Tubuh Kekurangan Air

Kandungan air pada tubuh orang kurus lebih besar daripada orang bertubuh gemuk. Pada tubuh orang kurus, kandungan air umumnya mencapai 65%, sedangkan pada orang gemuk hanya sekitar 55%. Kondisi ini harus dipertahankan guna mendapatkan metabolism tubuh yang stabil.

Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi. Jumlah pastinya tergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa factor lainnya. Sebagian besar orang percaya bahwa manusia membutuhkan 8-10 gelas (sekitar dua liter) per hari, namun hasil penelitian yang diterbitkan Universitas Pennsylvania pada tahun 20018 menujukan bahwa konsumsi air sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh.

Malah untuk beberapa orang, meminum air lebih banyak atau berlebihan dari yang dianjurkan terkadang dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan konsumsi bila kita berolahraga atau ketika cuaca panas.

Sebuah sumber rujukan menyebutkan bahwa kita sangat dianjurkan mengonsumsi 6-8 gelas (masing-masing 150 ml) air atau berbagai jenis cairin setiap hari. Konsumsi ini dianjurkan untuk mereka yang kurang beraktivas fisik, para manula, berada dalam suhu atau cuaca dingin, dan yang banyak mengonsumsi makanan mengandung banyak air. Konsumsi lebih dari 8 gelas sehari dibutuhkan oleh mereka yang termasuk aktif beraktivitas fisik, anak-anak, yang berada dalam suhu atau cuaca hangat atau panas, ibu-ibu menyusui (yang memerlukan 750-1,000 ml tambahan cairan).

Banyak orang percaya jika kita banyak mengonsumsi air, maka akan menyebabkan retensi urine; padahal faktanya justru sebaliknya. Minum air membuat tubuh mampu membersihkan diri dari kelebihan sodium, yang mengakibatkan berkurangnya retensi urine. Tubuh akan menahan cairan dalam tubuh jika kandungan air dalam sel-sel terlalu sedikit. Jika tubuh menerima asupan air secara regular, maka tubuh tidak perlu menyimpan air dan karenannya hal itu akan mengurangi retensi urine.

Namun, yang jelas, minum air terlalu banyak juga dapat merusak tubuh dan menyebabkan hyponatremia. Kondisi ini ditandai dengan menurunnya kadar sodium dalam darah hingga ke level sangat rendah dan membahayakan. Sodium diperlukan dalam kontraksi otot dan dalam pengiriman impuls-impuls saraf. Jika seseorang terlalu banyak minum air, maka ginjal tidak mampu mengeluarkan cukup cairin. Kelebihan air dapat mengarah kepada sakit kepala, pandangan kabur, kram (hingga akhirnya kejang-kejang), otak membengkak, koma, dan pada akhirnya kematian.

Gejala “kelebihan” air ini dapat diakibatkan karena minum air secara berlebihan hingga beberapa liter sehari. Kondisi kelebihan air umumnya terjadi padaorang-orang yang menderita penyakit-penyakit khusus attau sakit mental (misalnya dalam beberapa kasus schizophrenia) dan pada bayi yang diberi makan makanan formula bayi yang terlalu cair.

Jika ada kelebihan air, maka berarti ada juga kekurangan air dalam tubuh. Jika kita kelibihan atau kekurangan air dalam tubuh, tubuh kita secara otomatis akan memberitahukan melalui ggejala-gejala tertentu. Ketika kekurangan air, maka kita akan merasa haus, sebaliknya jika kelebihan air maka perasaan ingin pipis dating menyerang. Jika kita berada di tempat yang bersuhu tingggi, tubuh kita akan mengeluarkan keringat agar suhu tubuh kita tetap stabil (tidak ikut panas). Jika berada di tempat dingin, tubuh akan segera memproduksi panas. Salah satu hasil dari pembuatan panas tubuh ini adalah air yang harus dibuang melalui proses kencing.

Kalau kita tidak meminum cukup air, maka resiko batu ginjal akan meningkat sementara pada wanita resiko infeksi saluran urine juga akan meningkat. Terdapat juga beberapa bukti mengenai meningkatnya resiko beberapa jenis penyakit kanker termasuk kanker kandung kemih dan kanker kolon. Kondisi kurang minum air juga akan menurunkan perfoma fisik dan mental seseorang dan juga fungsi kelenjar salvia.

Fenomena dehidrasi pada seseorang yang kadar air dalam tubuhnya rendah adalah suatu hal yang kerapkali terjadi. Kondisi ini dapat dicegah dengan meningkatkan asupan cairan. Gejala-gejala dehidrasi di antaranya adalah sakit kepala, pusing, lesu, murung, daya respons rendah, saluran hidung kering, bibir kering dan pecah-pecah, urine berwarna terlalu kuning atau gelap, tubuh lemah, letih, dan halusinasi.

