Permasalahan Seputar Obat

Bukan yang pertama kali Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik obat tradisional dari peredaran seperti beberapa waktu lalu, yaitu sebanyak 22 macam obat tradisional dan suplemen berkhasiat penambah stamina pria ditarik dari peredaran. Obat tersebut mengandung bahan kimia, yakni obat sildenafil sitrat dan tadalafil sitrat yang dapat membahayakan kesehatan, bahkan mematikan apabila digunakan tanpa resep dokter. Efek sildenafil yang bisa terjadi, yaitu sakit kepala, dispepsia, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, radang hidung, nyeri dada, hingga kematian, sedangkan pada tadalafil dapat menyebabkan nyeri otot, nyeri punggung, kehilangan potensi seks permanen, penurunan tekanan darah, dan stroke.

Kemurnian alamiah dan kemurnian obat-obatan tradisional seringkali dinodai oleh pihak-pihak yang tidka bertanggung jawab terutama produsen obat tradisional yang hanya mencari keuntungan finansial saja tanpa memperhatikan kemurnian dan risiko dari kandungan obat tradisional. Banyak produsen dengan sengaja mencampur kandungan herbal obat tradisional dengan obat modern yang secara kimiawi jika dosisnya tidak tepat, akan berbahaya bagi yang mengkonsumsinya.

Sebagaimana diketahui selama ini, mayoritas obat-obatan tradisional yang ditarik dari peredaran adalah obat yang berasal dari negara lain. Selain itu, produsen yang mengimpor produk obat tradisional tersebut jarang sekali menerjemahkan bahasa yang terdapat pada label obat.

Akibatnya, banyak konsumen hanya mengetahui informasi mengenai khasiat dan penggunaan obat, tanpa bisa memahami arti yang tertulis pada label. Padahal, dalam Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan, menyebutkan bahwa keterangan pada label, ditulis atau dicetak dengan menggunakan bahasa Indonesia, Arab dan huruf lain.

Lebih lanjut, banyaknya obat-obatan tradisional yang beredar di masyarakat tanpa mengindahkan ketentuan tentang pencantuman label dinilai sudah meresahkan. Perdagangan pangan yang kadaluwarsa, pemakaian bahan pewarna yang tidak diperuntukkan bagi pangan, atau perbuatan-perbuatan lain yang akibatnya sangat merugikan masyarakat, bahkan dapat mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa manusia, terutama bagi anak-anak. Hal tersebut pada umumnya dilakukan melalui penipuan pada label pangan atau melalui iklan. Label yang tidak jujur atau menyesatkan dapat berakibat buruk terhadap perkembangan kesehatan manusia.

Dalam hubungannya dengan masalah label dan iklan pangan, maka masyarakat perlu memperoleh informasi yang benar, jelas, dan lengkap baik mengenai kuantitas, isi, kualitas maupun hal-hal lain yang diperlukan mengenai pangan yang beredar di pasaran. Informasi pada label pangan sangat diperlukan bagi masyarakat agar masing-masing individu secara tepat dapat menentukan pilihan sebelum membeli atau mengonsumsi pangan. Tanpa adanya informasi yang jelas, maka kecurangan-kecurangan dapat saja terjadi. Sebab, pada hakikatnya, perdagangan obat tradisional yang jujur dan bertanggung jawab bukan semata-mata untuk melindungi kepentingan masyarakat yang mengonsumsi, melainkan juga bagi kelancaran usaha produsen.

Melalui pengaturan yang tepat berikut sanksi-sanksi hukum yang berat, diharapkan setiap pihak yang memproduksi ataupun memasukkan obat-obatan tradisional ke dalam wilayah Indonesia dapat memperoleh perlindungan dan jaminan kepastian hukum. Persaingan dalam perdagangan obat-obat tradisional diatur supaya pihak yang memproduksi obat-obat tradisional tidak menyesatkan masyarakat, melalui pencantuman label yang memuat keterangan mengenai obat-obatan tradisional dengan jujur.

Adanya kewajiban agar label ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, angka Arab, dan atau huruf lain berlaku mengikat tidak hanya terhadap obat-obatan tradisional yang diproduksi di dalam negeri, namun berlaku juga terhadap obat-obatan tradisional yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia yang hendak diperdagangkan. Tujuan pengaturan ini dimaksudkan agar informasi tentang pangan, khususnya produksi pabrik obat-obatan tradisional dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, baik di kota maupun desa.

Definisi dan Jenis ObatPersepsi Masyarakat terhadap Obat

This entry was posted in Hidup Sehat Tanpa Obat. Bookmark the permalink.