Terapi Demam Berdarah, Diare Anak, dan Hepatitis C dengan Enzim

Demam Berdarah

Beragam tanaman obat dapat digunakan untuk mengatasi penyakit demam berdarah, baik berupa simplisia, serbuk, maupun sirup. Masih diperlukan penelitian untuk menghasilkan obat yang teruji mutu, keamanan, dan khasiatnya bisa dikembangkan sebagai obat fitofarmaka dan dimanfaatkan dalam pengobatan formal penyakit demam berdarah.

Terdapat lima jenis tanaman obat yang biasa digunakan masyarakat untuk mengatasi penyakit demam berdarah, yaitu pepaya gandul, kunyit, temu ireng, meniran, dan jambu biji. Tanaman tersebut diramu sedemikian rupa, baik dalam bentuk simplisia kerong, serbuk, maupun sirup.

Lima jenis tanaman tersebut sudah digunakan secara empiris sebagai obat tradisional, diketahui nama latin dan sistematikanya, sehingga tidak salah dalam memilih jenis tanaman, diketahui kandung zat berkhasiat dan golongan senyawa atau zat identitasnya, dan tanaman diproses sesuai dengan metode standar.

Diare pada Anak

Diare adalah mekanisme tubuh mengeluarkan racun dan bakteri virus. Anak-anak tidak boleh dihentikan diarenya, karena menghambat pergerakan usus. Seolah-olah diarenya berhenti, tapi di dalam masih berlangsung. Efek sampingnya usus lecet.

Tindakan yang penting adalah diberikan cairan lebih dari biasanya. Berikan cairan khusus anak yang mengandung elektrolit untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Anak yang diare jangan hanya diberi air saja, sebaiknya diberikan cairan yang mengandung elektrolit (natrium, kalium) dan kalori.

Anak jangan dipuasakan. Makanan harus tetap diberikan tapi hindari sayuran, karena serat susah dicerna. Sehingga bisa meningkatkan frekuensi diarenya. Buah-buahan juga dihindari kecuali pisang dan apel, karena mengandung kaolin, pektin, kalium yang berfungsi memadatkan tinja serta menyerap racun.

Orang tua bisa membuat cairan elektrolit dengan melarutkan 1 – 2 sendok makan gula dan garam seujung sendok teh ke dalam air putih satu gelas. Untuk kalori bisa diberikan air tajin, 1 sdm tepung beras 100 cc air dimasak sampai mendidih.

Obat yang boleh diberikan hanya absorben seperti norit, golongan smectite yang berfungsi menyerap racun. Bisa juga diberikan biakan bakteri hidup seperti lactobacillus. Anti biotik diberikan hanya pada kasus yang terbukti ada infeksi bakteri misalnya penyakit kolera yang disebabkan Vibrio cholerae, penyakit disentri yang disebabkan parasit yaitu amuba dengan ciri-ciri fesesnya bau sekali, ada lendir, darah, anaknya merasa sakit sekali saat mau buang air besar.

Untuk membuktikan infeksi bakteri dilakukan dengan pemeriksaan feses rutin. Lebih tepat dengan kultur tinja pada diare, lebih dari seminggu kemungkinan bakteri. Kultur tinja dapat diuji di laboratorium di mana saja. Hasilnya baru keluar setelah 1 minggu dan biayanya cukup mahal, lebih dari Rp. 100.000.

Perlu dicermati, jika diare hanya berupa air saja dan ampasnya sedikit, itu menunjukkan ke arah infeksi virus, sehingga tidak perlu antibiotik.

Hepatitis C

Pengobatan Hepatitis C sedini mungkin sangatlah penting. Meskipun tubuh Anda telah melakukan perlawanan terhadap infeksi, tetapi hanya 15% yang berhasil, pengobatan tetap diperlukan untuk mencegah Hepatitis C kronis dan membantu mengurangi kemungkinan hati menjadi rusak. Kadang kala, pengobatan Hepatitis C memerlukan waktu yang lama. Penyakit ini dapat menjadi parah sepanjang waktu, sangatlah penting untuk mencari pengobatan yang tepat dari dokter Anda. Diagnosa dan pengobatan awal sangatlah mendesak dan penting. Persentase yang signifikan dari orang yang melakukannya dapat sembuh dari Hepatitis C dan menunjukkan perbaikan hatinya.

Tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh Anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Kebanyakan bentuk interferon alfa hanya dapat bertahan satu hari tetapi dapat dimodifikasi melalui proses pegilasi untuk membuatnya bertahan lebih lama. Meskipun interfeon alfa dapat digunakan sebagai obat Hepatitis C tunggu termasuk pegylated interferon, penelitian menunjukkan lebih efektif bila dikombinasikan dengan anti virus ribavirin.

Tiga senyawa yang digunakan untuk pengobatan Hepatitis C adalah :

1. Interferon alfa

Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh / imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis adalah dari interferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintesisnya.

2. Pegylated interferon alfa

Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut “polyethylene glycol” (PEG) dengan molekul interferon alfa. Modifikasi interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan lebih efektif dalam membuat respons bertahan terhadap virus dari pasien Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.

3. Ribavirin

Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih efektif daripada interferon alfa sendiri. Pengobatan ini telah diterima berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan respons melawan virus pada penderita penyakit Hepatitis C kronis.

Terapi Autis dan Cacar Air dengan EnzimTerapi Kanker Payudara, Kulit Wajah, Lambung, Mengantuk dan Paru-paru dengan Enzim

This entry was posted in Enzim. Bookmark the permalink.