Kondisi seperti ini adalah suatu keadaan yang akhirnya menyebabkan seseorang tidak dapat mengeluarkan urine, ginjal gagal bekerja dan tubuh tidak mampu membuang hasil sisa-sisa proses metabolisme yang beracun. Bahkan, pada kondisi yang lebih ekstrem, kondisi demikian dapat mengakibatkan kematian. Beberapa penyebab dehidrasi diantaranya adalah karena meningkatnya produksi keringat yang disebabkan cuaca yang panas, kelembaban, olahraga, atau demam. Selain itu, dehidrasi juga disebabkan karena kurang minum air, kurang baiknya kerja mekanisme sinyal tubuh pada manula-hingga kadang kala manula tidak merasa haus padahal sedang dalam kondisi dehidrasi, meningkatnya keluaran urine karena kondisi hormon, diabetes, sedang dalam pengobatan atau berpenyakit ginjal. Lebih dari itu, dehidrasi juga disebabkan karena kita tengah mengalami diare atau muntah dan sedang dalam masa penyembuhan luka bakar.

Selain dehidrasi, kita juga bisa terkena gangguan-gangguan kesehatan yang lain seperti penyakit-penyakit degeneratif seperti ginjal (gagal ginjal, batu ginjal), liver, dan stroke jika kita jarang minum air putih. Selain itu, dehidrasi juga dapat menjurus pada kerusakan sistem saraf, rusaknya sel darah merah, gangguan prostat, metabolisme dan lain sebagainya.

Penyakit di atas adalah golongan gangguan kesehatan yang gejalanya tidak langsung bisa kita rasakan. Penyakit-penyakit tersebut baru dirasakan setelah kondisi penyakitnya bertambah parah hingga sampai pada level stadium lanjut. Kebanyakan di antara kita takut terhadap hal-hal bisa kita cegah, tetapi sebaliknya tidak takut dengan apa yang tidak dapat dicegah. Untuk itu, sebelum semua penyakit di atas datang menggerogoti kesehatan kita, minumlah air secukupnya setiap hari, niscaya penyakit-penyakit dari yang paling kecil hingga besar tidak akan pernah menghampiri kita.

Berikut ini diuraikan akibat-akibat negative ketika kita malas minum air putih seperti dilansir American Collage of Sports Medicine, Kamis (2/12/2010) seperti dikutip Irna Gusita dalam sebuah artikelnya dalam http: www.detikhealth.com.
1. Ketika pasokan air minim, tubuh akan mengalami kekurangan air atau dehidrasi. Dehidrasi ini menyebabkan cairan di otak akan menurun, asupan oksigen yang harusnya mengalir ke otak pun bekurang. Akibatnya, sel-sel otak menjadi tidak aktif dan kurang berkembang, bahkan bisa menciut.
2. Komposisi otak terdiri atas cairan, dan ketika otak tidak mendapatkan asupan air yang cukup maka akan terjadi gangguan fungsi kognitif (kepandaian) di otak. Otak tidak bisa menjalankan fungsi normalnya lagi, terutama fungsi kognitif yang akhirnya membuat seseorang menjadi lemot, gampang lupa, dan tidak konsesntrasi.
3. Dehidrasi yang dialami tubuh bisa menyebabkan gejala mulai dari yang ringan dan sedang seperti lelah, haus, tenggorokan kering, badan panas, sakit kepala, air kencing pekat, denyut nadi cepat, hingga gejala berat seperti halusinasi dan kematian.
4. Rentan terkena infeksi kandung kemih karena bakteri tidak bisa keluar akibat kurang minum. Gejala infeksi kandung kemih ini bisa berupa suhu badan yang sedikit meningkat, rasa nyeri terutama saat akhir buang air kecil, perasaan ingin buang air kecil yang tidak dapat ditahan, nyeri tekan di atas tulang kemaluan. Kadang kala terdapat darah dalam urine.
5. Perempuan harus lebih banyak mengonsumsi air karena panjang saluran kemihnya lebih pendek dibanding laki -laki. Banyak minum air akan membantunbakteri keluar dari saluran kemih dan mengurangi resiko infeksi kandungan kemih.
6. Kulit jadi kusam karena kurang minum membuat aliran darah kapiler di kulit juga tidak maksimal.
7. Kurang minum air putih bisa mengganggu fungsi ginjal karenanya air penting untuk mencegah bantu ginjal. Dengan cukup air, maka komponen pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil.

Air dalam Tubuh Manusia | Standar Air yang Sehat dan Layak Dikonsumsi

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.