Sepuluh Mitos tentang Gout dan Asam Urat

Kesalahan mendiagnosis penyakit akan mengakibatkan kekeliruan pemberian terapi. Namun, kenyataannya, banyak mitos seputar gout dan asam urat yang terlanjur melekat kuat dalam pola pikir masyarakat.

Mitos 1: Asam Urat Menyebabkan Otot Terasa Nyeri

Anggapan lain yang senada dengan mitos ini adalah “Asam urat adalah penyakit urat saraf”. Mitos ini muncul karena beberapa pemahaman yang berbeda dari arti kata :urat”. Bagi sebagian besar orang Jawa, yang dimaksud “urat” adalah serat otot. Padahal, yang dimaksud “asam urat” dalam hal ini adalah terjemahan dari istilah “uric acid” kata uric berarti air kemih, air seni, atau kencing. Istilah ini diberikan oleh penelitian Aulus Cornelius Celsus pada tahun 30 M. Celsus menyebutkan bahwa, “Again thick urine, the sediment from which is white, indicates that pain and disease are to be apprehended in the region of joints…” Setiap orang yang diamati memiliki penyakit radang sendi atau gout, ternyata memiliki kencing yang demikian pekat dan berwarna keputih-putihan. Endapan putih dan bersifat asam dalam kencing inilah yang dikemudian hari diketahui merupakan zat pengganggu, yakni asam urat. Asam urat bukanlah penyakit otot ataupun saraf, melainkan sendi.

Mitos 2: Gout Dapat Disembuhkan

Begitu banyak buku atau literatur yang menjanjikan bahwa gout dapat disembuhkan. Kenyataannya, sebagian besar kasus gout adalah penyakit genetis. Artinya, gout diwariskan turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Itulah sebabnya seseorang dengan gout seringkali memiliki orang tua atau saudara yang juga mempunyai gout. Jika arti kata “sembuh” berarti hilang seluruhnya, kondisi genetis seperti ini tidak bisa disembuhkan. Kabar baiknya, kondisi genetis semacam gout ini bisa dikendalikan sehingga hampir pasti tidak menimbulkan gejala maupun keluhan dikemudian hari. Yang perlu digarisbawahi, banyak faktor pencetus serangan gout yang hampir semuanya berhubungan dengan gaya hidup.

Mitos 3: Pengobatan Alami atau Herbal lebih Baik daripada Obat-obatan untuk Gout.

Kolkisin, obat yang secara umum digunakan untuk terapi gout, terbuat dari bagian bunga musim gugur, yakni jenis Colchicum autumnale. Obat ini adalah terapi herbal yang digunakan sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Meski demikian, kolkisin adalah obat dengan efek samping yang sangat kuat berupa mual, muntah, dan diare bila dikonsumsi dalam dosis tinggi. Seperti halnya kolkisin, lebih dari separuh terapi obat untuk gout berasal dari ekstrak bahan alami yang memiliki efek samping. Bahan alami tersebut sangat bermanfaat bila dikonsumsi sesuai dosis. Bila tidak sesuai dosis, justru efek sampingnya semakin nyata. Contohnya, vitamin C. Bahan alami yang satu ini dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Caranya yaitu dengan meningkatkan pembuangan lewat ginjal yang akhirnya keluar bersama urine. Namun, asam urat yang disaring berlebihan justru meningkatkan risiko batu asam urat dalam ginjal.

Jika sebelumnya Anda tidak biasa mengonsumsi vitamin C lalu tiba-tiba menggunakannya dalam dosis tinggi, hal ini malah dapat membahayakan. Anda dapat terkena serangan gout karena penurunan kadar asam urat dalam darah yang tiba-tiba. Oleh karenanya, Anda perlu mengikuti anjuran dokter ahli untuk mengonsumsi jenis dan dosis terapi yang tepat. Sebagian besar serangan gout dapat dihentikan dalam beberapa menit atau jam. Bahkan, jika Anda bisa mengatasi penyebab dasar gout, yakni kondisi hiperurisemia (peningkatan kadar asam urat darah yang melebihi normal), Anda akan sepenuhnya terbebas dari serangan gout.

Mitos 4: Terapi Gout Menghentikan Serangan Gout Saat Itu Juga

Mitos ini membuat setiap orang merasa hanya perlu mengonsumsi obat ketika terserang gout dan berhenti ketika keluhannya menghilang. Jika Anda hanya ingin mengatasi serangan gout, boleh-boleh saja berhenti mengonsumsi obat ketika keluhannya hilang. Namun, di kemudian hari, Anda harus bersiap-siap mendapat serangan lagi. Penyebab dasar gout adalah hiperurisemia, yakni kadar asam urat darah yang lebih tinggi dari normal. Hiperurisemia dapat diatasi dalam hitungan bulan.

