Terapi Spesifik untuk Polisitemia Vera

Pengobatan utama ditujukan untuk mencegah kejadian trombotik misalnya trombosis arteri-vena, serebrovaskuler, trombosis vena dalam, infark miokard, oklusi arteri perifer, dan infark pulmonal.

Selain itu juga ditujukan untuk mengurangi rasa gatal dan eritromelalgia ektremitas distal. Umumnya pasien PV diterapi dengan cara phlebotomy atau myelosuppression.

– Phlebotomy adalah pengambilan darah dari vena. Inilah terapi pertama bagi pasien dengan PV. Flebotomi digunakan untuk menurunkan perbandingan sel darah merah terhadap volume cairan darah (hematocrit) dalam darah pasien menjadi di bawah 45%. Dalam banyak kasus dokter akan mengambil sekitar 500 ml darah sekali atau dua kali dalam satu minggu sampai kadar hematokrit menjadi cukup rendah. Flebotomi merupakan cara pengobatan terbaik bagi pasien yang berusia di bawah 60 tahun dan wanita pada usia subur. Namun flebotomi mempunyai efek samping, yaitu trombosis (proses pembekuan darah dalam lumen pembuluh darah ) atau hemorrhage (perdarahan,keluarnya darah dari lumen pembuluh darah).

– Myelosuppression. Terapi ini digunakan untuk melambatkan produksi sel-sel darah. Diberikan kepada pasien PV yang berusia di atas 60 tahun dengan resiko tinggi trombosis. Terapi ini juga meningkatkan resiko pasien mendapatkan leukemia. Substansi yang paling sering digunakan sejak tahun 1998 termasuk hidroksiurea (Hydrea), interferon alfa (Intron), atau fosfor radicaktif. Fosfor radio aktif hanya digunakan bagi pasien lansia dengan harapan hidup kurang dari 5 tahun karena obat ini bisa berakibat menimbulkan leukemia (pada 10% pasien). Interferon alfa harganya mahal dan menimbulkan efek sampingan dengan gejala mirip influenza.

– Investigational treatment, terapi ini telah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration) dengan menggunakan obat anagrelide. Obat ini mempunyai efek sampingan yang ringan dan mampu mengontrol platelet pada level 90%.

Polisitemia tanpa perawatan memang akan memunculkan berbagai komplikasi thrombohemorragic complications- yang bisa menjadi progresif – seperti mielofibrosis dari sumsum, anemia, dan splenomegali.

Pertama-tama tentu Anda harus ke dokter umum untuk diperiksa secara fisik gejala-gejalanya. Berapa gejala penderita polisitemia antara lain pembesaran limpa (splenomegali) yang terjadi pada sekitar 75% pasien. Kemudian dilihat adakah pembesaran hati, biasanya dialami sekitar 50% pasien. Pemeriksaan mata menujukkan pembesaran vena di bagian belakang mata. Pasien PV biasanya di wajahnya ada semburay kemerahan, noda-noda merah pada tungkai, kaki atau tangan, atau pembengkakan pada ujung-ujung jari.

Pasien polisitemia biasanya dirujuk oleh dokter umum yang merawatnya ke dokter-dokter ahli misalnya internis (ahli penyakit dalam), spesialis paru, atau spesialis darah (hematologi-onkologi) dan lainnya, tergantung penyakit yang mendasarinya.

Diagnosis dan Pemeriksaan Polisitemia Vera | Pengobatan Polisitemia

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.