Sulit Tertidur Pada Malam Hari

Para lansia memang mengalami perubahan-perubahan dalam hal pola tidur mereka. Sebagian membutuhkan lebih banyak tidur daripada biasanya, sebagian mengalami insomnia, dan sebagian lainnya merasakan bahwa tidur tidak lagi membuat tubuhnya segar. Paling umum dialami lansia adalah insomnia. Kondisi insomnia yang berkepanjangan akan meningkatkan produksi hormon-hormon stres yang lama-kelamaan akan merusak keseimbangan hormon tubuh secara keseluruhan. Akibatnya adalah menurunkan imunitas tubuh. Banyak penelitian membuktikan bahwa umumnya 20 – 40 persen wanita mengalami gangguan tidur lebih banyak dibandingkan pria, pada usia 35 tahun. Sedangkan hasil penelitain juga membuktikan bahwa wanita pramenopause membutuhkan tidur lebih banyak daripada pria pada usia yang sama.

Apa sebenarnya yang terjadi kalau kita mengantuk? Secara alami tubuh memproduksi suatu zat yang disebut hipnotoksin, contohnya hormon melatonin dan serotonin. Meningkatnya kadar hipnotoksin akan memperlambat kerja otak dan memperlambat aliran darah menuju otak. Akibatnya, mata menjadi “berat” dan kita pun “jatuh” tertidur.

Tidur membuat otak beristirahat, jantung berdetak lebih lambat, tekanan darah menurun, dan pembuluh darah melebar. Namun tidur tidak membuat pencernaan lantas menghentikan tugasnya, pencernaan tetap bekerja optimum selama kita tidur. Demikian pula fungsi organ-organ tubuh, metabolisme tetap aktif membuang racun-racun (toksin) yang terbentuk oleh pengrusakan sel yang diakibatkan ulah radikal bebas atau yang terbawa makanan dari luar. Proses peremajaan sel pun terjadi saat kita tidur.

Kebutuhan tidur tidak sama pada setiap orang. Namun kekurangan tidur dapat mengurangi konsentrasi, dan jika terjadi dalam jangka panjang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya tubuh mudah mendapat infeksi. Kurang tidur juga menurunkan kadar kortisol darah sehingga kita mudah stres.

Tidur memulihkan energi fisik dan mental. Dan tidur yang tidak mencukupi akan membuat kita mengantuk, kelelahan, mudah marah, kurang konsentrasi, efisiensi berpikir kurang, dan motivasi kerja juga berkurang.

Namun pada masa menopause, insomnia sering kali merupakan akibat dari emosi-emosi yang tidak terproses dan tidak tersalur, seperti kemarahan, kesedihan, atau kecemasan yang sering menyertai perubahan-perubahan dalam kehidupan setengah baya. Kimiawi otak yang berperan dalam proses tidur mengalami perubahan-perubahan pada wanita di masa menopause (karena menurunnya kadar hormon-hormon wanita), dan semua itu juga memengaruhi kondisi fisik kita. Contoh setelah kita kelelahan secara emosional karena bertengkar dengan pasangan meskipun kemudian kita telah tidur selama delapan jam kita masih merasakan kelelahan ketika terbangun. Contoh lain, kita tidak bisa tertidur pulas karena memikirkan anak yang sakit atau yang sedang mengalami musibah. Insomnia tersebut bisa menghilang setelah masalah teratasi.

Namun jika tidak ada masalah, tetapi Anda sering sulit pulas, tidak perlu minum obat tidur. Lakukan beberapa saran agar bisa tidur lelap. Saran-saran ini biasa cocok atau tidak cocok karena sebetulnya banyak faktor yang menyebabkan gangguan tidur. Karena itu, sebaiknya saran-saran itu dicoba dan dilihat hasilnya.

* Cobalah salah satu dari eksperimen berikut: meditasi, relaksasi, mendengarkan musik lembut, atau minum secangkir teh chamomile sebelum tidur.

* Sepadat apapun rutinitas Anda, pastikan utnuk tidak mencemaskan atau membawa ke dalam pikiran masalah-masalah atau tugas-tugas Anda. Jika sudah waktunya tidur, jangan lagi memikirkan hal-hal yang belum sempat dilakukan. Masih ada hari esok.

* Semburan panas (hot flashes) dan keringat di malam hari yang membanjir, sering kali membuat Anda sulit tidur. Hal itu dipicu oleh perubahan-perubahan neurotransmitter dalam otak yang sebagian merupakan akibat dari kadar estrogen yang tidak menentu atau ketidakseimbangan antara kadar estrogen dan progesteron. Bagaimana menanggulangi semburan panas? Dengan menstabilkan kadar kedua hormon tersebut. Mintalah progesteron alami kepada dokter atau lakukan terapi sulih hormon. Atau lakukan akupunktur oleh ahlinya. Terapi hormon bukanlah satu-satunya penyebab gangguan tidur, semburan panas juga diperburuk oleh stres dan kecemasan yang belum selesai.

* Jangan pergi tidur dengan perut penuh alias kekenyangan.

Sedangkan seorang hali gizi, memberikan nasihatnya sebagai berikut:

* Minumlah susu hangat rendah lemak saat mau tidur.
* Hindarilah minuman yang bersifat stimulan seperti kopi atau teh setelah pukul 5 atau pukul 6 sore.
* Hindarilah minuman beralkohol menjelang mau tidur.
* Jangan tidur dalam keadaan lapar.

Pola Makan Memengaruhi Kesehatan Otak | Bahan Makanan Anti Insomnia

This entry was posted in Menopause. Bookmark the permalink.