan yang Berasal dari Saluran Cerna

Untuk mengetahui apakah Anda menderita wasir perlu diadakan pemeriksaan yang lebih rinci oleh dokter. Karena bukan hanya penyakit wasir yang menyebabkan keluarnya darah dari anus. Ada beberapa keadaan yang berhubungan dengan perdarahan yang berasal dari saluran cerna, mulai dari yang berasal dari saluran cerna bagian proksimal sampai pada rektum dan anus.

Beberapa penyakit yang menyebabkan perdarahan yang bisa keluar bersamaan dengan tinja, bisa dibedakan antara penyakit yang satu dengan lainnya berdasarkan penyebabnya. Perdarahan bisa juga dibedakan berdasarkan pada ada atau tidaknya rasa nyeri.

Beberapa keadaan yang berhubungan dengan perdarahan yang berasal dari slauran cerna dibagi menjadi yang berasal dari saluran cerna bagian proksimal, usus halus dan usus besar, serta rektum dan anus. Di bawah ini akan dijelaskan keadaan-keadaan tersebut.

Perdarahan yang Berasal dari Saluran Cerna Bagian Proksimal

1. Ulkus peptikum (lambung atau duodenum)

Perdarahan ini dapat dialami oleh semua umur, termasuk pada anak-anak. Perdarahan terjadi dalam berbagai jenis, mulai dari darah yang keluar secara samar hingga perdarahan besar.

2. Gastritis erosif

Terjadi pada usia dewasa, lebih dari 25 tahun. Biasanya perdarahan ringan, dan kadang sampai perdarahan berat. Aspirin dan alkohol sering memengaruhi keadaan. Uremia berat dan penyakit hati kronik bisa mempengaruhi terjadinya perdarahan ini.

3. Gastritis atrofis

Terjadi pada usia dewasa, lebih dari 25 tahun. Perdarahan ini biasanya ringan. Sering dihubungkan dengan anemia pernisiosa, adanya autoantibodi, dan derajat keasaman getah lambung yang berkurang.

4. Varises esofagus

Terjadi pada dewasa dan anak-anak dengan hipertensi portal. Perdarahan terjadi masif dan secara tiba-tiba.

5. Sindroma Mallory-Weiss pada tempat antara lambung dan esofagus

Terjadi pada semua umur, biasanya pada orang dewasa yang agak tua. Beratnya perdarahan ini bervariasi, tergantung dari dalam dan tempat kerusakannya.

6. Hernia hiatus, esofagitis

Sering ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun. Perdarahan ini biasanya ringan.

Perdarahan yang Berasal dari Usus Halus dan Usus Besar

1. Divertikulum Meckel

Sering ditemukan pada anak dan orang dewasa muda. Perdarahan sedang. Tinja berwarna merah atau sawo matang. Disebabkan oleh ulserasi peptik dari mukosa gastrik yang ektopik.

2. Polip

Bisa terjadi pada semua umur. Perdarahan biasanya ringan, sering berselang-seling antara darah dan tinja.

3. Diare karena infeksi

Bisa terjadi pada semua umur. Perdarahan biasanya ringan, bisa juga agak berat. Penyebab infeksi bisa karena shigela, amuba, atau clostridium difficile.

4. Penyakit inflamasi usus besar (Crohn, kolitis ulseratif)

Bisa terjadi pada remaja atau orang dewasa yang berumur kurang dari 60 tahun. Perdarahan biasa ringan, bisa juga masif.

5. Penyakit divertikulum

Lebih banyak terjadi pada orang berumur lebih dari 40 tahun. Perdarahan biasa ringan dan sering berselubung.

6. Malforasi pembuluh darah

Terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Perdarahan biasa ringan, kadang-kadang menyebabkan kematian.

7. Karsinoma

Terjadi pada orang tua. Beratnya perdarahan dari terselubung hingga agak berat.

Perdarahan yang Berasal dari Rektum dan Anus

1. Hemoroid atau Wasir

Terjadi pada orang dewasa. Perdarahan biasanya ringan. Warna darahnya merah menyala.

2. Fisura anorektal

Perdarahan ini terjadi karena robekan did aerah sekitar anus dan rektum. Terjadi pada semua umur. Perdarahan biasanya ringan.

Perdarahan yang Berdasarkan Ada atau Tidaknya Rasa Nyeri

Adanya nyeri

Terjadi pada fisura (robekan) dan ca-anal kanal (keganasan pada anal kanal).

Tidak adanya nyeri, bisa dibagi berdasarkan sifat darah :

1. Darah yang bercampur dengan tinja

Terjadi pada kanker kolon atau polyposis (pertumbuhan jaringan dari dinding usus atau anus yang menonjol ke dalam usus atau anus).

2. Darah tinja

Terjadi pada kanker rektum.

3. Darah setelah buang air besar

Pada wasir (hemoroid)/piles/polyps.

4. Darah dan lendir

Terjadi pada kolitis kronik (ulseratif), amuba, tubercular, dan villous papiloma.

5. Darah saja

Terjadi pada penyakit divertikulum.

Komplikasi Wasir | Efek Psikologis Penderita Wasir dan Penanganannya

This entry was posted in Wasir. Bookmark the permalink.