Obat-obatan penurun kadar asam urat malah menyebabkan serangan gout bila dikonsumsi dalam waktu singkat. Namun, dalam program terapi 6-12 bulan, kadar asam urat darah akan stabil pada garis normal. Anda pun terhindar dari penyebab dasar gout, yakni hiperurisemia. Beberapa orang yang mengonsumsi obat penurun kadar asam urat awalnya akan mengalami serangan gout yang tidak kunjung menghilang. Hal ini wajar sebab perubahan tiba-tiba pada kadar asam urat darah, termasuk penurunan, akan mencetuskan serangan. Oleh karenanya, dokter Anda akan meresepkan juga obat antinyeri dan antibengkak untuk mengurangi rasa sakit ini. Jika Anda sedang mengikuti program terapi gout, mulailah dari dosis rendah . Setelah itu, naikkan dosisnya secara perlahan per minggunya hingga optimal. Sebaiknya, jangan pernah berhenti secara tiba-tiba sebelum terapi selesai.

Mitos 5: Kondisi Hiperurisemia Hanya Menyebabkan Nyeri dan Bengkak Akibat serangan Gout

Mitos ini salah. Kondisi hiperurisemia yang tak diterapi dengan benar dapat memperberat penyakit lain. Pada umumnya, gout menyerang sendi. Namun, tofus (tumpukan asam urat dalam jumlah besar seperti batu) dapat merusak struktur jari-jari tangan, kaki, dan organ-organ lain dalam tubuh, termasuk jantung dan otak. Dua organ terakhir ini yang harus kita perhatikan. Hiperurisemia menunjukkan hubungan yang sangat dekat dengan gangguan jantung. Banyak pasien yang mengalami kondisi hiperurisemia telah lama menderita penyakit degeneratif seperti darah tinggi, gangguan ginjal, gangguan hati, kencing manis, stroke, dan obesitas/kegemukan. Gout adalah sinyal bahwa tubuh Anda mengalami kondisi hiperurisemia. Oleh karenanya, Anda harus waspada.

Mitos 6: Kelebihan Berat Badan Tidak Ada Pengaruhnya Terhadap Gout

Wah, ini salah kaprah. Kelebihan berat badan sangat berkaitan dengan hiperurisemia dan gout. Satu hal yang perlu Anda ingat, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah kurangilah berat badan dan pertahankan pada tingkat ideal!

Orang dengan obesitas juga berisiko menderita salah satu penyakit degenaratif, seperti darah tinggi, gangguan ginjal, dan lain-lain. Mengurangi berat badan dan berolahraga secara teratur adalah cara terbaik untuk meningkatkan kualitas kesehatan Anda.

Mitos 7: Saat Terserang Gout, Tidak Ada Yang Bisa Dilakukan kecuali Menunggunya Sembuh Sendiri

Sebenarnya, jika kita bertindak cepat, serangan gout bisa diatasi kurang dari satu jam. Bagaimana caranya? Silakan konsumsi anti nyeri yang diresepkan dokter Anda pada saat muncul tanda-tanda awal serangan gout. Waktu yang dibutuhkan obat untuk bereaksi dalam tubuh bisa bersamaan dengan munculnya serangan gout. Oleh karenanya, Anda perlu mengenali tanda-tanda awal serangan gout agar dapat bertindak cepat.

Mitos 8: Gout Akan “Pergi” dengan sendirinya Jika Kita mengurangi Konsumsi seafood, Daging, dan Alkohol

Dari semua mitos tentang gout, mitos seputar diet adalah yang paling banyak dipercayai. Namun, mitos ini baik karena ada benarnya. Banyak jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari untuk mencegah serangan gout, meskipun tidak bisa menghilangkan sepenuhnya. Hiperurisemia adalah kondisi kumulatif. Artinya, semakin lama, asam urat akan semakin bertumpuk. Oleh karenanya, Anda tidak bisa mengharapkan gout hilang sendiri. Selain diet, Anda perlu mengombinasikannya dengan terapi obat-obatan.

Mitos 9: Makanan Berprotein Tinggi Menyebabkan Hiperurisemia dan Gout

Mitos ini benar. Namun, perlu dilihat dulu asal protein tersebut. Protein hewani memang bisa meningkatkan kadar asam urat darah. Adapun protein nabati justru menjaga agar kadarnya tetap stabil.

Mitos 10: Gout Hanya Menyerang Kaum Pria

Gout tidak hanya menyerang kaum pria. Kaum wanita pun memiliki risiko terserang gout. Tubuh wanita memproduksi hormon estrogen yang menurunkan risiko penumpukan asam urat. Namun, pada saat menopause, hormon estrogen tidak lagi diproduksi. Pada saat inilah, wanita memiliki kemungkinan terserangan gout.

Hampir semua kasus gout diakibatkan gaya hidup yang tidak sehat. Itulah sebabnya diperlukan pemahaman dua arah, baik dari praktisi kesehatan maupun pasien. Gout adalah penyakit yang gampang-gampang susah. Gampang diterapi, tapi susah dihilangkan karena terlanjur diturunkan secara genetik. Daripada menyalahkan orangtua Anda, lebih baik kita mulai mengikuti pola hidup sehat dari sekarang.

Asam Urat | Berkenalan dengan Asam Urat

This entry was posted in Asam Urat. Bookmark the permalink.